• Info Terkini

    Thursday, November 27, 2014

    Update Final Nama Penulis dan Judul Puisi yang Lolos pada Penerbitan Buku Antologi “Puisi, Dalam Balutan Rindu”

    sumber: google.com
    Rabu, 27 Nopember 2014

    1. Abdullah (Bontang). Judul puisi: Ibu, Pelita dan Penyemangat Hidupku. Pesona Ibuku.

    2. Adeline Yunita Suprapto (Bandung). Judul puisi: Pagi yang Cerah, Maafkan Aku Mama.

    3. Ajeng Mawaddah Puyo (Gorontalo). Judul puisi: Yang Datang Tiba-tiba, Bu.

    4. Almi Yanti (Padangpanjang). Judul puisi: Sepenggal Kisah, Sajak tentang Ibu.

    5. Amrul Fajri (Sigli, Aceh). Judul puisi: Bu, Keningmu Taman Syurga Firdaus, dan Kepadamulah Rinduku Bermuara. Tentangmu Ibu, Telah Dinukilkan di Dalam Kitab Suci-Nya, dan Rasul Pun Memuliakanmu.

    6. Angga Juniardo (Bekasi Utara). Judul puisi: Ucapan Terima Kasih Kepada Ibu, Ibu.

    7. Anik Maslikah (Hongkong). Judul puisi; Kasih Bunda, Perjuangan Seorang Ibu.

    8. Athiyah Karim (Jember). Judul puisi: Ibu Kaulah Hidupku, Bukan Sekadar Ibu.

    9. Arif Hidayatullah (Padang). Judul puisi; Aku Ada Karena Ibu, Ibu Inspirasiku.

    10. Anna Ilham (Malang). Judul puisi: Melodi Cinta Bunda, Seutas Kasih.

    11. Andre (Tanah Datar, Sumbar). Judul puisi: Goresan Pena Biru “Sebutlah Namaku dalam Tidur Panjangmu”, Akankah Kau Hadir dalam Sebuah Jawaban.

    12. Ahmad Fachrurozi (Bogor). Judul puisi: Aku tak Ingin Waktu itu Kembali, Pusara.

    13. Akhmad Nurhadi Moekri (Sumenep). Judul puisi; Hari-hari Emak, Aku Ingin Bersama Ibu.

    14. Anik Astiyati (Semarang). Judul puisi: Mega Rindu, Ketika Hati Bernapas Harap.

    15. Amir Afandi (Cilegon). Judul puisi: Sang Lentera Kasih Abadi, Ibu Aku Merindukanmu.

    16. Bony Fasius (Surabaya). Judul puisi: Bu Sri, Pejuang Harkat. Anugerah Seni, Bu Sri.

    17. Chania Maulidina Widyasari (Malang). Judul puisi: Tentang Sebuah Kerinduan, Rindu Mama.

    18. Cinta Okta Edverliano (Semarang). Judul puisi: Ibu, Rindu Untukmu Ibu.

    19. Danu Supriyati (Kebumen). Judul puisi: Kubingkai Rindu dalam Doa, Lelaki Untuk Ibuku.

    20. Denny Pangga (Lubuk Linggau). Judul puisi: Cinta Ibu, Wanita Mulia.

    21. Desco White (Padang Panjang). Judul puisi: Ibu dan Gubuk Tua, Untuk Ibu.

    22. Deski Ramanda (Padang). Judul puisi: Selaksa Rindu, Selimut Rindu.

    23. Dewi Lestari (Kudus). Judul puisi: Makanan Itu, Cahaya Cinta Ibu.

    24. Delvina Fitriani (Solok, Sumbar). Judul puisi: Menunggu, Masih.

    25. Dinda Sailut (Hongkong). Judul puisi: Sekuat Hatimu, Ibu Syurga Duniaku.

    26. Dwi Anna Desyanti (Kepulauan Selayar). Judul puisi: Bawa Aku Ibu, Doa Dalam Diam.

    27. El Malka (Banjarmasin). Judul puisi: Untukmu Ibu, Oh... Ibu.

    28. Elin Nofia Jumesa (Payakumbuh). Judul puisi: Serenade Ibu, Pulang.

    29. Esma Ahmad Sureza (Depok). Judul puisi: Mengeja Jasamu, Ibu Derajatmu Telah Terucap Tiga Kali Dari Mulut Manis Baginda Rasul.

