• Info Terkini

    Friday, January 2, 2015

    Saya Mengalami Kesulitan Menulis Cerpen

    Assalammu'alaikum Wr. Wb. Apa kabar Tim FAM ? Lama tak mengirim karya. FAM, banyak hal yang ingin saya tanyakan berkaitan dengan menulis cerpen. Berikut ini kesulitan yang saya alami dalam proses menulis cerpen:

    1. Sulit untuk mengawali. Ide itu kadang selalu bermunculan. Dengan melihat sebuah benda saja langsung muncul ide-ide untuk menulis. Tetapi untuk mengawalinya terasa susah. Setiap menulis, saya merasa mengulang apa yang pernah saya tulis di cerpen-cerpen sebelumnya.

    2. Terlalu memilih kata-kata. Setiap menulis, saya memang pemilih. Apalagi saya suka dengan bahasa kiasan dan terkesan kuno. Tetapi teman-teman yang membaca, suka berkomentar kalau kata-katanya tidak dipahami.

    3. Tidak suka membaca ulang. Jika telah selesai menulis sebuah cerpen, saya tidak suka membacanya kembali, walaupun sekadar memeriksa saja. Entah mengapa. Saya juga bingung.

    4. Terlalu memikirkan hikmah. Saya ingin di setiap tulisan saya ada hikmah yang bisa diambil. Namun, karena demikian akhirnya kebanyakan mikirnya daripada nulis.

    Nah, itu beberap kesulitan yang saya alami, FAM. Mohon masukannya ya. Terima kasih.

    Wassalammu'alaikum.

    RHONA FEBRIANY SARY
    IDFAM2665M, OKU

    Jawaban Tim FAM Indonesia:

    Waalaikumussalam. Saudari Rhona Febriany Sary yang baik, terima kasih sudah mengirimkan pertanyaan ke Tim FAM Indonesia. Berikut jawaban yang dapat kami berikan:

    1. Kamu punya potensi yang bagus, sebab ide selalu bermunculan kapan saja. Apalagi, dengan melihat sebuah benda langsung muncul ide, kemampuan itu tidak dimiliki semua orang. Nah, olah ide itu sedemikian rupa, buat pemetaan ide, sehingga tidak melebar ke mana-mana. Selain itu, ketika menulis cerpen, yang tak kalah penting, adalah temanya apa. Harus jelas dulu. Tujuannya, ketika menulis nanti, kamu tidak mengulang-ulang cerita yang sudah ditulis.

    2. Pemilihan kata atau diksi, memang perlu, tujuannya untuk memperindah estetika sebuah karya. Tapi, terlalu banyak kiasan, atau terlalu over diksi, tidak baik juga, karena cerita akan sulit dipahami, terutama bagi pembaca awam. Bagaimanapun, cerpen memiliki keterbatasan dalam jumlah kata yang dipakai. Sebaiknya gunakan pilihan kata yang umum, efisien dan hindari menggunakan kalimat deskriptif yang panjang-panjang. Pecah saja dengan dialog-dialog pendek yang menarik. Ajak pembaca ke dalam cerita, tidak menggurui dan mendikte.

    3. Membaca ulang tulisan itu sangat penting. Tujuannya agar naskah tampil sempurna terutama ketika sudah diterbitkan. Akan sangat tidak menarik jika sebuah tulisan dibaca pembaca dengan isi yang acak-acakan, tidak taat kaidah berbahasa yang baik dan benar, EYD kacau, banyak kesalahan ketik, dan lainnya. Itu bisa mengganggu isi cerita dan menjatuhkan kredibilitas seorang penulis. Maka, sebelum tulisan dikirim ke media/penerbit, lakukanlah editing berkali-kali, sampai naskah yang dibaca jauh dari kesalahan, sekurang-kurangnya kesalahan ketik dan bisa dipahami. Penulis harus menjadi editor pertama karyanya.

    4. Memasukkan pesan-pesan hikmah (moral) di dalam cerita sangat baik, sebab tulisan merupakan salah satu sarana dakwah. Tapi, untuk tahap awal, tuliskan saja apa yang dirasakan, renungkan isinya berkali-kali. Penulis harus bertanya pada dirinya, jika tulisan itu terbit, apa sih manfaatnya bagi pembaca? Jika penulis dapat menjawabnya bahwa tulisan itu memiliki manfaat, tentu di dalamnya telah mengandung pesan hikmah yang positif. Pesan-pesan itu bisa diselipkan pada karakter tokoh, konflik, dan ending cerita.

    Demikian jawaban singkat Tim FAM Indonesia, semoga memuaskan. Terus berkarya.

    Salam aktif
    FAM INDONESIA

    Lihat koleksi buku karya anggota FAM Indonesia DI SINI

    Gabung dan like fanspage FAM Indonesia DI SINI

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Saya Mengalami Kesulitan Menulis Cerpen Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top