• Info Terkini

    Thursday, October 23, 2014

    Ulasan Cerpen "Ketika Sebuah Persahabatan Dipertaruhkan" Karya Arief Setiawan (FAMili Sleman)

    Cerpen ini bercerita tentang kisah cinta remaja kebanyakan. Namun pada akhirnya, setelah melalui beberapa tahap hubungan, mereka menjadi teman. Ada banyak sekali kesalahan penulisan dalam cerpen ini. Pertama, pada paragraf awal cerpen terdapat kata "acuh". Namun setelah diperhatikan kembali makna kalimat utuhnya, kita pun tahu bahwa ada kesalahan penggunaan kata "acuh"—yang dalam kata lain sama dengan "peduli". Jadi, kata "acuh" yang benar diganti menjadi "tak acuh" atau "tidak acuh".

    Kedua, soal EYD, di antaranya kata-kata berikut ini: "didepanku", "dimasa", "dikelas", "dihidupku", "dihatiku", "dikotaku", "dikampus", "di elu-elukan", "akupun", dan "sekedar", yang semestinya ditulis demikian: "di depanku", "di masa", "di kelas", "di hidupku", "di hatiku", "di kotaku", "di kampus", "dielu-elukan", "aku pun", dan "sekadar". Perhatikan perbedaan antara kata keterangan tempat/waktu dan kata kerja pasif. "Di-" dalam kata keterangan tempat/waktu--seperti "di kelas", "di rumah", "di pagi hari", dan lain sebagainya--wajib dipisah dari kata sesudahnya, alias berfungsi sebagai kata depan. Sementara, untuk kata kerja pasif--seperti "dipukul", "dielu-elukan", dan lain sebagainya—penulisan "di-" wajib digabung dengan kata sesudahnya.

    Ketiga, penulisan kalimat dialog. Saran Tim FAM pada penulis, lebih banyaklah membaca novel-novel berkualitas, yang tentunya melalui proses editing yang ketat sebelum diterbitkan. Pelajari pola dan aturan (termasuk tanda baca dan lain sebagainya) yang bersangkutan dengan kalimat dialog dalam sebuah prosa. Dalam suatu cerpen, sebaiknya dialog tidak dibuat seperti dialog dalam sebuah naskah drama. Tetapi di sini penulis justu melakukannya, hingga cerpen ini tampak kurang rapi. Ke depan diharapkan agar penulis memelajari penulisan kalimat dialog dalam prosa (cerpen/novel) yang baik dan benar.

    Kemudian, untuk kata-kata yang tidak baku seperti "gak", "palak", "ngasih", "udah", "kebayang", dan lain sebagainya--terutama yang sering ditemukan dalam dialog—sebaiknya ditulis dengan huruf miring. Sebenarnya tidak ada aturan wajib untuk itu. Ada dua pendapat yang beda, yang mana salah satunya memperbolehkan diketik dengan huruf biasa. Namun, FAM Indonesia menggunakan aturan pertama, yakni kata-kata yang tidak baku dan kata-kata dari bahasa asing diketik dengan huruf miring.

    Penggunaan tanda baca tidak perlu kita tulis secara berlebihan seperti rangkap dua, tiga, atau empat. Memasukkan emoticon pada tulisan, termasuk cerpen, juga tidak disarankan (sebaiknya kebiasaan ini dihilangkan). Terakhir, untuk penulisan judul, sebaiknya tidak menggunakan huruf kapital seluruhnya.

    Saran dari Tim FAM kepada penulis, teruslah berlatih dan berlatih. Menulis setiap hari akan membuat jemari kita lebih terbiasa. Akan tetapi, jangan lupa imbangi aktivitas menulismu dengan banyak membaca. Menulis dan membaca tidak dapat dipisahkan. Keduanya seperti dua sisi mata uang, saling melengkapi. Tanpa membaca, tulisan kita akan sulit berkembang. Dengan banyak membaca karya berbagai penulis, kelak akan kita temukan gaya/ciri khas kita sendiri. Sebelum mempublikasikan tulisan, jangan malas melakukan editing atau koreksi ulang atas tulisanmu. Ingat, pembaca bukan orang yang mesti mengoreksi tulisan kita terlebih dulu sebelum menyerap isi tulisan itu. Pembaca hanya ingin membaca dan menikmati, jadi buatlah mereka menikmati tulisan yang kita sajikan dengan rapi. Bukankah jika tulisan diketik dan disusun dengan rapi, pembaca akan lebih nyaman dan ketagihan membaca tulisan kita? Bukankah itu menyenangkan?

    Baik, terus berkarya dan tetap semangat. Jangan berhenti menulis.

    Salam santun, salam karya!

