• Info Terkini

    Wednesday, October 15, 2014

    Belajar Semangat Berwirausaha dari Seorang Wanita Bernama Nurhatimah

    Oleh Aliya Nurlela

    NURHATIMAH adalah seorang perempuan muda yang gigih dan ulet. Wanita kelahiran Cilacap, 5 September 1990 ini memiliki jiwa mandiri dengan segudang obsesi. Kesulitan ekonomi keluarga—di mana kedua orangtuanya hanya sebagai buruh tani—mendorong Nurhatimah berangkat ke Kota Kembang (Bandung) dan mengadu nasib di sana. Tidak mudah mendapat pekerjaan yang layak dengan gaji yang memadai di zaman serba sulit mendapat lowongan kerja dan tingginya angka pengangguran. Itu pula yang dirasakan Nurhatimah. Menjadi pembantu rumahtangga pun menjadi pilihannya.

    Sudah lima tahun, ia melakoni pekerjaannya. Tekad kuat wanita yang saya kenal sejak pertengahan tahun 2012 ini, untuk mandiri dan membantu ekonomi keluarga, mulai menampakkan hasil. Setiap bulan, dari penghasilannya ia bisa menyisihkan uang untuk dikirim kepada orangtua di Cilacap. Ayahnya yang sedang sakit keras dan harus rutin mengonsumsi obat, menjadi tanggungannya untuk membiayai. Kecintaan pada keluarga dan orangtua membuatnya bertahan dan sabar menjalani pekerjaan tersebut. Tak ada kata “gengsi” di kamusnya, meski teman-teman seusianya berlomba-lomba mencari kerja di perusahaan-perusahaan ternama.

    Meskipun setiap hari disibukkan dengan rutinitas mengurus dan melayani keperluan keluarga orang lain, namun tak menyurutkan tekadnya untuk tetap menggeluti minat menulisnya. Wanita yang hobi memasak ini, berusaha menyisihkan waktu di sela kesibukannya untuk menulis. Beberapa tulisan pun sudah dihasilkan. Ia mencoba mengirimkan tulisan-tulisan tersebut ke media atau berpartisipasi dalam sebuah event. Beberapa tulisannya lolos seleksi dalam event antologi dan telah diterbitkan menjadi buku. Sebuah kebahagiaan tak terkira bagi seorang Nurhatimah, ternyata menjadi seorang pembantu rumah tangga tidak menghalanginya untuk berkarya.

    Tak berhenti sampai di sana, media online telah memudahkannya melakukan pekerjaan lain selain pekerjaan utamanya. Dia mencoba menjadi reseller sebuah produk fashion dari Korea. Tak perlu membeli barang-barang tersebut terlebih dulu, cukup aktif saja menawarkan lewat media sosial, menjadi kemudahan tersendiri dalam bisnis tersebut. Usaha barunya yang dikelola secara online ini telah menjadikan Nurhatimah memiliki pemasukan tambahan, hingga wanita ini memiliki kepercayaan diri untuk bekerja sambil kuliah. Kemudahan pun didapatnya. Bos tempatnya bekerja mengizinkan Nurhatimah untuk kuliah. Berkat peluang itulah, sekarang Nurhatimah sudah tercatat sebagai mahasiswi di Universitas Nasional Pasim Jurusan Manajemen. Lagi-lagi ia tidak ingin hanya menjadi mahasiswi biasa yang sekadar kuliah saja. Hobi dan rutinitas menulis mendorongnya untuk bergelut di dunia kepenulisan dengan cara bergabung di komunitas kepenulisan nasional. Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia adalah wadah yang dipilihnya untuk mengembangkan bakat dan karya-karyanya. Bergabung dan berinteraksi dengan banyak orang yang memiliki minat sama, semakin memantik semangat wanita ini untuk terus berproses kreatif. Beberapa event lomba yang digelar FAM Indonesia maupun di luar wadah kepenulisan ini, dia ikuti. Hingga, di bulan Desember 2013 naskah cerpennya berhasil mendapat penghargaan sebagai juara 1 Rektor Cup dalam lomba menulis cerpen yang diselenggarakan Universitas Nasional Pasim.

