Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2015

Kopdar FAM Bukittinggi di Rumah Puisi Taufiq Ismail

Kopdar ke-5 FAM Cabang Bukittinggi berlangsung Minggu, 15 Februari 2015, pukul 10.00 WIB, di Rumah Puisi Taufiq Ismail, dengan agenda Bedah Karya Resensi Buku.

Pada kesempatan itu, hadir anggota FAM Bukittinggi, yaitu Maryam Syarif, Doni alfajri, Aulia Rahman, Hendri Effendi, dan Ratna. Anggota lainnya tidak dapat hadir karena sejumlah kesibukan. Anggota FAM Bukittinggi yang tidak hadir, di antaranya: Iie Gustiawan, Oktavia, Rahmi Intan, Zifano, Eca, Tri Adnan, dan Putra.

Dalam  Kopdar kali ini banyak hal yang kami dapat, di antaranya silaturahim dengan teman baru yaitu kakak yang bekerja sebagai pengurus Rumah Puisi. Beliau sangat baik dan menyambut kedatangan kami dengan sangat ramah dan hangat. Selian itu kami bertemu dengan Ibu Lili Asnita yang juga anggota FAM Bukittinggi meski tak lama karena Bu Lili harus ikut dengan orangtuanya.

Pembahasan kali ini menyangkut resensi karya Aulia Rahman yang telah terbit di sebuah Koran. Kami berdiskusi bersama tentang cara-cara meresensi yang bai…

Event Tahunan UKM Jurnalistik Broca FK Unand: “Kata, Makna, Karya dalam Journalism Week 2015”

Padang (FAMNews) – Unit Kegiatan Mahasiswa Jurnalistik Broca Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand), Sumatera Barat, kembali menggelar event tahunan Journalism Week (JW) 2015. Kali ini, panitia mengusung tema “Lintasi Barisan Kata, dalam Ruang Makna, Mengukir Jejak Karya”.

Ketua Panitia JW 2015, Rizki Trismimanda, Sabtu (21/2), mengatakan, kegiatan itu didukung sejumlah pihak, salah satunya Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia.

Dia menyebutkan, pada JW 2014 lalu, Broca Fakultas Kedokteran Unand menghadirkan Daeng Khrisna Pabichara, penulis buku Sepatu  Dahlan. Tahun ini, panitia menghadirkan salah seorang pendatang baru yang cukup fenomenal dalam dunia kepenulisan. Dia adalah Kurniawan Gunadi a.k.a Mas Gun yang merupakan penulis cerita di @suaracerita dan penulis Hujan Matahari.


“Ajari aku menggunakan pena, akan kutulis gemericik air, udara dingin, kabut senja, sampai daun gugur. Sebagian besar pengguna soundcloud tentu sangat mengenal ungkapan ini. Itu kutipan Mas Gun yang cukup…

Yudha Prima: “Saya Lelah Berunjuk Rasa, Lalu Saya Menulis”

Pengantar FAM Indonesia:
Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, pada Rabu (18/02/2015), mengadakan Seminar Online Proses Kreatif dan Peluncuran Buku “Anomali” karya Yudha Prima yang sekaligus menjadi nara sumber. Berikut kesimpulan seminar tersebut.

MODERATOR:Assalamualaikum, FAMili. Apa kabar Anda malam ini? Semoga sehat dan selalu semangat menghasilkan karya. Selamat datang di “rumah inspiratif” FAM Indonesia.

Malam ini FAM Indonesia menghadirkan tamu istimewa di grup FAM, yaitu Mas Yudha Prima (Surabaya). Beliau seorang penulis, mentor, Koordinator FAM Cabang Surabaya dan penulis buku cerpen “Anomali”. Buku ini diterbitkan FAM Publishing, Divisi Penerbitan FAM Indonesia, dan malam ini secara resmi diluncurkan di grup FAM Indonesia.

Ini kesempatan bagi Anda, khususnya pemula (baik anggota resmi FAM Indonesia maupun anggota grup ini) yang ingin mengetahui kiat-kiat sukses Mas Yudha Prima menulis buku cerpennya. Anda akan menyimak, bertanya-jawab dengan Mas Yudha khusus tentang proses kreat…

Wah, Lombanya Sudah Ditutup Ya? Aku Kecewa Bingitz!