    FAM INDONESIA

    [BERIKUT NASKAH ASLI TANPA EDITING]

    KETIKA SEBUAH PERSAHABATAN DIPERTARUHKAN

    Oleh Arief Setiawan (IDFAM2355)

    Haiiiii ???? ^_^ Sapaku kepada cewek yang sedang jalan didepanku itu, Namun bukannya sapaan balik yang kudapat tetapi malah sikap acuh dan dingin darinya. Mungkin ini memang kesalahan yang sangat fatal yang kuperbuat dimasa lalu ketika aku menghancurkan sebuah persahabatan dengan CINTA, iya benar cinta !!! Cinta yang diagung-agungkan banyak orang, cinta yang di elu-elukan banyak orang, dan cinta yang katanya menyenangkan. Kenyataan yang kuterima saat ini bahwa sesungguhnya mencintai itu butuh hati yang siap untuk terluka itu memang benar, mulai dari yang menyakiti dan tersakiti sama-sama terluka pada akhirnya.

    Sebut saja namaku Adit dan cewek yang kupanggil tadi bernama Dewi, dan kami dulu adalah sepasang sahabat yang saling melengkapi satu sama lain. Aku kenal Dewi pada saat SMP, dia adalah cewek yang berani, tegas dan baik hati tentunya yang membuatku tertarik untuk berteman lebih dekat dengannya, hingga tiba suatu ketika saat aku dipalak sama teman cowok sekelasku yang bertubuh besar sebut saja namanya Riki.

    Riki    : Hai dit, aku minta uangnya 2000 !!!
    Kalau kamu gak mau ngasih tau sendiri akibatnya !!!!
    Aku    : Ehh,,, riikkk.. uang sakuku udah habis rikk.,,, maa..aaaff “
        (dengan nada ketakutan)
    Riki    : Alaaaahhhh !!!! Banyak alasan KAMU !!!!
        (Sambil mengarahkan bogem mentahnya ke mukaku)
        @#%@%#@#%%$%##%#%!!!!!!!!!!!!!!!
        Arggghhhhhhhhhhhhhhhhhhh........ ( Riki kesakitan)
    Aku    : Hahhh ??? Dewi ???? (dengan wajah terkejut melihat riki yang kesakitan dipukul Dewi, sebelum pukulannya mengenaiku)
    Dewi    : Rikkkk !!!!! Jangan sok kuat deh disini !!! bukan jamannya lagi palak memalak itu, kalo kamu berani-berani memalak dikelas ini kamu akan melawanku (dengan nada tinggi)
    Riki    : Arggggghhh....!!!### (dengan kesakitan riki pergi dari hadapan kami)
    Aku    : wahh... Makasih banyak wi.. gak kebayang deh kalau gak ada kamu, pasti udah babak belur aku.
    Dewi    : Alahhh nyantai aja dit.. ^_^ itu udah jadi trugasku sebagai ketua kelas kok.
    Aku    : Iyaaa.. sekali lagi terima kasih ... banyak... ibu ketua kelas,, hehehehe””” (candaku dengan penuh kekaguman)

    Sejak saat itu aku jadi semakin lebih deket sama Dewi dan dia juga sering curhat kepadaku dan sebaliknya akupun juga lebih mengaguminya.

    Bayangkan saja ada sosok wanita yang seperti dia udah baik, tegas dan berani membela yang benar sungguh-sungguh amazing, jujur saja pada saat itu aku suka sama dia tapi aku terlalu lemah mengungkapkan perasaanku ini. Persahabatan kami ini selalu kami jaga sampai kami lulus SMP, pada saat kami SMA’ sekolah kami berbeda dan itu yang membuat kita jadi jarang ketemu . Pada saat itu kami hanya berhubungan melalui media sosial

    Yang membuat hubungan kita semakin jauh.

    Di masa putih abu-abu itu pun aku mulai berani mengutarakan perasaan sukaku terhadap lawan jenis dan akhirnya aku mulai pacaran pada masa itu, tetapi pacar pertamaku bukan Dewi melainkan temenku yang satu sekolah denganku dan aku benar-benar menyayanginya (mungkin itu perasaan saat pertama kali pacaran yaa??? Hehehe Alay dikit). Namun pada masa pacaranku itu tidak sepenuhnya berjalan dengan mulus adakalanya saat kita berantem karena ego kita masing-masing dan KESALAHAN TERBESARKU dimulai pada waktu itu.

    Saat itu pacar pertamaku mutusin aku karena egonya dan dalam keadaan itu perasaanku sangat risau, galau atau sejenisnya.

