• Info Terkini

    Wednesday, December 3, 2014

    Ulasan Puisi "Goresan Sketsa dalam Doa" karya Nazhiera Az Zahra (FAMili Probolinggo)

    Dalam puisi ini ada sebuah rasa cinta yang tak tergapai. Cinta dalam hal ini tentu amatlah luas daya jangkaunya dan tidak dapat dijatuhkan kepada sesuatu yang merupakan perasaan menyukai lawan jenis saja. Boleh jadi demikian, namun boleh jadi tidak. Tapi lepas dari berbagai kemungkinan itu, rasa ini nampak dari bait pertama, di mana "menangis" dan "diam" seolah menjadi sebuah bumerang bagi tokoh "aku" ketika ia memilih untuk diam.

    Mungkinkah diamnya kepura-puraan? Mungkinkah cinta itu datang namun tidak sepenuhnya waktu mengizinkannya merengkuh cinta itu sekarang? Ataukah sebuah kisah lain terselip di dalamnya? Yang pasti, "rumitnya peradaban" melukiskan betapa sulit masa-masa yang dilalui.

    "Angan kini terbalut senja" pada bait berikutnya, menunjukkan seolah harapan itu telah sirna, pergi, dan benar-benar menutup untuknya. Ini lantaran "buram" yang nampak bila "skestsa" tercipta dari kisah ini. Maka hanya kepada Tuhan diri berserah.

    Cinta itu perlahan memberi sebuah pelajaran, bahwa segalanya akan kembali padaNya. Bukankah ketentuan itu ada di tangan Tuhan? Rasa tak nyaman sekaligus sebuah kesadaran nampak pada dua bait terakhir. Pada akhirnya, "aku" memasrahkan segala rasa itu untuk mengadu padaNya, agar cinta itu tidak sekadar indah dipandang, melainkan juga indah pada waktunya.

    Penulis cukup dalam memaknai puisinya. Hanya saja ditemukan beberapa kesalahan pada segi EYD. "Pada-Mu" dan "mencintai-Mu" yang benar tertulis "padaMu" dan "mencintaiMu". Lalu "sekedar" yang benar ditulis "sekadar". Kesalahan ketik ada pada "trlihat" yang sebenarnya "terlihat", "yng" yang semestinya "yang", dan "hInakah" yang harusnya "hinakah". Penggunaan tanda tanya dan koma rangkap (lebih dari satu) baiknya dihindari, cukup satu saja. Selebihnya sudah tidak ada kesalahan.

    Baik, terus berkarya dan jangan berhenti menulis.

    Salam santun, salam karya!
    TIM FAM INDONESIA

    [BERIKUT PUISI KARYA PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

    Goresan Sketsa Dalam Doa
    Nazhiera Az Zahra (IDFAM1830U)

    Kadang kemunafikan itu menjelma nyata dalam gerak
    Menghardik sedemikian hingga dan melumpuhkan sang damai
    Kata juga tak pernah seirama itu dalam ucap bibir
    Menangis pun bukan akhir dari segala daya
    Dan diam hanya menambah rumit peradaban

    Angan kini terbalut senja
    Menghampiri hati yang gersang penuh tanya
    Jika mampu diukir sebuah sketsa, mungkin buram yang tertoreh
    Asa kembali hanya pada-Mu
    Tertuju pada-Mu dan mengharuskan ragaku menyibaknya dalam tabir

    Lantunan itu menggetarkan roma yang kian menghangat
    Berderai pun malu jika trlihat
    Andai esok masih milikku
    Dan kebaikan menjulang seiring irama Al Ashr
    Mungkin aku masih mampu berujar "Terima kasih Tuhan"

    Aku mencintai-Mu,,
    Terlebih ketika hujatan itu mulai tengadah dalam kata
    Santunkah??? HInakah?? Atau sekedar ujian yng kosong tak bernilai
    Moga mampu terbina dalam bait doa
    Hanya pinta yang kecil dari makhluk yang bernyawa
    Tolong beri arti indah dalam hatinya,,

    Lihat koleksi buku karya anggota FAM Indonesia DI SINI.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Puisi "Goresan Sketsa dalam Doa" karya Nazhiera Az Zahra (FAMili Probolinggo) Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top