“Wah, lombanya sudah ditutup ya?” “Aduh, kecewaaa sekali, telat”. “Apa masih bisa ngirim naskah?” “Diperpanjang dong Min lombanya, saya baru tahu”. “Please, saya sudah kirim satu jam sebelum deadline, tolong chek ya?”

Itulah di antara keluhan peserta Sayembara Cipta Puisi Tingkat Nasional Bertema “Aku Bangga Menjadi Orang Indonesia” yang digelar FAM Indonesia sejak 2 bulan belakangan dan resmi ditutup Jumat, 20 Februari 2015, pukul 20.00 WIB, malam. Keluhan lainnya sangat banyak. Padahal, sayembara ini sudah jauh-jauh hari digelar dan pesertanya di-update setiap hari. Jumlah naskah lebih 1.500-an yang sampai hari ini memasuki tahap seleksi.

Budaya sebagian masyarakat Indonesia, dan telah menjadi rahasia umum, adalah “suka melalaikan waktu dan mengabaikan kesempatan”. Ujung-ujungnya berbuah kekecewaan. Dan, penyesalan selalu datang terlambat.

Saran FAM Indonesia, untuk setiap lomba yang diikuti, di mana pun dan oleh siapa pun yang mengadakan, biasakan mengirim naskah di awal atau di per…

Kopdar ke-24 dan Launching Buku Cerita Anak “Kelingking Persahabatan”

Lahirnya Buku Antologi Cerita Anak “Kelingking Persahabatan” yang ditulis oleh 23 penulis adalah buah keprihatinan banyak orang terhadap langkanya buku cerita anak yang sehat untuk dikonsumsi anak-anak.

Lebih jauh lagi, melalui buku yang dilaunching secara khusus dalam Kopdar ke-24 FAM Surabaya, Ahad, 15 Februari 2015, pukul 09.30-13.00 di kantor Bina Qalam, FAM Surabaya mendambakan munculnya generasi-generasi cerdas dengan gemar membaca dan menulis.

Lahirnya generasi-generasi berkualitas sebagaimana diimpikan tersebut tentu tidak bisa dilepaskan dari dukungan orangtuanya. Hal ini diakui oleh Anna Mazida, siswi kelas 6 SD yang telah meraih banyak prestasi di dunia kepenulisan saat usianya masih sangat belia.

Zida, begitu dia biasa disapa, menuturkan dalam sesi talkshow "Mempersiapkan Generasi Cerdas Gemar Menulis dan Membaca", betapa signifikannya kontribusi orangtuanya, terutama ibundanya, Sofi Rohma, dalam menanamkan budaya membaca.

Adapun peran yang diharapkan bisa dilaku…

Temu Darat FAM Unit Kampus UNP Sukses

Terima kasih kepada FAM Unit UNP yang telah mengirim laporan kegiatannya ke FAM Pusat.

Laporan Kopdar FAM Unit UNP pada tanggal 15 Februari 2015 di Padang, sbb:

1. Pelaksanaan bincang-bincang seputar dunia kepenulisan bersama Boy Candra belangsung sukses.

2. Pemenang Lomba Internal FAM Unit UNP dengan tema "Jalan-Jalan ke Negeri Fiksi”:

a. Kategori Cerpen
- Juara 1, Bambang Sugianto (Asal Muasal Desa Apung)
- Juara 2, Pin Koto (Rin dan Jendela)
- Juara 3, Amika An (Kabar)

b. Kategori Puisi
- Juara 1, Sakinah
- Juara 2, Vivi AZ
- Juara 3, Arif Hidayatullah Afsyah

