• Info Terkini

    Monday, November 17, 2014

    Ulasan Cerpen “Melirik Keindahan Ciptaan Allah Tanpa Pacaran” Karya Mar’atun Sholehah (FAMili Papua)

    Cerpen ini berisi kisah cinta anak remaja pada umumnya. Penulis sengaja menyajikan sesuatu yang santai di tulisan ini. Barangkali agar yang membaca dapat lebih menikmati. Sayangnya, begitu banyak penulisan yang salah dalam cerpen ini. Pertama soal EYD. Kata-kata berikut ini: "ku kirimkan", "tau", "maha kuasa", "diridhoi", "nafas", "takkan", "ku coba", "diatas", "di buatnya", "ku duga", "apapun", "perduli", dan masih banyak lagi, kurang tepat. Yang benar adalah: "kukirimkan", "tahu", "mahakuasa" (digabung), "diridhai", "napas", "tak 'kan", "kucoba", "di atas", "dibuatnya", "kuduga", "apa pun", "peduli".

    Untuk menulis kata panggilan atau nama seseorang, awali dengan huruf kapital. Begitupun dengan semua huruf di awal setiap kalimat, yang wajib ditulis dengan huruf besar, termasuk pada kalimat dialog. Penggunaan tanda baca masih banyak yang keliru. Diharapkan kepada penulis agar lebih memerhatikan penulisan tanda baca yang tepat. Pelajari dari membaca tulisan di buku-buku berkualitas. Membaca tidak sekadar membaca semestinya selalu kita praktikkan. Dengan kata lain, membaca sambil pelajari pola tulisan dan penggunaan tanda baca.

    Sementara, dari segi kerapian, naskah ini juga kurang. Dalam file word yang Tim FAM terima, cerpen ini ditulis apa adanya, seolah tanpa melalui proses editing dari penulisnya. Susunan paragraf yang mestinya di-set justified, dibiarkan begitu saja. Sebetulnya tidak masalah. Hanya saja, standar pengetikan naskah yang biasa ditetapkan oleh redaksi penerbit dan media masa mesti kita ikuti di antaranya mulai dari jenis huruf, spasi, margin, kerapian paragraf, dan lain-lain.

    Kepada penulis kami sarankan agar terus berlatih. Teruslah menulis dan perhatikan kerapian naskah Anda. Sayang sekali andai nanti tulisan Anda bagus tapi ditolak oleh redaksi hanya karena penyajiannya (dari segi fisik) tidak sesuai. Ingat, tulisan yang indah akan berkurang keindahannya apabila penyajiannya kurang rapi.

    Tetap semangat.

    Salam santun, salam karya!

    TIM FAM INDONESIA

    [BERIKUT NASKAH ASLI TANPA EDITING]

    “melirik keindahan ciptaan Allah tanpa pacaran”

    Oleh Mar’atun Sholehah IDFAM2690S

    Terdiam  dalam sepinya malam, terjerat akan mimpi yang manis, terbuai  bayang kelam yang kini telah pergi. Kepadamu ku kirimkan salam terindah, sosok yang menghipnotisku . yup ! seseorang . entahlah salam apa ini ? ataukah sebuah pertanda ?! ataukah hanya sepercik cahaya. Entahlah…..

    Sekali lagi , kuulamkan senyum untuk manisnya dirimu. karena aku tau , hati tak dapat dilihat oleh mata, dia tersembunyi di balik sang maha kuasa. Untukmu yang insya Allah diridhoi oleh Allah , ahh… ini apa ?entahlah aku juga tak begitu mengerti . memang sangat sulit mengartikan kata CINTA , apalagi untuk remaja yang berusia 16 tahun sepertiku ini yang belum pernah merasakan ARTI PACARAN . butuh waktu berjam-jam untuk mendeskripsikan sosok yang tak nyata bagiku.  ahh.. “CINTA” terlalu manis bila tak dikontrol oleh  iman, bahkan aku sempat bingung untuk menggambarkan sosok yang abstrak ini hahaha…entahlah

