• Info Terkini

    Wednesday, December 17, 2014

    Piagam Penulis Buku Puisi “Ibu dalam Balutan Rindu”

    Piagam FAM Indonesia
    Seluruh penulis buku antologi "Ibu dalam Balutan Rindu" akan mendapatkan piagam seperti contoh. Piagam akan dikirim melalui email masing-masing penulis secara bertahap. Adapun nama-nama penulis yang tergabung dalam event ini sbb:

    1. Abdullah (Bontang). Judul puisi: Ibu, Pelita dan Penyemangat Hidupku. Pesona Ibuku

    2. Adeline Yunita Suprapto (Bandung). Judul puisi: Pagi yang Cerah, Maafkan Aku Mama

    3. Ajeng Mawaddah Puyo (Gorontalo). Judul puisi: Yang Datang Tiba-tiba, Bu

    4. Almi Yanti (Padangpanjang). Judul puisi: Sepenggal Kisah, Sajak tentang Ibu

    5. Amrul Fajri (Sigli, Aceh). Judul puisi: Bu, Keningmu Taman Syurga Firdaus, dan Kepadamulah Rinduku Bermuara. Tentangmu Ibu, Telah Dinukilkan di Dalam Kitab Suci-Nya, dan Rasul Pun Memuliakanmu

    6. Angga Juniardo (Bekasi Utara). Judul puisi: Ucapan Terima Kasih Kepada Ibu, Ibu

    7. Anik Maslikah (Hongkong). Judul puisi: Kasih Bunda, Perjuangan Seorang Ibu

    8. Athiyah Karim (Jember). Judul puisi: Ibu Kaulah Hidupku, Bukan Sekadar Ibu

    9. Arif Hidayatullah (Padang). Judul puisi: Aku Ada Karena Ibu, Ibu Inspirasiku

    10. Anna Ilham (Malang). Judul puisi: Melodi Cinta Bunda, Seutas Kasih

    11. Andre (Tanah Datar, Sumbar). Judul puisi: Goresan Pena Biru “Sebutlah Namaku dalam Tidur Panjangmu”, Akankah Kau Hadir dalam Sebuah Jawaban

    12. Ahmad Fachrurozi (Bogor). Judul puisi: Aku tak Ingin Waktu itu Kembali, Pusara

    13. Akhmad Nurhadi Moekri (Sumenep). Judul puisi: Hari-hari Emak, Aku Ingin Bersama Ibu

    14. Anik Astiyati (Semarang). Judul puisi: Mega Rindu, Ketika Hati Bernapas Harap

    15. Amir Afandi (Cilegon). Judul puisi; Sang Lentera Kasih Abadi, Ibu Aku Merindukanmu

    16. Bony Fasius (Surabaya). Judul puisi: Bu Sri, Pejuang Harkat. Anugerah Seni, Bu Sri

    17. Chania Maulidina Widyasari (Malang). Judul puisi: Tentang Sebuah Kerinduan, Rindu Mama

    18. Cinta Okta Edverliano (Semarang). Judul puisi; Ibu, Rindu untukmu Ibu

    19. Danu Supriyati (Kebumen). Judul puisi: Kubingkai Rindu dalam Doa, Lelaki Untuk Ibuku

    20. Denny Pangga (Lubuk Linggau). Judul puisi; Cinta Ibu, Wanita Mulia

    21. Desco White (Padang Panjang). Judul puisi: Ibu dan Gubuk Tua, untuk Ibu

    22. Deski Ramanda (Padang). Judul puisi: Selaksa Rindu, Selimut Rindu

    23. Dewi Lestari (Kudus). Judul puisi: Makanan Itu, Cahaya Cinta Ibu

    24. Delvina Fitriani (Solok, Sumbar). Judul puisi: Menunggu, Masih

    25. Dinda Sailut (Hongkong). Judul puisi: Sekuat Hatimu, Ibu Syurga Duniaku

    26. Dwi Anna Desyanti (Kepulauan Selayar). Judul puisi: Bawa Aku Ibu, Doa Dalam Diam

    27. El Malka (Banjarmasin). Judul puisi: Untukmu Ibu, Oh... Ibu

    28. Elin Nofia Jumesa (Payakumbuh). Judul puisi: Serenade Ibu, Pulang

    29. Esma Ahmad Sureza (Depok). Judul puisi: Mengeja Jasamu, Ibu Derajatmu Telah Terucap Tiga Kali Dari Mulut Manis Baginda Rasul.

