• Info Terkini

    Friday, December 19, 2014

    Mengasah Pena dalam Cinta

    Judul: Cinta di Ujung Pena
    Penulis: 42 Penulis Indonesia
    Penerbit: FAM Publishing
    Jumlah halaman: 309 hal; 14 x 20 cm
    Terbit: September 2014
    ISBN: 978-602-7956-78-0

    Kisah-kisah 42 penulis di buku ini sangat beragam, ada yang menulis berawal dari hobi, waktu luang, termotivasi teman, ingin menghasilkan karya bermanfaat dll. Mereka menemukan keasyikan dan merasa nyaman mencurahkan segala perasaan lewat tulisan. Semua peristiwa yang terjadi dalam kehidupan mereka menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan karya.

    Anna Ilham, seorang BMI Hongkong mengawali kisah di buku ini dengan judul “Menulis itu Perjuangan.” Wanita mandiri yang bekerja sebagai pengasuh anak ini,  menyediakan waktu menulis (baginya) benar-benar sebuah perjuangan. Di mana aktivitas hariannya tak memberi ruang yang cukup untuk menulis. Sejak pagi, ia bekerja menyiapkan keperluan anak-anak sekolah, belanja ke pasar, menemani nenek minum teh dan mengerjakan berbagai pekerjaan rumah lainnya, seperti; mencuci pakaian, menyetrika, vacum cleaner dll. Namun ia mengerjakan semua pekerjaan itu dengan penuh semangat dan harapan cepat selesai dijalankan, agar memiliki sedikit waktu luang untuk menulis.

    Berbeda dengan kisah Dilla Rahmi, seorang penulis dari Padang yang memiliki keterbatasan dalam pendengaran. Dia memberi judul kisah inspiratifnya “Menembus Batas dengan Menulis.” Gadis ini pernah mengalami kejadian yang tidak menyenangkan, saat mendapat penghinaan dari sahabatnya, terkait pendengarannya yang kurang. Saat itu hati Dilla terpukul dan menangis sejadi-jadinya. Hal itu pulalah yang kemudian menjadi alasan gadis ini untuk menulis. Aktivitas menulis dijadikan pelampiasan luapan perasaannya atas ketidakberdayaan menerima perlakuan dari orang-orang sekitar, sekaligus ekspresi diri untuk mengenalkan siapa dirinya kepada orang lain. Kejujuran, suka duka dan harapan tak luput menjadi bagian yang  ia tuliskan. Berkat menulislah, ia merasa terhibur, mendapat kekuatan di saat lemah, merasa baik-baik saja di saat terpuruk dan lebih mencintai dirinya sendiri serta mensyukuri takdir yang diberikan-Nya.

    Kisah luar biasa lainnya, dapat kita baca pada “Satu Buku Sebelum Mati? Mungkinkah?” yang ditulis oleh Hevon Pheriantsih Janos. Mati? Satu kata menggugah yang ditulis Hevon. Menurutnya, mati adalah sesuatu yang tidak ia takuti. Sejak lahir ia telah menderita bocor jantung. Lebih dari sepuluh kali mengalami sekarat dan koma, namun  Allah masih memberinya kesempatan hidup. “Tapi bagaimana jika suatu saat aku benar-benar mati? Aku tidak ingin mati begitu saja!” tulisnya. Tekadnya, sebelum mati harus menghasilkan karya, setidaknya satu buku sebelum mati. Namun tekad itu sempat tersurutkan, mengingat kondisinya saat ini yang mengalami Amnesia Retrograde akibat sebuah kecelakaan. Ia sering mengalami lupa, komunikasi tidak nyambung dan salah paham. Tapi, ia terus menumbuhkan tekad itu dengan mencoba menulis di postingan sebuah grup kepenulisan. Tanpa diduga, tulisannya mendapat respon positif. Berkat dukungan dan motivasi dari orang-orang yang membaca tulisannya, semangat menulis pun bangkit dan mendorongnya makin aktif menulis.

    Ingatan adalah salah satu unsur penting dalam proses kreatif menulis, namun Hevon mampu menuangkan ide-idenya melalui tulisan dengan baik dan terstruktur, seolah-olah unsur terpenting itu tak pernah hilang dari dirinya. Sebuah pencapaian yang luar biasa dan sangat menginspirasi.

    Kisah-kisah inspiratif lainnya, tak kalah menarik, namun tentu tidak bisa saya  tuliskan secara detail satu-persatu. Semua kisah dalam buku ini sangat inspiratif, menohok kesadaran dan menggairahkan semangat berkarya. Sangat cocok dibaca oleh orang-orang yang ingin menjadi penulis atau yang sedang dirundung kegalauan dalam proses kreatif menulis. Agar kegiatan menulis jadi mengasyikan bertabur cinta, hingga pena pun terasah tajam. (*)

    Sumber: Koran Harian Singgalang Edisi Minggu, 21 Desember 2014


    Lihat koleksi buku karya anggota FAM Indonesia DI SINI

    Gabung dan like fanspage FAM Indonesia DI SINI
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Mengasah Pena dalam Cinta Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top