    Mungkin bagi sebagian wanita, aku adalah wanita terbodoh sedunia atau bahkan sebaliknya aku adalah wanita paling beruntung sedunia tapi, ini sudah titik puncak. Keadaanku sudah seperti  syair yang mengalun dengan indah , syair indah bernafaskan melodi islam, keindahan yang selalu menghembuskan amalan, amalan suci penuh keberkahan tapi disisi lain terlau banyak pendapat antara yang pro & kontra di saat cinta ini tertambat di hati. Suci ,  yang takkan pernah mau ternodai, yang mengalir dalam setiap urat nadi, yang keindahannya selalu terasa dalam hati. Hingga waktu berotasi begitu cepat. Malam, begitu cepat kau datang membawa kesunyian dan kegelapan.

    Tepat pukul  19:00 WIT, di kota terpencil bagian timur. Yup ! TIMIKA, PAPUA. Kota yang cukup asing bagi warga Negara Indonesia tapi, tersirat akan banyak makna bagiku.

    “Rif..!” sahut mama dari ruang tamu

    Mungkin mama curiga karena sejak ba’da isya hingga sekarang aku belum juga keluar kamar.

    “iya..ma..” jawabku sambil berlari agar malaikat tanpa sayapku ini tak curiga padaku.

    “udah malam, tidur yaa..” katanya lembut

    Yup ! ini dia malaikat cantik tanpa sayap yang selalu mebuatku tak berdaya di buatnya. Yup ! itulah ibuku malaikat cantik tanpa sayap. Aku tahu dalam senyumnya beliau menyembunyikan rasa letih. Derita siang malam, selalu menimpanya. Ku tahu semua itu hanya untuk bisa memberi  harapan baru untukku.

    Malam ini di kesendirian, ku coba mainkan kata demi kata, menari diatas pemikiran yang mendalam tentangmu , yup ! tentang apa yang telah kau berikan padaku, anehnya aku selau bingung di buatnya.  Mungkin laki-laki itu sangat bodoh ! atau mungkin matanya rabun dan perlu diperiksa oleh dokter mata yang professional. Bagaimana tidak ?! aku..iya siapa aku ? aku hanya remaja pencari jati diri , lalu dia ? dia terlalu indah untuk ku gambarkan. Aku tak pantas untuknya . aku tak cantik , badanku pun tak proporsional seperti model-model terkenal. Lalu ?! apa yang aku punya ? ahh..entahlah, tidak mungkin juga aku akan menjawab pertanyaanku sendiri.

    ***

    Tepat bel istirahat berbunyi,

    Teng…teng..teng

    Tanpa banyak berpikir aku langsung tancap gas dan buru-buru pergi ke perpus. Aku sengaja pergi cepat agar teman-temanku tak menghalangiku.

    “Rif…!” teriak septi

    Sudah ku duga, belum sempat kaki ini melangkah keluar menuju pintu kelas, rupanya septi sudah kepo dengan urusanku. Maklumlah penyakit keponya lagi kumat. Tau kan apa itu kepo ? itu loh sejenis makanan ringan  hahaha… gak lah ! becanda… itu loh bahasa gaul anak jaman sekarang, yaaa pengen tau gitu

    “kamu cerita dong soal kelanjutan hubunganmu sama anak ipa-1 itu ?” Tanya septi

    “apaan sih kamu sep !”

    “iya rif, cerita dong !” sahut septi

    Aku tetap diam, tak merespond apapun , tanpa ambil pusing aku langsung aja lari dari proses pengintrogasian septi. haha..aku tak mau aja banyak yang tau soal hubunganku sama dia. Ahh..tuh…kan.. dari kejauhan aku sempat mendengar suara septi  memanggilku. “Rif…Rif…!!”