Dewan Juri Lomba:
1. Denni Meilizon (Juri Puisi)
2. Muhammad Fadhli (Juri Cerpen)

c. Pengirim Karya Terbanyak: Armansyah Grb

d. Penulis Terbaik: Pin Koto

3. Menyambut Perayaan Milad ke-3 FAM Indonesia yang didiskusikan di grup FAM UNP, kemarin ada beberapa usul:

- Membuat film dokumenter, behind the scene seputar dunia menulis
- Aksi sosialisasi menulis dengan seribu tanda tangan untuk FAM Indonesia
- Lomba yang dibuka untuk umum tentang u…

Ulasan Cerpen "Eldi" Karya Sri Wahyuni (FAMili Bandung)

Pengakuan Eldi pada Desti, kekasihnya, membuat gadis itu tak habis pikir. Jalinan cinta yang mereka bina selama ini, harus kandas hanya karena adanya wanita lain. Pengakuan ini akhirnya membuat mereka harus berpisah.

Hal yang ganjil pada cerpen ini ada di bagian tengah. Ketika pengakuan Eldi sampai di puncaknya, ibarat kata sebuah gunung hendak meletus, tahu-tahu itu sekadar lelucon Eldi pada pacarnya. Anehnya, sesudah itu, Eldi malah benar-benar melakukan pengakuan adanya orang ketiga dalam kisah mereka. Ganjil, bukan? Eldi yang hendak mengakui kesalahan, memulai dengan candaan lebih dulu, untuk kemudian dalam jeda waktu yang singkat, mengungkap pengakuan sebenarnya.

Dalam dunia nyata, kemungkinan seperti ini akan sulit terjadi, apalagi dalam cerpen ini Desti digambarkan masih bisa bercakap-cakap walau hatinya terluka. Kalau dibuat seperti ini, mungkin akan lebih natural jika Desti langsung pergi tanpa mau mendengar penjelasan Eldi, kecuali Desti orang yang terlalu sering disakiti dan…

Impian Adalah Kekuatan

Judul: Mimpi yang Sempurna
Penulis: 38 Penulis Indonesia
Penerbit: FAM Publishing
Jumlah halaman: 305 hal; 14 x 20 cm
Terbit: September 2014
ISBN: 978-602-7956-85-8
Resensiator: Aliya Nurlela

38 Penulis hadir membawa impian masing-masing dalam kisah inspiratif mereka yang terangkum dalam buku “Mimpi yang Sempurna.” Tiap orang memiliki impian, dan impian para penulis di buku ini sangat beragam. Ada yang bermimpi menjadi sarjana, PNS, cucu yang baik dengan segudang prestasi, mengubah perilaku negatif pemuda di kampungnya, orangtua yang baik dll. Impian dan proses meraihnya, mereka tuliskan. Cara peraihannya pun sangat beragam. Suka duka memperjuangkan impian itu sangat menarik untuk disimak.

“Orang Miskin Dilarang Menjadi PNS” adalah judul kisah menggapai impian yang ditulis Denny Nofriansyah. Sebuah kisah perjuangan anak petani yang ingin menuntut ilmu hingga jenjang tertinggi. Berkat dukungan serta jerih payah dari kedua orangtua dan saudara-saudaranya, Denni mampu menyelesaikan kuliah S-1 da…

Sepucuk Surat Beku di Jendela

Judul: Sepucuk Surat Beku di Jendela
Penulis: Aliya Nurlela
Kategori: Cerpen
ISBN: 978-602-335-008-7
Terbit: Januari 2015
Tebal: 152 hal; 14 x 20 cm
Harga: Rp38.000,- (Harga belum termasuk Ongkir)
Surat lagi. Dia beringsut meraihnya, lalu membuka perlahan.

Sahabat, teringat di remang malam dalam bayang wajah rembulan. Sekilas namamu hadir di benak. Mengusik ketenangan, menyalakan ingatan. Kala kita masih bersama, asyik merenda kata. Di taman pustaka impian kita.

Namamu, wajahmu, adalah lentera. Penyejuk mata kala kegelapan membinasa. Derita dan nestapa tersibak bersama luka-luka. Serentet syair adalah nyanyian diam yang kaupahat. Menasbihkan pesan melenakan, membuai kalbu.

Bersamamu adalah harapan. Kepergianmu adalah kepiluan. Perjumpaan denganmu adalah impian.