    Kringggg....kriiiingggg..... (Handphoneku berbunyi pada pagi itu)
    Aku    : Halloo Asalamualikum ???
    Dewi    : Waalaikumsalam, halloo Dit.. gimana kabarnya ???
    Aku    : Iyaa Baik kok, Maaf ini nomornya siapa yaa?? Maaf Hpku baru aja ke format
    (Alibiku, padahal semua nomor cewek di Hpku sudah dihapus sama pacarku hehehe maaf masih Alay)
    Dewi    : Lohhh.... Iyaa ta ??? aku Dewi .. Dit, masih inget kan???
    Aku    : Ohhh Dewiii ta ???? iya inget lah kamu kan soulmate sehatiku hehehe (candaku)
    Dewi    : Adit sekarang sudah berani gombal yaa hehehe
    Aku    : hehe kita kan sudah sedikit dewasa, oh ya lama nih gak ketemu... gak kangen ta??? (candaku)
    Dewi    : Kangen sih, ketemu yuk ???

    Hahhhh, saat itu perasaanku benar-benar melayang, mendengar perkataan Dewi yang bilang dia kangen sama aku dan ngajak ketemuan wiiihhhhhh... jadi gak galau nih pikirku. Akhirnya aku ketemuan sama dewi dan kami cerita banyak soal kisah masa putih abu-abu kita sampai kisah asmara kita. Sampai tiba saat dia menghiburku ketika aku ceritakan

    Kegalauanku dan BODOHnya aku saat itu malah menembaknya, mengutarakan isi hatiku. Alangkah kagetnya ketika aku mendengar jawabannya yang bersedia menjadi pacarku kemudian dia malah mengutarakan isi hatinya bahwa dia sudah sejak SMP memendam rasa ini kepadaku dan dia menungguku mengutarakannya duluan karena dia seorang cewek.

    Kemudian aku dan Dewi jadian, namun aku bingung dengan perasaan ini apakah ini cinta atau hanya sekedar pelampiasan untuk move on dari mantanku L. Petaka selanjutnya muncul ketika sosok mantanku menghubungiku dan mengajak balikan lagi, anehnya hatiku membuka kembali untuk Dia. Perasaanku penuh dengan kebimbangan antara balikan dengan mantanku atau tetap dengan Dewi yang jelas-jelas sangat menyayangiku. “Keputusan Terbodoh” yang aku pilih adalah kembali dengan mantanku karena jujur saja aku masih mengharapkannya hadir dihidupku karena Dia lah yang mengenalkan cinta pertama kepada diriku.

    Tanpa menghubungi, tanpa kejelasan dan tanpa kepastian aku meninggalkan Dewi dengan sadisnya aku menyakiti hati sosok wanita yang sangat baik tanpa pernah menggoreskan titik hitam dihatiku.

    4 tahun berlalu semenjak aku meninggalkan Dewi.

    Setelah 4 tahun berlalu dengan pilihan yang salah karena pada akhirnya aku ditinggalkan sosok pacar pertamaku itu  dan tidak berhubungan dengan dewi sama sekali. Sekarang aku kuliah di Perguruan tinggi negeri dikotaku. Pada saat memasuki kuliah pertamaku aku dikagetkan sengan sosok yang membuatku ketakutan dengan perasaan bersalah, sosok wanita yang sangat berkesan dihidupku dan dengan teganya aku menghancurkan hatinya. Dewi ??? dengan penuh ketakutan aku menyapanya, dengan dingin dia hanya diam dan lewat meninggalkanku.

    Perasaan takut...
    Perasaan bersalah...
    Perasaan penuh dengan Dosa...

    Sampai semester 4 ini aku selalu diselimuti perasaan itu, apalagi ketika aku berpapasan dengannya atau melihat wajahnya dikampus. Ingin sekali aku menemuinya dan meminta maaf kepadanya atas semua kesalahanku dimasa lalu, semoga aku segera menguatkan hati dan berani menemuinya kemudian mengakhiri fase hidupku-dengannya dari  :
    PERSAHABATAN > CINTA > MUSUH kemudian diakhiri dengan PERSAUDARAAAN ^_^.

    Memang benar cinta itu indah seperti bunga tapi ada kalanya Cinta itu tajam seperti duri yang bisa melukai orang yang memainkannya dan darah dari luka itu akan sulit disembuhkan.
    maka dari itu indahkanlah CINTA yang kalian miliki..
    dan jangan tajamkan CINTA yang kalian miliki..
    Karena Luka ya diciptakannya akan menjadi penyasalan abadi bagi kalian. (*)

    Lihat Koleksi Buku Karya Anggota FAM Indonesia DI SINI.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    1 komentar:

    Item Reviewed: Ulasan Cerpen "Ketika Sebuah Persahabatan Dipertaruhkan" Karya Arief Setiawan (FAMili Sleman) Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top