    Tapi tetap saja aku tak memperdulikannya. Sejenak aku tak menyadari bahwa serpihan masa lalu itu kembali hadir, menyapaku dalam kegelisahan. Yup ! sudah hampir 12 tahun aku mengenalnya. Sosok topik yang menyenangkan ! hingga ku tau, diantara gemerisik angin yang datang , sejuk, tentram, damai. Dari kejauhan kemana kan ku bisikkan cinta ? aku bingung ah..

    “woy !!! rif melamun aja” septi mengagetkanku

    “gila ! sejak kapan kamu datang ?” ucapku dengan bibir bergetar. Ini akibat dikagetin loh !

    “yaaa…sekitar 10 menit yang lalu”

    “hah ? berarti ?” tanyaku yang semakin penasaran

    “berarti…tadi aku lihat kamu melamun rif” lanjut septi . Aku mulai antusias mendengarnya.

    “hahaha, gimana sama  anak ipa-1 itu rif ?”

    “aku juga gak tau sep” jawabku yang cukup singkat.

    “ihh..kalian itu cocok loh, rif. Kalau aku jadi kamu pasti bakalan aku terima dia” jelas septi . Nampaknya septi  sedang curhat, hahaha..

    “kau  tidak tau sep, apa yang aku rasakan.” Ujarku mengimbangi pembicaraan.

    Sejenak batin ini terkoyak akan sinar masa lalu itu, semua berawal sejak 2 tahun lalu. Yup ! tepat saat aku masih kelas 1 SMA . entahlah..mengapa Allah selalu mempertemukanku dengannya. Sejenak terlintas dipikiranku, aku bosan melihat wajahnya terus. Kebayang kan ?! 1 kelas dengan  orang yang sama dari kelas 1 SD-1 SMA. Namun, detik jam kian berjalan, awan-awan berwarna gelap datang dari satu arah. Hingga semua masa lalu itu masih tersimpan rapi di memori otakku. Aku  masih ingat betul saat bertemu lagi dengannya.

    “loh, Arifa !” sahutnya kaget. Wajahnya masih sama. Cukup kaget.

    “waah..kita sekelas lagi ya” kataku singkat.

    Awalnya, hubungan kami makin terjalin rapi layaknya hubungan persahabatan. Sederhana saja ku artikan semua ini, hingga kan ku rangkai jerit suara hati ini, meskipun hanya lamunan yang terhadap, meskipun hari tiada habis tanpa aral, kan ku ukir di setiap jiawaku ini, rasa yang hanya sesaat, dan hilang entah kemana. Persahabatan kami sangat dekat bahkan 1 sekolah menganggap bahwa kami PACARAN. Tapi kami sudah berjanji untuk tidak akan pernah pacaran.

    “Rif, kamu pacaran ya sama hakim ?” Tanya salah satu kakak kelasku.

    “tidak kak” jawabku.

    Ini dia hebatnya hakim ! 1 sekolah mengenalnya. Tak ada yang tak mengenalnya bahkan penjaga kantin,satpam, sampai tukang bersih –bersih sekolahku pun tau, siapa itu hakim ? Hakim. Yup ! Muhammad Hakim Ad’n. nama yang unik untuk orang yg unik juga. Panggil saja dia hakim. Dialah sosok topik yang menyenangkan bagiku ! wajahnya cukup familiar. Tau kan justin bieber ? pasti tau dong. Oh iya, tau juga kan stuart Collin. Yup ! banyak yg bilang hakim mirip seperti mereka. Tapi bagiku, hakim yaa tetap hakim yg aku kenal bahkan sejak 12 tahun lalu.

    “arifa, minggu depan ada tabligh akbar loh di masjid babussalam.” Ajaknya

    Ya, ini dia yang aku suka dari hakim, kami selalu bertukar pikiran tentang ISLAM. Kecintaan kami dengan islam sangat besar bahkan kami pun mempunyai prinsip yg sama yaitu MELINDUNGI PALESTINA.

    “iya, kim. Insya Allah aku datang kok”

    “nah, gitu dong. Itu baru namanya muslimah hebat !”