Dapatkah kata kembali terenda di ujung pilu nestapa. Di sela duka derita. Di antara riak ketidakpastian. Aku mencarimu, di remang malam.

Dilipatnya kertas itu. Sejenak, ia menengok ke luar jendela, lalu menengadahkan muka ke langit. Ad…

Antisipasi Valentine Day, Hizbul Wathan Lamongan Gelar Workshop Menulis

Lamongan (FAMNews) – Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kwartir Daerah Lamongan, Jawa Timur menggelar Workshop Motivasi Menulis, Sabtu (14/2). Sekjen Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia Aliya Nurlela tampil sebagai narasumber.

Acara yang bertempat di lantai 3 Kampus STIKES Muhammadiyah Lamongan itu, diikuti 150-an siswa dan guru perwakilan dari 34 SMA/MA/SMK se-Kabupaten Lamongan. Peserta sangat antusias mendapatkan materi motivasi dari Aliya Nurlela yang juga seorang novelis.

Pembina Hizbul Wathan Lamongan Fathurochim Suryadi mengatakan, motivasi menulis tersebut diadakan dalam rangka memotivasi siswa bagaimana seharusnya mereka menyalurkan bakat.

“Acara ini juga sengaja diadakan pada tanggal 14 Februari, bertepatan hari Valentine Day, agar konsentrasi siswa dialihkan pada kegiatan yang lebih positif,” ujarnya.

Selain workshop, Fathurochim Suryadi juga berencana menggagas pembentukan cabang FAM Lamongan. Saat ini telah dipersiapkan calon pengurus yang terdiri dari kalangan guru, mahasiswa d…

Kopdar ke-3 FAM Cabang Kediri & Tulungagung

Pengurus Pusat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Kopdar ke-3 FAM Cabang Kediri & Tulungagung yang berlangsung Senin (9/2), sore, di Taman Kilisuci, Pare.

Selain silaturahim dan berbagi pengalaman menulis, semua peserta yang hadir berlatih editing naskah yang dipandu Mbak Aliya Nurlela (Sekjen FAM Indonesia).

Hasil latihan editing yang paling minim kesalahan mendapatkan hadiah buku terbitan FAM Publishing, Divisi Penerbitan FAM Indonesia.

Semua peserta pada kopdar kali ini sekaligus menjadi panitia tasyakuran Milad ke-3 FAM Indonesia yang akan berlangsung pada bulan Maret 2015. Alhamdulillah, kopdar ini juga dihadiri FAMili dari Makasar yang sedang kursus di Kampung Inggris. Terus berkarya!

Salam aktif!
FAM INDONESIA


Lihat koleksi buku karya anggota FAM Indonesia DI SINI

Berbagi Motivasi Menulis, FAM Indonesia Hadir di Batusangkar dan Nganjuk

Batusangkar (FAMNews) – “Sibuk” menjadi alasan dominan para guru enggan menulis. Jadwal mengajar yang padat, ditambah tugas ini-itu di sekolah, belum lagi urusan rumah tangga, semakin “menjauhkan” guru menulis kreatif.

“Alasan klasik lain banyak dikeluhkan guru adalah sulitnya mendapatkan ide,” ungkap Muhammad Subhan, Motivator Kepenulisan dari Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia di hadapan seratusan guru, mahasiswa dan pelajar dalam Workshop Menulis Kreatif bertajuk “Menjadi Penulis Sukses dengan Menulis” yang digelar LKP D’Best Sikaladi, Ahad (8/2/2015), di aula SLB Lima Kaum, Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Padahal, papar Muhammad Subhan, sekolah adalah sumber ide yang sangat kaya. Setiap hari, guru bukan saja menyampaikan mata pelajaran di depan kelas, tetapi juga menghadapi berbagai perilaku siswa yang berlawanan karakter dan watak antara satu dan lainnya. Belum lagi bermacam masalah yang dihadapi siswa yang secara langsung membutuhkan solusi dari guru sebagai o…

Penerbitan Buku Antologi Kisah Inspiratif Bertema “Kenangan Masa Kecil yang Membekas di Hati”

Penerimaan naskah: 7 Februari 2015
Deadline: 7 Maret 2015

Teman-teman, seperti apa kehidupan masa kecil Anda? Tentu, setiap Anda punya kenangan masa kecil yang membekas hingga kini, baik permainan tradisionalnya, kehidupan keluarga, teman sepermainan, masa-masa sekolah yang indah, dan beragam kisah lainnya yang membuncah di hati ketika mengingatnya.