    Memasak adalah hobinya selain menulis. Kegiatan memasak baginya bukan lagi sekadar hobi tapi sejak bekerja di rumah orang, telah menjadi rutinitas harian. Kebiasaan memasak dan menyajikan makanan untuk keluarga orang lain selama bertahun-tahun, menempa Nurhatimah untuk terus berkreasi dalam mengolah makanan. Bagaimana menyajikan makanan sehat tapi enak di lidah, terus dipelajarinya sambil praktik. Beberapa olahan masakan sehat pun lahir dari kepiawaian racikannya. Resep-resep masakan tersebut ia tuliskan dan simpan. Ciri khas masakannya, tidak menggunakan bahan penyedap alias vetsin. Untuk bahan-bahan masakan yang mengharuskan diberi kecap, ia hanya mengandalkan satu merk kecap saja yang menurutnya memiliki komposisi yang tepat.

    Seiring berjalannya waktu, resep-resep masakan yang ia tuliskan sudah menjadi puluhan halaman. Nurhatimah pun tergerak membukukan resep-resep tersebut menjadi sebuah buku tunggal karyanya. Saya diajaknya menyumbang pendapat untuk calon buku perdananya. Berbagai diskusi pun dilakukan, hingga akhirnya ia mantap membukukan tulisannya. Tak menunggu waktu lama, buku tunggal perdana Nurhatimah pun terbit dengan judul “Aneka Masakan Rumahtangga Tanpa Vetsin” yang diterbitkan Penerbit FAM Publishing, Divisi Penerbitan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia.

    Satu peluang bagus bagi seorang Nurhatimah, bukan hanya dari segi kemandirian secara finansial, tapi juga karya yang dihasilkan. Di mana karya tersebut sekarang sudah bisa dinikmati pembaca di mana pun. Resep-resep buatannya adalah murni hasil kreasi penulis yang berangkat dari hobi dan pengalaman. Menjadi sebuah karya yang bernilai dan sebagai referensi bagi remaja putri atau ibu rumahtangga. Hal ini sekaligus menjadi bekal bagi penulis dalam menapaki kehidupan rumahtangga di masa yang akan datang serta warisan bagi putra-putrinya kelak.

    Berkat diskusi intens yang dilakukan pihak penulis dengan penerbit, perusahaan kecap ternama yang tercantum di dalam buku (Kecap Bango) bersedia menjadi sponsor untuk mencetak buku selanjutnya. Sebuah pencapaian yang luar biasa bagi seorang Nurhatimah. Berangkat dari kesulitan ekonomi, memiliki tekad kuat untuk mandiri, tak lelah terus berkarya dan menangkap peluang, kesungguhannya berbuah manis.

    Kegigihan seorang Nurhatimah dan konsistensinya dalam berkarya, adalah hal positif yang akan menjadi motivasi bagi orang lain. Bahwa, tak ada yang mustahil di dunia ini. Impian yang awalnya terkesan muluk-muluk dan dipandang sebelah mata, ketika diperjuangkan dengan penuh kesungguhan disertai kepasrahan kepada Sang Pencipta, bisa teraih dengan nyata. Impian dan langkah karya Nurhatimah, tentu tidak berakhir di sini. Masih banyak mimpi-mimpi lain yang sedang ia bangun dan perjuangkan. Siapa tahu ke depan justru menjadi seorang koki handal yang diperhitungkan. Nasib orang, siapa yang tahu. (*)

    *) Penulis adalah Pegiat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sudah menerbitkan beberapa buku fiksi dan nonfiksi. Berdomisili di dua kota, Malang dan Kediri.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Belajar Semangat Berwirausaha dari Seorang Wanita Bernama Nurhatimah Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top