    Berbulan-bulan kami selalu menghiasi waktu dengan jalan berdua, walaupun aku tahu yg kita perbincangkan setiap harinya hanya tentang islam. Tapi terkadang aku juga tau terlalu keseringan bertemu dengannya pun itu salah.

    ***

    Semester 2 kelas X pun berlalu……

    Aku masih saja mengisi setiap warna kehidupan ini bersama hakim.  Hingga tepat bulan agustus 2013  cinta itu lahir dari hati. Seperti biasa sepulang sekolah aku selalu menyempatkan diri untuk melihat mading sekolah.

    “kok, minggu ini gak ada lomba ya ?” tanyaku yg kebingungan

    “mungkin, lain kali rif. “ jawab hakim. Yg entah dari mana asalnya tiba-tiba aja nongol. Dan itu sangat membuatku terkejut. Huaaa..

    “gila kau kim ! bikin kaget aja.”

    “hahaha..kamu sih serius amat.”

    Inilah hakim, cukup humoris. Di sekolahku di menjadi pria idaman bagi semua wanita. Bahkan, ada yang rela ngelakuin apa-pun demi mencari perhatian dari hakim. Kebayang kan ? gimana pesonanya hakim. Yaa gitu deh…

    Berminggu-minggu ku habiskan waktu dengannya. Laki-laki yg kini sudah berumur 17 tahun. Yup ! meskipun hubungan kami sangat dekat bahkan jarak pun tak menjadi masalah, tapi tetap aja kami tahu aturan. Meskipun diantara kami juga tak ada kata penghubung “PACARAN” tapi kami mengetahui perasaan masing-masing yang kita alami.

    “arifa, jika Allah satukan hati kita berdua, insya Allah kelak cintanya akan menuntun kita ke surga. “

    “maksudmu, kim ?” aku benar-benar tak mengerti apa maksudnya.

    “aku mencintaimu karena Allah.”

    Hah ? ini di luar dugaan, secepat ini kah hakim akan jujur. Aku tak merespond apapun. Tidak sama sekali !

    Mendung menjemput kemewahan siang, matahari mulai mengarah ke barat menandakan waktu telah tiba. Suara adzan maghrib menggema, undangan dari sang ,maha kuasa. Tanpa ada paksaan, tanpa percekcokan. Hanya dengan hati nurani yang bisa merasakan kesempurnaan di setiap syairnya.

    Entahlah, perkataan hakim masih membekas di otakku. Ku putuskan untuk beberapa minggu tak berbicara dengannya.

    Tak terasa, 1 minggu terasa singkat untuk mendiamkan hakim. Hingga tanpa ku sadari. Berbulan-bulan pun berhasil di telan waktu.

    Semester 2 kelas XI berlalu….

    Sebuah pesan sms masuk, tiiit…ttuuttt…

    “Arifa, cinta itu bukan hanya sekedar kata-kata. Rasa cinta itu hadir berbisik bersama angin. Sekarang aku tahu, mengapa beberapa bulan belakangan ini kamu menjauh dariku. Karena kamu tak ingin menodai dirimu dengan rasa cinta yg tak seharusnya ku ucapkan secepat ini. Ini mungkin terlalu cepat, meskipun aku tau kau takkan pernah mau pacaran tapi setidaknya aku sudah jujur kepada sosok muslimah yg tegar di jaman seperti ini. Aku bangga bisa jadi temanmu. Sementara, semua wanita sedang asyik menampakkan auratnya, kamu malah tetap mempertahankan jilbab syar’imu. Meskipun kamu tak terlalu cantik tapi percayalah hatimu begitu cantik. Sekarang kamu sudah mengajariku tentang arti sebuah perasaan.”

    Awalnya, aku tak mengira bahwa hakim bakalan mengirim sms seperti itu. Tapi, dengan penuh percaya diri. Aku pun membalas sms dari hakim.
       