Nah, bukalah kembali memori Anda tentang kenangan masa kecil itu. Kutip-pungut segala cerita yang pernah berjalin-kelindan dalam kehidupan Anda, lalu tulislah menjadi sebuah cerita inspiratif yang menggugah pembaca, dan bukukan bersama penulis Indonesia lainnya dalam antologi Kisah Inspiratif yang akan diterbitkan FAM Publishing, Divisi Penerbitan FAM Indonesia. Buku Anda ini akan menjadi memoar dan kado istimewa untuk Anda maupun orang-orang yang pernah hadir dalam kehidupan Anda.

Nah, apa syarat dan ketentuan mengirim naskah di buku antologi ini? Berikut beberapa syaratnya:

1. Peserta umum (untuk anggota FAM Indonesia maupun nonanggota, baik…

Ryan P. Putra: “Biar Masih SMA, Menulis Tak Pernah Lupa”

Ryan P. Putra, salah seorang anggota FAM Indonesia yang bergabung pada tanggal 30 Juli 2013 yang lalu. Pemuda asal Surabaya dan lahir pada tanggal 29 Nopember 1997 ini, bergabung di FAM ketika ia masih duduk di bangku SMA Negeri 4 Surabaya. 

Ia mengawali pendidikannya di TK Kuncup Harapan, lalu meneruskan ke SD Negeri Bulak Rukem I. Lulus SD, ia melanjutkan ke SMP Negeri 15 Surabaya dan pada tahun 2013 ia mulai sekolah di SMA Negeri 4 Surabaya. 

Saat bersekolah sejak TK hingga SMA yang sekarang, ia belum pernah menjadi Bintang Kelas sekalipun. Pria ini sekarang menekuni macam-macam kegiatan yang dianggapnya penting untuk masa depannya. Selain itu, ia juga menekuni kegiata yang berhubungan dengan kepenulisan. Ia menekuni kegiatan-kegiatan tersebut karena hobi atau kegemaran dan salah satu cita-citanya. Sayangnya, usianya masih 17 tahun, sehingga ia baru belajar dan bisa menulis puisi, cerpen, hingga novel saja. Itu pun jumlahnya tidak terlalu banyak.

Karya yang ia beri judul “Hidup Hanya …

Ichsan: “Berkat Menulis Memudahkan Dapat Pekerjaan”

Ichsan, nama yang singkat, sehingga ia tidak memiliki nama pena atau nama panggilan kecuali panggilan; Teuku pada saat di rantau. Putra pertama dari pasangan Teuku Hasyem Badai dan Jurlina Razali yang berprofesi sebagai buruh dan ibu rumah tangga. Memiliki 1 adik cowok dan 1 adik cewek. Adik cowoknya, Akmal, saat ini mengambil jurusan Fotografi di Institut Seni Indonesia Padangpanjang dan adik ceweknya Liza Wahyuni saat ini sekolah di SLTP Negeri 08 Lhokseumawe. 

Sebagai anak pertama menjadikan Ichsan belajar ilmu kepemimpinan sejak dini. Dilahirkan pada kamis malam (malam Jum’at) pada 23 November 1989 di Tanjung Beuridi. Dengan alasan Aceh yang konflik di masa itu, alamat kelahiran Ichsan pada identitas KTP dan semuanya ditukar menjadi Blang Pulo dan menetap di Desa Blang Pulo. 

Ia pernah menjalani Sekolah Dasar di SD Paloh 2 di Desa Blang Pulo. Sejak kelas 3 SD Ichsan berjualan keliling di sekolahnya. Dimulai saat jam istirahat, dari jualan kerupuk hingga permen karet “TopSan” saat it…