• Info Terkini

    Thursday, November 20, 2014

    Piagam Penulis Buku Puisi "Tentang Kota yang Menjaga Takbir Dalam Degup Dada"

    Seluruh penulis buku antologi puisi "Tentang Kota yang Menjaga Takbir Dalam Degup Dada" (dari event Lomba Cipta Puisi "Bebaskan Palestina") mendapatkan piagam seperti contoh.

    Piagam sudah dikirim melalui email masing-masing penulis. Buku sedang dalam proses penerbitan. Nama-nama penulis yang tergabung dalam buku ini (nama diurutkan berdasarkan abjad A-Z):

    1. A. Warits Rovi, Sumenep (Bunga Darah)
    2. Ahmad Solihin, Tangerang (Sebuah Pengharapan)
    3. Amira Zarra Ovitte, Bandung (Berdiri dengan Sayap Murni)
    4. Anas Farihin, Bangkalan (Pemberi Harapan Palsu)
    5. Andi Jamaluddin AR. AK, Tanah Bumbu-Kalimantan Selatan (Tadarus Duka di Pelaminan Gaza)
    6. Anung Ageng Prihantoko, Cilacap-Jawa Tengah (Gaza Sebuah Episode Penantian dan Perjuangan)
    7. Arga Rafitri, Madiun-Jawa Timur (Tanpa Alas Tanpa Batas (Gazaku))
    8. Arief Aulia Rahman, Padang-Sumatera Barat (Kembalilah Nazi!)
    9. Atika Rahmah, Medan (Tak Cukup Hanya Keluh)
    10. Aufal El Rummi, Pamekasan-Madura (Tarian Berputar)
    11. Azwan, Solok-Sumatera Barat (Palestina Sepanjang Masa)
    12. Beny Firmansyah, Surabaya (Suara Gaza, Suara Kita)
    13. Bethari Berlianti, Madiun (Aku Terdiam)
    14. Chusnul Anwar, Purworejo-Jawa Tengah (Untuk Israel, Sang Pengarang Cerita)
    15. Delvina Fitriani, Padang-Sumatera Barat (Palestina)
    16. Devan Nolin, Lampung (Mencari Cahaya)
    17. Diah Pratiwi, Surakarta (Jiwa-Jiwa Gaza)
    18. Doni Prasetyo, Semarang (Hikaye)
    19. Elly Raheliyawati, Gresik-Jawa Timur (Sebulir Air di Tangkai Mawar)
    20. Faidi Rizal Alief, Sumenep (Rahasia Doa)
    21. Fatona Nur, Kebumen-Jawa Tengah (Kami Takkan Kalah 1)
    22. Fitri Adriana, Nganjuk-Jawa Timur (Tasbih Kami)
    23. Galuh Juli Andono, Bekasi (Holocaust di Tanah Gaza)
    24. Ghani V. Artha, Bekasi (Untuk Gaza, Palestina)
    25. Hamsyah, Surabaya (Doa di Ujung Gaza)
    26. Humairoh, Bekasi (Malam Ini di Langit Gaza Palestina)
    27. I Putu Supartika, Buleleng-Bali (Doa Seorang Anak di Palestina)
    28. Ikhsan Hasbi, Banda Aceh (Riak Ombak di Matamu)
    29. Ikhsan Satria Irianto, Bengkulu (Palestina Bercerita)
    30. Ilman Bahri, Jakarta (Kabar Palestina Hari Ini)
    31. Isroni Muhammad Zulfa, Banyumas (Segenggam Pasir Anyir dari Palestina)
    32. Johanes Panjaitan, Karo-Sumatera Utara (Jangan Menangis)
    33. Kazuhana El Ratna Mida, Jepara (Tangisan Pendekar Palestina)
    34. Ken Hanggara, Surabaya (Tempat Bermain Kami)
    35. Kurnia Gusti Sawiji, Malaysia (Suatu Malam di Tanah Aqsa)
    36. Lasinta Ari Nendra Wibawa, Garut (Tentang Kota yang Menjaga Takbir dalam Degup Dada)
    37. M. Novan Budi P (?) (Air dan Batu)
    38. Manusia Perahu Sudianto, Sumenep (Sebelum Doa Kami Melangkah Begitu Kaku)
    39. Maradona Sihombing, Yogyakarta (Kutitipkan pada Gaza)