    “hakim, sempurnakan cinta bukan hanya pada pasangan. Tapi juga kepada Ar-rahman sebab dari sanalah kita mendapat kekuatan. Maafkan aku, karena saat ini juga. Aku mohon untuk jangan pernah menghubungiku. Karena aku tak ingin melanggar peraturan Allah. Aku ingin tetap istiqomah di jalannya. Aku sudah berjanji untuk tidak menodai perasaan ini. Sudah kuputuskan, aku akan melupakanmu karena aku juga tak ingin hijabku ini menjadi korbannya. Ini pesan terakhirku. Tetaplah menegakkan syari’at agama islam hakim, tanpaku kau bisa !”

    Pesan itu menjadi hal terakhir aku berhubungan dengan hakim setelah ku putuskan untuk menjauh darinya. Sesekali di sekolah aku melihatnya tapi pandangan itu langsung ku alihkan ke objek yang lain.

    ***

    26 september 2014, tanpa pelangi.

    Ini dia kelas XII. Yup ! tekadku makin bulat, makin mantap. Ku putuskan untuk meninggalkan hakim dan mengubur jauh-jauh kenangan manis saat dulu. Yup ! dulu saat hati ini tak bisa di kontrol oleh pikiranku sendiri. Hingga..

    “Woy !!! Zahranasyila Arifa Sholehah !!” teriak septi. Sangat jelas di telingaku. Keras. Menyesakkan !

    “hah ?! kenapa ? ada apa ?” jawabku panik. Aku pun kaget bukan kepalang.

    “kamu tuh melamun mulu, tadi aku panggil-panggil malah gak nyaut”

    Ternyata, semua yg tadi itu hanya kilas balik semasa 2 tahun yang lalu. Yup ! saat masih bersama sosok topik yang menyenangkan bagiku. Bahkan sampai sekarang pun masih seperti itu.

    “hehehe..sorry septi.”

    “oh iya, gimana hubunganmu sama anak ipa-1 itu rif ?”

    Sangat mudah menjawab pertanyaan septi.

    “yaa, sudah ku putuskan untuk melupakan hakim dan meninggalkannya karena aku bangga menjadi seorang muslimah”. Jelasku cukup singkat. Ku lihat wajah septi yag kebingungan. Aku pun pergi berlalu dari hadapan septi.

    Ku lewati ruang waktu, tak terasa indah bahkan juga tak terasa pahit karena aku sekarang tersadar. Aku bangga menjadi seorang muslimah.

    Setiap kali ada yg bertanya, “gimana hubunganmu dengan hakim ?” cukup jawab aja, “ku tinggalkan dia cause I am proud to be a muslimah” it’s enough. Terkadang ada yang bertanya juga, “kenapa kamu tidak pernah pacaran ?” jawab aja dengan percaya diri, “cause I am proud to be a muslimah, dan hijabku mejadi jalan hidupku.“

    Tak ada kata yang indah yang bisa ku rangkai, tak ada hal yang istimewa yang mampu ku urai. Mungkin ini gak berarti apa-apa tapi yang pastinya mencari pacar yang sholehah itu takkan  mungkin ada, karena wanita sholehah tidak akan mungkin mau di ajak pacaran. Sepakat ?!

    So , di perputaran waktu yang ku  lewati cinta itu tak seharusnya saling memandang, cinta itu tak seharusnya melanggar perintah Allah karena cinta itu fitrah, cerahkan cinta dengan dzikir, sucikan cinta dengan syariatnya, karena cinta juga tak harus saling memiliki, namun cinta harus saling mengharap. Yup ! mengharap ridho Allah SWT. Karena itu pula aku bangga menjadi seorang muslimah yang dengan indah ku tinggalkan dia karena dia.

    Lihat koleksi buku karya anggota FAM Indonesia DI SINI.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Cerpen “Melirik Keindahan Ciptaan Allah Tanpa Pacaran” Karya Mar’atun Sholehah (FAMili Papua) Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top