Skip to main content

Update Final Penulis Buku Kisah Inspiratif “Aku dan Buku”

1. Ade Teja Mukti (Tasikmalaya). Judul naskah: Aku Ingin Menjadi Buku Hidup

2. Brillian Eka Wahyudi (Jakarta Barat). Judul naskah: Refreshing Dengan Buku: Dari Toleransi, Juara, Hingga Taubat

3. Chania Maulidina Widyasari (Malang). Judul naskah: Sebendel Kertas Ajaib

4. Dra Lifya (Padang). Judul naskah: Bersahabat dengan Buku

5. Rhona Febriany Sary (Palembang). Judul naskah: Motivasi Sang Pemimpi

6. Sri Wahyuni (Bandung). Judul naskah: Aku Bersama Buku Dilanku

7. Ulfah Maisyarah (Pekanbaru). Judul naskah: Secarik Kertas, Halaman 27

8. Yuhalini (Taiwan). Judul naskah: Buku Nafasku

9. Carisca Pembayun (Hongkong). Judul naskah: Buku Panduan Hadiah Ibu

10. Ana Wulung Ayu (Hongkong). Judul naskah: “Hope”, Penguat Langkah Meniti Impian

11. Eka Rahayu (Malang). Judul naskah: Sepenggal Kisah Antara Aku dan Dia

12. Ummi Lathifah (Malang). Judul naskah: Sepotong Episode tentang Novel Biru

13. Elza Oktaviani Silaen (Palembang). Judul naskah: Mengenggam Hidayah-Nya: Soleha Is Me

14. Nurbing Asselayari/Osella (Kepulauan Selayar). Judul naskah: Jalan Para Pengabdi

15. Titik Ilhamiyah/ Anna Ilham (Malang). Judul naskah: Buku, Guru tiada Batas

16. Lenni Ika Wahyudiasti (Surabaya). Judul naskah: Buku dan Memori Tentangmu

17. Intan Wahyuni (Palembang). Judul naskah: Bangkit Karena Motivasi dan Tindakan

18. Ayu Kusuma Dewi (Maumere). Judul naskah: Lovely Dream Book

19. Sariyyul Hikmah /Arikmah Kamal (Surabaya). Judul naskah : Buku Adalah Jendela Dunia

20. Yulia Andriana (Palembang). Judul naskah: Jilbab Ini Meneduhkanku

21. Rio Agustianto (Padang). Judul naskah: Benci Bilang Cinta

PENGUMUMAN:

1. Jadwal proses penerbitan akan dikirim via email masing-masing penulis.

2. Semua penulis yang lolos pada tahap 2, akan mendapatkan piagam penghargaan. Piagam dikirim melalui email masing-masing setelah judul utama buku ini ditentukan oleh Tim FAM.

3. Semua penulis juga akan mendapatkan jadwal proses penerbitan buku ini melalui email dan 1 eks buku bukti terbit yang dikirim ke alamat masing-masing penulis (setelah selesai cetak).

4. Disarankan penulis tidak berganti-ganti alamat email, sebab admin akan mengirimkan piagam dan info ke alamat email saat mengirimkan naskah.

5. Segala pertanyaan terkait penerbitan buku ini hanya melalui email; forumaktifmenulis@yahoo.com.

Terima kasih atas partisipasi Anda. Salam aktif!

FAM PUBLISHING

Divisi Penerbitan FAM Indonesia

Gabung dan like fanspage FAM Indonesia DI SINI

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…