    30. Farid Fauzi (Payakumbuh). Judul puisi: Balutan Rinduku Pada Ibu, Kertas Rindu

    31. Gabriella R Almadea (Jakarta).Judul puisi; Ibuku, Kasih Ibu

    32. Hartati (Batusangkar). Judul puisi: Apa Cukup?, Tabah Mandeh, Isak di Hati

    33. Herdian Armandhani (Bali). Judul puisi: Titip Rindu Untuk Bunda, Kasih Sepanjang Masa

    34. Herman Suryadi (Bengkulu). Judul puisi; Ibu, Kuingat Pesan Luhurmu. Kala Aku Kanak-kanak Selalu Bersama Emak

    35. Hermin Pujihantari (Konawe, Sulteng). Judul puisi: Bunda Idola, Kemuliaan Ibu

    36. Ii Gustiawan (Bukittinggi). Judul puisi: Malaikat yang Selalu Mendampingiku, Tanah Suci Keinginanmu

    37. Ikhsan Satria Irianto (Bengkulu). Judul puisi; Ibu, Lihatlah Pelayar Kecilmu. Memupuh Rindu

    38. Kukuh Septio Aji (Demak). Judul puisi: Ibu, Perempuan yang Tersenyum. Keadilan (Porsi) Tuhan

    39. Lita Oktaviani (Padang). Judul puisi: Mahkota Cahaya Untuk Ibu, Salam Rindu Untuk Ibu

    40. Laras Sekar Seruni (Jakarta). Judul puisi; Doa Ibu, Sang Ibu

    41. Lu’lu’ Olivia Ningrum Kusuma Dewi (Yogyakarta). Judul puisi; Salam Rindu Dari Kami Abakmu, Dalam Dekapanmu Ibu

    42. Maradona Sihombing (Yogyakarta). Judul puisi; Sayap Kasih di Sebaris Doa Ibu, Kidung Rindu Untuk Ibu

    43. Mentari Sekar Dewi (Gresik). Judul puisi: Cintaku Mengertiku, Nyanyian Rindu Untukmu Ibu

    44. Niken Alfina Rahmawati (Tulungagung). Judul puisi: Bidadari Terindah, Risalah Untuk Umi

    45. Nurhidayah Bms (Riau). Judul puisi: Aksara Tak Kuasa Merapal Cinta Ibu, Ibu Pecandu Air Mata

    46. Nurul Izati (Demak). Judul puisi: Purnama Kasih Ibu, Sayap Kerinduan

    47. Odi Yanuwar (Indramayu). Judul puisi; Bunda itu Segalanya, Ibuku Pahlawanku

    48. Olinka Nastainah Ya Habibih (Gresik). Judul puisi; Tunggu Aku di Sudut Senja, Kebahagiaan Apa?

    49. Randi Wahyudi (Agam,Sumbar). Judul puisi: Ibu, Aku Padamu. Malam Itu

    50. Rara Nurisnaini Yanuarina (Bojonegoro). Judul puisi: Wanita Semanak Yang Didustai Tinta Bisu Bernama Rindu, Yang Termaktub dalam Selang Binar Matanya

    51. Ratna Dewi (Bukittinggi). Judul puisi; Lukisan Usia di Kening Ibu, Jasa Ibu

    52. Rene Zetya (Hongkong). Judul puisi: Ibu, Aku Pulang. Rintih Ibu di Balik Terali Besi

    53. Reni Asih Widiyastuti (Semarang). Judul puisi; Untukmu Ibu, Ibu Dengarkan Ceritaku

    54. Robyansyah(Pontianak). Judul puisi: Rinduku Ibu, Ibu Pahlawanku Selalu

    55. Sahanara (Jambi). Judul puisi; Linang di Matamu, Inang. Perjamuan Haram

    56. Salman Yoga S (Aceh). Judul puisi; Aku Memanggilmu Ine, Sketsa Sajadah

    57. Shalikhah Azkanisa (Balikpapan, Kaltim). Judul puisi: Ibu, Aku Merindukanmu. Kasih Sayangmu Bagai Lautan Tak Bertepi

    58. Siti Fadhilla Zanaria (Makassar). Judul puisi:  Aku Mau Pulang, Senja di Usia Ibu

    59. Sri Wahyuni (Bandung). Judul puisi; Jarak, Memeluk Rindu

    60. Suheli Karyadi (Cilegon). Judul puisi: Ketika Waktu Tak Bisa Kembali, Rindu Ini Untuk Ibu

    61. Syarofatul Munawaroh (Bangkalan Madura). Judul puisi; Mom is My Angel, Ibuku Cahaya Surgaku

    62. Syifa Maulidina (Depok). Judul puisi: Cinta Ibu, Hari Pernikahan Ibu

    63. Tan Muhammad (Bengkulu). Judul puisi: Ibu, Muara Kasih

    64. Saifun Arif Kojeh (Seponti). Judul puisi:  Orion Buat Bunda, Tak Membiarkan Ibu dalam Sunyi-Senyap

    65. Tirto Arum (Hongkong). Judul puisi:  Ijabah Doa, Padamu Bu

    66. Uda Agus (Payakumbuh). Judul puisi; Melukis Wajah Bunda, Doa Bunda

    67. Vera Mutiara Sani (Karawang). Judul puisi: Dalam Bentang Hangat, Sadik Bidadari Cantik

    68. Widia Fauziah (Bekasi). Judul puisi; Cahaya di Sepasang Mata Perempuan, Serumpun Rindu untuk Ibu

    69. Yuhalini (Taiwan). Judul puisi:  Ibuku Memang Hebat, Perempuan Setengah Dewa

    70. Yuyun Ambarwanto (Wonogiri). Judul puisi: “Rindu” Lentera Kaca-kaca Berdebu, Lembayung Senja di Pusara Ibunda


    Salam aktif!
    FAM PUBLISHING

    Lihat koleksi buku karya anggota FAM Indonesia DI SINI

    Gabung dan like di fanspage FAM Indonesia DI SINI
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Piagam Penulis Buku Puisi “Ibu dalam Balutan Rindu” Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top