Skip to main content

Temu Darat FAM Unit Kampus UNP Sukses

FAM Unit Kampus UNP
Terima kasih kepada FAM Unit UNP yang telah mengirim laporan kegiatannya ke FAM Pusat.

Laporan Kopdar FAM Unit UNP pada tanggal 15 Februari 2015 di Padang, sbb:

1. Pelaksanaan bincang-bincang seputar dunia kepenulisan bersama Boy Candra belangsung sukses.

2. Pemenang Lomba Internal FAM Unit UNP dengan tema "Jalan-Jalan ke Negeri Fiksi”:

a. Kategori Cerpen
- Juara 1, Bambang Sugianto (Asal Muasal Desa Apung)
- Juara 2, Pin Koto (Rin dan Jendela)
- Juara 3, Amika An (Kabar)

b. Kategori Puisi
- Juara 1, Sakinah
- Juara 2, Vivi AZ
- Juara 3, Arif Hidayatullah Afsyah

Dewan Juri Lomba:
1. Denni Meilizon (Juri Puisi)
2. Muhammad Fadhli (Juri Cerpen)

c. Pengirim Karya Terbanyak: Armansyah Grb

d. Penulis Terbaik: Pin Koto

3. Menyambut Perayaan Milad ke-3 FAM Indonesia yang didiskusikan di grup FAM UNP, kemarin ada beberapa usul:

- Membuat film dokumenter, behind the scene seputar dunia menulis
- Aksi sosialisasi menulis dengan seribu tanda tangan untuk FAM Indonesia
- Lomba yang dibuka untuk umum tentang ucapan Selamat Ulang Tahun untuk FAM Indonesia

Dalam persiapan milad ini FAM UNP akan berkoordinasi dengan FAM Sumbar. (*)

Lihat koleksi buku karya anggota FAM Indonesia DI SINI

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…