    30. Farid Fauzi (Payakumbuh). Judul puisi: Balutan Rinduku Pada Ibu, Kertas Rindu.

    31. Gabriella R Almadea (Jakarta). Judul puisi; Ibuku, Kasih Ibu.

    32. Hartati (Batusangkar) - Judul puisi; Apa Cukup?, Tabah Mandeh, Isak di Hati

    33. Herdian Armandhani (Bali). Judul puisi: Titip Rindu Untuk Bunda, Kasih Sepanjang Masa.

    34. Herman Suryadi (Bengkulu). Judul puisi: Ibu, Kuingat Pesan Luhurmu. Kala Aku Kanak-kanak Selalu Bersama Emak.

    35. Hermin Pujihantari (Konawe, Sulteng). Judul puisi: Bunda Idola, Kemuliaan Ibu.

    36. Ii Gustiawan (Bukittinggi). Judul puisi: Malaikat yang Selalu Mendampingiku, Tanah Suci Keinginanmu.

    37.  Ikhsan Satria Irianto (Bengkulu). Judul puisi: Ibu, Lihatlah Pelayar Kecilmu. Memupuh Rindu.

    38.  Kukuh Septio Aji (Demak). Judul puisi: Ibu, Perempuan yang Tersenyum. Keadilan (Porsi) Tuhan.

    39. Lita Oktaviani (Padang). Judul puisi: Mahkota Cahaya Untuk Ibu, Salam Rindu Untuk Ibu.

    40. Laras Sekar Seruni (Jakarta). Judul puisi: Doa Ibu, Sang Ibu.

    41. Lu’lu’ Olivia Ningrum Kusuma Dewi (Yogyakarta). Judul puisi: Salam Rindu Dari Kami Abakmu, Dalam Dekapanmu Ibu.

    42. Maradona Sihombing (Yogyakarta). Judul puisi: Sayap Kasih di Sebaris Doa Ibu, Kidung Rindu Untuk Ibu.

    43. Mentari Sekar Dewi (Gresik). Judul puisi: Cintaku Mengertiku, Nyanyian Rindu untukmu Ibu.

    44.  Niken Alfina Rahmawati (Tulungagung). Judul puisi: Bidadari Terindah, Risalah untuk Umi.

    45. Nurhidayah Bms (Riau). Judul puisi: Aksara Tak Kuasa Merapal Cinta Ibu, Ibu Pecandu Air Mata.

    46. Nurul Izati (Demak). Judul puisi: Purnama Kasih Ibu, Sayap Kerinduan.

    47. Odi Yanuwar (Indramayu). Judul puisi: Bunda itu Segalanya, Ibuku Pahlawanku

    48. Olinka Nastainah Ya Habibih (Gresik). Judul puisi: Tunggu Aku di Sudut Senja, Kebahagiaan Apa?

    49. Randi Wahyudi (Agam, Sumbar). Judul puisi: Ibu, Aku Padamu. Malam Itu.

    50. Rara Nurisnaini Yanuarina (Bojonegoro). Judul puisi: Wanita Semanak Yang Didustai Tinta Bisu Bernama Rindu, Yang Termaktub dalam Selang Binar Matanya.

    51. Ratna Dewi (Bukittinggi). Judul puisi: Lukisan Usia di Kening Ibu, Jasa Ibu.

    52. Rene Zetya (Hongkong). Judul puisi: Ibu, Aku Pulang. Rintih Ibu di Balik Terali Besi.

    53.  Reni Asih Widiyastuti (Semarang). Judul puisi: Untukmu Ibu, Ibu Dengarkan Ceritaku.

    54. Robyansyah(Pontianak). Judul puisi: Rinduku Ibu, Ibu Pahlawanku Selalu.

    55. Sahanara (Jambi). Judul puisi: Linang di Matamu, Inang. Perjamuan Haram.

    56. Salman Yoga S (Aceh). Judul puisi: Aku Memanggilmu Ine, Sketsa Sajadah.

    57. Shalikhah Azkanisa (Balikpapan, Kaltim). Judul puisi: Ibu, Aku Merindukanmu. Kasih Sayangmu Bagai Lautan Tak Bertepi.

    58. Siti Fadhilla Zanaria (Makassar). Judul puisi: Aku Mau Pulang, Senja di Usia Ibu.

    59. Sri Wahyuni (Bandung). Judul puisi: Jarak, Memeluk Rindu.

    60. Suheli Karyadi (Cilegon). Judul puisi: Ketika Waktu Tak Bisa Kembali, Rindu Ini Untuk Ibu.

    61. Syarofatul Munawaroh (Bangkalan Madura). Judul puisi: Mom is My Angel, Ibuku Cahaya Surgaku.

    62. Syifa Maulidina (Depok). Judul puisi: Cinta Ibu, Hari Pernikahan Ibu.

    63. Tan Muhammad (Bengkulu). Judul puisi: Ibu, Muara Kasih.

    64. Saifun Arif Kojeh (Seponti). Judul puisi: Orion Buat Bunda, Tak Membiarkan Ibu dalam Sunyi-Senyap.

    65. Tirto Arum (Hongkong). Judul puisi: Ijabah Doa, Padamu Bu.

    66. Uda Agus (Payakumbuh). Judul puisi: Melukis Wajah Bunda, Doa Bunda.

    67. Vera Mutiara Sani (Karawang). Judul puisi: Dalam Bentang Hangat, Sadik Bidadari Cantik.

    68. Widia Fauziah (Bekasi). Judul puisi: Cahaya di Sepasang Mata Perempuan, Serumpun Rindu Untuk Ibu.

    69. Yuhalini (Taiwan). Judul puisi: Ibuku Memang Hebat, Perempuan Setengah Dewa.

    70. Yuyun Ambarwanto (Wonogiri). Judul puisi: “Rindu” Lentera Kaca-kaca Berdebu, Lembayung Senja di Pusara Ibunda.

    Keterangan:

    1. Jadwal proses penerbitan mulai tanggal 15 Nopember 2014 s.d 15 Januari 2015 (selesai cetak)

    2. Semua penulis yang lolos pada tahap 2, akan mendapatkan piagam penghargaan. Piagam dikirim melalui email masing-masing setelah judul utama buku ini ditentukan oleh TIM FAM. Semua penulis juga akan mendapatkan jadwal proses penerbitan buku ini melalui email dan satu (1) buku bukti terbit yang dikirim ke alamat masing-masing penulis. Disarankan tidak berganti-ganti alamat email, sebab admin akan mengirimkan piagam dan info ke alamat email saat mengirimkan naskah.

    FAM PUBLISHING-DIVISI PENERBITAN FAM INDONESIA
    www.fampublishing.net

    Lihat koleksi buku-buku anggota FAM Indonesia DI SINI.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Update Final Nama Penulis dan Judul Puisi yang Lolos pada Penerbitan Buku Antologi “Puisi, Dalam Balutan Rindu” Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top