• Info Terkini

    Tuesday, December 2, 2014

    Ulasan Puisi "Selayang Keteguhan" Azizah Azizah (FAMili Tangerang)

    ilustrasi: net
    Puisi ini berisi tentang nasihat seseorang kepada sahabatnya yang tengah berlarut dalam kesedihan. Nasihat bijak tentang keteguhan iman dilayangkannya, seperti halnya pada judul puisi ini, demi mengembalikan napas keimanan di hati sang teman.

    Selayaknya memang bagi kita untuk dapat saling mengingatkan dalam kondisi apa pun. Tidak ada manusia yang sempurna. Untuk itulah, saling melengkapi antar sesama makhluk-Nya dapat membuat hidup jadi lebih berarti.

    Ada banyak koreksi mengenai EYD pada puisi ini. Seperti kata "di balut" yang seharusnya ditulis "dibalut" (kata kerja pasif, bukan keterangan tempat sehingga partikel "di-" berperan sebagai kata sambung). Lalu "akupun" yang benar "aku pun" (terpisah). "Taqwa" dan "kedepannya" yang benar: "takwa" dan "ke depannya". Sementara beberapa kata juga mengalami kesalahan ketik, seperti "haparan" yang seharusnya "hamparan", "ranggkul" yang seharusnya "rangkul", serta penulisan "yang" justru disingkat menjadi "yg". Diharapkan kepada penulis, untuk ke depan agar mengedit tulisan Anda terlebih dulu sebelum mempublikasikannya. Sebuah tulisan yang baik, apabila disajikan dengan kurang rapi, bukankah akan mengurangi kenyamanan pembaca?

    Pesan untuk penulis agar terus berkarya. Tetap tebarkan nilai positif pada karya-karya selanjutnya.

    Salam santun, salam karya!

    TIM FAM INDONESIA

    BERIKUT NASKAH ASLI TANPA EDITING

    Selayang Keteguhan

    Oleh Azizah (FAMili Tangerang IDFAM997S)

    Jemariku sampai pada bahu yang terguncang.
    Hati merombak pilu untuk tegarkan air mata yang tengah sendu di balut derita batin.
    Aku biarkan ia tersedu dalam kisahnya, bukan aku tidak peduli.
    Aku hanya ingin membuatnya nyama untuk waktu di haparan kepemilikannya.

    Perlahan aku genggam tangannya,
    Aku ranggkul kesedihannya,
    Aku tatap mata yang bengkak menahan siksa,
    Aku limbung kawan, Akupun tidak sempurna.

    Jika kamu buka jendela batinku.
    Kamu akan temukan butiran bawahnya dalam kalimatku.

    Masih jadi egoisme hatikah gundah di jiwa?
    Bukankah senyawa iman lebih besar dibanding problema yg terus berputar.
    Hidup punya andil untuk mendewasakan kita.
    Dan kamu ingin kalah dalam pertarungan??

    Itu pecundang yg tak punya nyali.
    Hanya berucap iman tapi tak percaya, bertaqwa tapi tak punya sikap. 
    Bagaimana dengan pondasi imanmu sahabat?
    Renungkan, dengan perenungan yang tidak melahirkan kegalauan.

    Malam larut dalam suasana berlutut, hampa dan terguncang.
    Kemudian bungkam, dan kamu masih sanggup untuk berurai air mata.
    Aku hanya ingin teguhkan batinmu, aku bercerca untuk mati dalam benak.
    Hamparan dengar, tolong cemari hitam untuk putih kedepannya.

    Dalam bicara, aku kisahkan ini untuk permata islam, untuk teguhkan engkau.

    Pamulang, Ramadhan 1433

    Lihat koleksi buku-buku karya anggota FAM Indonesia DI SINI.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Puisi "Selayang Keteguhan" Azizah Azizah (FAMili Tangerang) Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top