Skip to main content

Kopdar ke-2 FAM Cabang Kediri & Tulungagung di Taman Kilisuci Pare

Usai Kopdar ke-2 FAM Tulungagung & Kediri
Pare (FAMNews) -- Kopdar ke-2 FAM Cabang Kediri & Tulungagung berlangsung Kamis sore (15/1) di Taman Kilisuci, Pare.

Kopdar dihadiri Sekjen FAM Indonesia Aliya Nurlela dan diikuti 18 anggota FAM Indonesia yang berdomisili di wilayah Kediri.

Pada kesempatan tersebut, seorang FAMili dari Ciamis (Kang Isep) yang kebetulan sedang kursus bahasa Arab/Inggris di Kampung Inggris, ikut hadir.

Suasana Diskusi di Taman Kilisuci Pare

Kopdar diisi diskusi menulis yang dipandu Suryadi, penulis buku cerpen “Dewi Ganesha”, dialog interaktif dan persiapan pembentukan kepanitiaan Milad ke-3 FAM.

FAM Indonesia akan menghelat Milad ke-3 (2 Maret 2012 – 2 Maret 2015) yang kegiatannya dipusatkan di Pare. Waktu terasa begitu cepat, sebab sudah 3 tahun FAM Indonesia berkegiatan menghidupkan literasi, setidaknya bagi anggota FAM Indonesia.

“Usia tiga tahun memang belum apa-apa, tetapi ini awal FAM untuk lebih jauh melangkah dalam kiprahnya,” kata Aliya Nurlela.

Sementara itu, Kopdar ke-3 FAM Tulungagung dan Kediri rencananya akan diadakan pada tanggal 9 Februari 2015 mendatang, di lokasi yang sama. (*)


Gabung dan Like fanspage FAM Indonesia DI SINI

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…