Skip to main content

Event Tahunan UKM Jurnalistik Broca FK Unand: “Kata, Makna, Karya dalam Journalism Week 2015”

Journalism Week tahun lalu.
Salah satu pemenang lomba.
Padang (FAMNews) – Unit Kegiatan Mahasiswa Jurnalistik Broca Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand), Sumatera Barat, kembali menggelar event tahunan Journalism Week (JW) 2015. Kali ini, panitia mengusung tema “Lintasi Barisan Kata, dalam Ruang Makna, Mengukir Jejak Karya”.

Ketua Panitia JW 2015, Rizki Trismimanda, Sabtu (21/2), mengatakan, kegiatan itu didukung sejumlah pihak, salah satunya Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia.

Dia menyebutkan, pada JW 2014 lalu, Broca Fakultas Kedokteran Unand menghadirkan Daeng Khrisna Pabichara, penulis buku Sepatu  Dahlan. Tahun ini, panitia menghadirkan salah seorang pendatang baru yang cukup fenomenal dalam dunia kepenulisan. Dia adalah Kurniawan Gunadi a.k.a Mas Gun yang merupakan penulis cerita di @suaracerita dan penulis Hujan Matahari.

 

“Ajari aku menggunakan pena, akan kutulis gemericik air, udara dingin, kabut senja, sampai daun gugur. Sebagian besar pengguna soundcloud tentu sangat mengenal ungkapan ini. Itu kutipan Mas Gun yang cukup fenomenal,” ujar Rizki.

Mas Gun yang merupakan lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB) 2009 ini, akan berbagi motivasi dan ilmu kepenulisannya pada Sabtu, 7 Maret 2015.

Sementara itu, rangkaian JW akan dimulai di awal Maret 2015 dengan sejumlah agenda lain seperti tahun lalu, di antaranya: JW Master, BOTW, Broca Award, dan berbagai lomba jurnalistik.

“Hanya saja kali ini ada sedikit perbedaan. Untuk perlombaan yang diadakan kali ini ada cabang menulis puisi yang untuk tahun sebelumnya tidak ada,” kata Rizki.

Selain itu, terdapat kategori baru untuk Broca Awards, yaitu penganugerahan bagi civitas akademika Fakultas Kedokteran Unand  untuk kategori dosen. Di antaranya kategori dosen favorit dan dosen terdisiplin. (*)

Lihat koleksi buku karya anggota FAM Indonesia DI SINI

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…