    40. Michael Bram Febrian, Palembang (Doa untuk Gaza Palestina)
    41. Muhammad Furqon Haqiqi, Malang (Arafat Negerimu Semakin Menjerit)
    42. Mukhamad Rudi Habibie, Kediri (Warnakan Pelangi Palestina)
    43. Nadya Damayanti, Pekalongan (Semangatlah)
    44. Nazri Zuliansyah, Bandung (Di Depan Mata Kita)
    45. Ni Wayan Widhi Setianingsih, Denpasar-Bali (Jeritan Orang-Orang Palestina)
    46. Niken Alfina Rahmawati, Tulungagung (Negeri Berkawan Pilu)
    47. Niken Kinanti, Pati, Jawa Tengah (Kisah Pecinta dari Palestina)
    48. Novaldi Herman, Pekanbaru-Riau (Selongsong Kosong)
    49. Nur Azizah Hutasuhut, Asahan (We Will Be Free Palestina)
    50. Pindah Susanti, Banyuwangi (Untuk Gazaku yang Tersisa)
    51. Rahmi Mardatillah, Makassar (Kado di Langit Gaza)
    52. Rara Nurisnaini Yanuarina, Bojonegoro (Tuk)
    53. Refdinal Castera, Padang (Bebaskan Palestina 1)
    54. Renny Puteri Utami, Palembang (Gakari yang Ngeri, Goyang Yahud(i))
    55. Riza Falina Fariz, Bogor (Sajak Luka)
    56. Rizal Fadillah, Malang (Kedzaliman Gila)
    57. Rozie Zoi, Jakarta Selatan (Sayap Jibril Patah di Langit Palestin)
    58. Sa’adatul Lailiya, Surabaya (Derai Harapan dalam Fatamorgana di Peperangan)
    59. Sahrian Rusdi, Padangpanjang (Damailah, damailah, damailah)
    60. Sarah Nasution, Tebing Tinggi, Sumatera Utara (Dukamu Terselip di Jantungku)
    61. Shabrina Ismah Adani, Malang (Lepaskan Jeratannya)
    62. Siska Widyastuti, Malang (Selagi Tuhan Masih Sayang)
    63. Sinta Novia Siswanti, Sukabumi (Raga Menggaung Ingin Bebas Katanya)
    64. Siti Fadhila Zanaria, Makassar (Kepada Tuhan yang Baik Hati)
    65. Sekar Sari, Yogyakarta (Palestina Bejaya)
    66. Suheli Karyadi, Cilegon-Banten (Bianglala di Langit Gaza)
    67. Suharto, Depok (Ulurkan Tanganmu untuk Gaza)
    68. Suryadi Pebriyari Putra, Bandung (Pesan Anak Gunung, untuk Anak-Anak Gaza)
    69. Syarif Hidayatullah, Banjarmasin (Cerita Air Mata)
    70. Tasya Putri Amanda, Bengkulu (Diriku yang Berada di Gaza)
    71. Titis Rahayu Wardani, Jombang (Dan Menang!)
    72. Umi Nurul Faizah, Banyuwangi (Surat untuk Palestina)
    73. Vera Mutiarasani, Karawang (Langgas dan Bangkit)
    74. Yan Ari Wibowo, Jakarta Timur (Gaza)
    75. Yonatan Yolius Anggara, Ponorogo (Nada Tanpa Suara)
    76. Yulia Erika, Malaysia (Berdiri Untuk Al-Aqsa)
    77. Yuska Apitya Aji Iswanto, Bogor (Mengusap Tangis Palestina)
    78. Yusri Swandar, Wajo, Sulawesi Selatan (Aku Bertanya Kepada-Mu Yaa Rabb)
    79. Yuyun Ambarwanto, Wonogiri (Setangkai 5 Pinta)
    80. Zaynul Faiz, Depok (Dengan Bahasa Paling Sederhana, Kami Masih Belajar Menjadi Doa yang Sesungguhnya)

    Terima kasih. Salam aktif!

    FAM INDONESIA
    www.famindonesia.com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Piagam Penulis Buku Puisi "Tentang Kota yang Menjaga Takbir Dalam Degup Dada" Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top