• Info Terkini

    Wednesday, November 5, 2014

    Konsekuensi Sebuah Keputusan

    Singgalang, 2 Nopember 2014
    Judul: Flamboyan Senja
    Pengarang: Aliya Nurlela
    Penerbit: FAM Publishing
    Tahun terbit: 2012
    Tebal buku: 139 hlm
    Resensiator: Acet Asrival


    “Flamboyan, katakan pada dunia, kebimbangan itu akan segera terhempas. Kaulah saksinya. Catatlah! Sebarkan ceritaku dengan aroma wangi dari bunga-bunga cantikmu.” (hlm. 27)

    Ketika keputusan sudah menjadi prinsip dalam hidup, orang tak ‘kan bisa untuk menghalanginya. Tidak akan ada yang bisa mengubah keputusan itu. Dan setiap keputusan itu pasti mempunyai konsekuensi dalam kehidupan ini.

    Seperti halnya sebuah cerita dalam buku cerpen Flamboyan Senja yang disajikan Aliya Nurlela. Dalam buku kumpulan cerpen itu, yang menjadi titik klimaks dari inti cerita adalah keputusan atau sikap seorang tokoh dalam menentukan pilihan hidup. Dalam menjalani lika-liku kehidupan itu sendiri. Dan setiap keputusan akan ada dampak positif dan dampak negatifnya.

    Dalam cerita Flamboyan Senja yang menjadi sajian utama dalam buku ini, penulis menyajikannya dengan bahasa sederhana, penuh kiasan, dan cerita yang mengalir membawa emosi pembaca untuk menuntaskan isi buku ini. Flamboyan Senja bercerita tentang seorang gadis SMA yang terobsesi ingin menjadi artis terkenal. Sehingga jalan untuk itu dia tempuh dengan penuh keyakinan bahwa dirinya akan sukses dan terkenal.

    Berbagai problematika telah dia lalu demi mewujudkan impiannya itu. Dan kesemuanya itu terwujud. Dengan modal kecantikan dan kecakapannya di panggung, sehingga ia cepat mewujudkan impiannya itu. Ia telah menjadi artis piguran, digemari oleh banyak orang. Dan mencapai popularitas tinggi untuk ukuran anak sekolah.

    Banyak sutradara yang mau mengorbitkannya di dunia pementasan. Salah satunya adalah Sutradara Sam, yang akan membantu untuk mengorbitkan dan membuat ia terkenal. Sutradara itu sangat terkesan dengan wajah cantik dan rambut panjang yang ada pada gadis itu. Sutradara itu menawarkan kontrak kerja dengan iming-imingan agar gadis itu mau bekerjasama dengannya.

    Penulis menyajikan cerita dengan begitu cepat. Pergantian pada sebuah prinsip hidup dan penyesalan. Di saat ada yang menawarkan ketenaran pada dirinya, gadis itu malah menolak tawaran Sutradara itu. Padahal banyak wanita yang menginginkan ketenaran itu, dan banyak pula yang rela melakukan apa saja agar ia bisa terkenal, dan hidupnya akan sukses.

    Gadis itu menolak tawaran Sutradara tersebut. Karena ia merasa dimanfaatkan dan dia yakin ada modus lain dibalik tawaran itu. Ia kemudian menyadari betapa perjalanan hidupnya salah. Jalan yang dilaluinya tidak sesuai dengan syariat agamanya. Orangtuanya adalah seorang yang taat. Maka ia pun mulai menyadari kekeliruannya selama ini. Apa yang telah dilakukannya salah. Ketenaran yang ia impikan sejak dulunya adalah salah. Salah dalam merealisasikannya. Salah dalam menentukan sikap dalam kehidupan.

    Kemudian ia mengubah semua kebiasaan yang telah dilakukannya itu. Ia telah mengenakan jilbab. Dan ingin menjadi wanita muslimah yang baik-baik. Ketika itulah konsekuensi dari sebuah keputusan akan ia hadapi dengan penuh kesabaran dan keistiqamaahan. Banyak orang yang menjauhinya, termasuk orang terdekat yang selalu bersamanya. Orang-orang menghakimi dirinya bahwa dengan perubahan prinsip tersebut menjadikan tali pemutus sebuah kedekatan.

    Problematik yang dilalui oleh gadis tersebut adalah konsekuensi sebuah pirinsip. Ia memilih ‘hijrah’ demi sebuah kebaikan di dunia dan di akhirat. Memilih dijauhi oleh orang-orang yang selama ini begitu dekat dengannya. Dan keputusannya itulah yang membawa ia memilih kesunyian pada Falmboyan Senja.

    “Aku hanya berkata pada senja. Kutitipkan ceritaku padanya. Kutitipkan pula pada burung-burung sore yang hendak pulang ke sarangnys. Sebarkan ceritaku. Bahwa ada sebongkah hati yang bimbang merindukan siraman segar menyejukkan.” (hlm. 25)

    *) Mahasiswa STAI-PIQ Sumbar. Bergiat di Sanggar Rumahkayu.


    Sumber:
    Harian Singgalang edisi Minggu, 2 Nopember 2014
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Konsekuensi Sebuah Keputusan Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top