• Info Terkini

    Tuesday, January 13, 2015

    “Rinai Kabut Singgalang”, Novel yang Menggugah Jiwa

    Judul: Rinai Kabut Singgalang
    Penulis: Muhammad Subhan
    Kategori: Novel
    Terbit: 30 Januari 2013
    Tebal: 396 halaman
    ISBN: 978-602-17404-3-9
    Harga: Rp 55.000,- (di luar ongkir)

    Dikisahkan, Maimunah (ibu Fikri), perempuan asal Pasaman (Sumatera Barat) telah dicoret dari ranji silsilahnya lantaran nekad menikah dengan Munaf (ayah Fikri), laki-laki asal Aceh. Munaf dianggap sebagai “orang-datang”, “orang di pinggang”, “orang yang tak berurat-berakar”. Menerima laki-laki itu sama saja dengan mencoreng kehormatan keluarga sendiri. Namun, diam-diam Maimunah melarikan diri ke Medan dan melangsungkan pernikahan dengan Munaf di kota itu. Setelah menikah, Maimunah tinggal di Aceh, dan tak pernah kembali pulang ke Pasaman. Sementara itu, orangtua Maimunah hidup berkalang malu, sakit-sakitan, dan akhirnya meninggal dunia. Safri, kakak kandung Maimunah bahkan sampai mengalami gangguan jiwa (gila), lantaran menanggung aib karena ulah adiknya melawan adat.

    Luka serupa, kelak, juga dialami Fikri. Fikri merantau ke Padang, karena ia bercita-cita hendak melanjutkan sekolah di perguruan tinggi. Sebelum ke Padang, Fikri mencari mamaknya (paman) di Kajai, Pasaman. Di kampung asal ibunya itu, Fikri sempat merawat paman Safri yang mengidap penyakit selepas kepergian Maimunah ke Aceh—dan karena itu ia dipasung di tengah hutan. Namun akhirnya Mak Safri tewas dibunuh akibat suatu perkelahian. Fikri pun meninggalkan Kajai hijrah ke Padang. Semasa di Padang, Fikri bertemu dengan Rahima, yang kemudian menjadi kekasih pujaannya. Namun, cintanya bagai bertepuk sebelah tangan. Keluarga Rahima—utamanya Ningsih (kakak Rahima)—bulat-bulat menolak pinangan Fikri, lagi-lagi dengan alasan: Fikri “orang-datang”, “orang di pinggang”.

    Remuk-redamnya perasaan Fikri bersamaan dengan luluhlantaknya Aceh, tanah asal Fikri, selepas megabencana gempa dan tsunami (2004). Annisa, adik kandungnya digulung gelombang besar, rumah tempat ia dibesarkan tak bisa ditandai lagi titiknya. Ibu-bapaknya telah meninggal sebelum bencana. Fikri hidup sebatangkara. Dan, begitu kembali ke Padang, persoalan berat sudah menunggunya. Betapa tidak? Rahima telah dijodohkan dengan laki-laki lain, yang kaya, yang dianggap lebih “beradat”. Akhirnya perempuan itu diboyong Ningsih ke Jakarta. Sementara di Padang, Fikri terpuruk dalam kesendirian, dalam keterpiuhan perasaan lantaran pengkhianatan cinta. Belakangan, Fikri mendengar kabar, Ningsih menjodohkan adiknya (Rahima) dengan laki-laki lain ternyata atas dasar utang budi. Kabar ini membuat Fikri semakin karam di kerak kepedihan.

    Sampaikah Fikri dan Rahima bersua di kemudian hari, ataukah pemuda malang itu hanya bertepuk sebelah tangan? Simak kelanjutan kisah yang mengharu-biru perasaan ini, dan menguras air mata dalam setiap babnya…

    ***
    Novelis ini dalam gaya bahasanya melanjutkan tradisi Buya Hamka, dengan latar Minang dan rasa Ilahiah yang kuat. Semoga Muhammad Subhan terus produktif dan melakukan eksplorasi tema kehidupan.

    ~Taufiq Ismail, Sastrawan

    Kisah romantis yang menggugah kearifan lokal. Bollywood rasa Minang.

    ~Abidah el Khalieqy, Penulis Cerita Film Perempuan Berkalung Sorban

    Kedalaman galian Rinai Kabut Singgalang, sesungguhnya dapat ditandai dengan upaya Muhammad Subhan dalam mempertahankan identitas roman berlatar alam Minangkabau yang belakangan mulai diabaikan.

    ~Damhuri Muhammad, Esais, Cerpenis

    Sebuah kisah yang sangat menarik, diwarnai banyaknya konflik. Ada semangat meraih mimpi, perjuangan dan pengorbanan cinta. Kesantunan bahasa sangat kental sekali, dipadu dengan nilai-nilai Ilahiah.

    ~Aliya Nurlela, Sekjen FAM Indonesia & Penulis

    ***

    [Cara mudah mendapatkan buku ini, pesan-kirim, dengan menghubungi Penerbit FAM Publishing lewat nomor 0812 5982 1511 (telepon & sms) atau berkirim pesan ke surat elektronik: forumaktifmenulis@yahoo.com. Lihat juga aktivitas literasi FAM Indonesia di www.famindonesia.com]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: “Rinai Kabut Singgalang”, Novel yang Menggugah Jiwa Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top