• Info Terkini

    Friday, March 27, 2015

    Sajak-Sajak Dibuang Sayang

    Judul: Sajak-Sajak Dibuang Sayang
    Penulis: Muhammad Subhan
    Kategori: Puisi
    Terbit: Januari 2015
    Tebal: 165 hal; 14 x 20 cm
    ISBN: 978-602-7956-95-7
    Harga: Rp39.000,- (Harga belum termasuk Ongkir)

    ***

    Sajak-Sajak Dibuang Sayang, adalah kumpulan puisi yang ditulis Muhammad Subhan ketika awal-awal proses kreatifnya menulis puisi. Puisi-puisi di buku ini sangat sederhana, bahkan beberapa di antaranya bergaya klasik. Tapi semua puisi itu, telah melalui proses kontemplasi yang panjang, sebab ia lahir dari beragam peristiwa bernilai sejarah, yang hadir dan berkelindan dalam kehidupan penulisnya.

    Sebagian besar, puisi-puisi di buku ini telah terbit di sejumlah media massa (koran, majalah, portal online), dan sedikit yang belum dipublikasikan. Sebelum menjadi buku, puisi-puisi ini berserakan di sejumlah tempat; disket, flasdisk, kliping koran yang kertasnya telah menguning dan beberapa puisi diketik ulang penulisnya dengan perbaikan EYD, serta tersimpan di sejumlah folder yang susunannya tak rapi di komputer dan konon katanya sudah beberapa kali rusak serta dua kali diganti karena tak dapat diperbaiki lagi.

    Penulisnya menganggap, puisi-puisi di buku ini adalah sebagai “anak” sendiri. Ibarat seorang ibu yang melahirkan bayinya, prosesnya “berdarah-darah”, sakit di atas kesakitan. Namun, setelah bayi itu lahir, si ibu harus ikhlas menerima takdir Tuhan terhadap kondisi fisik anaknya, sehat maupun cacat. Jika anak itu sehat, patut disyukuri, jika tidak disambut dengan sabar.

    Muhammad Subhan lahir di Medan, 3 Desember 1980. Berdarah Aceh-Minang. Sejak tahun 2000 ia menggeluti dunia jurnalistik dan bekerja sebagai wartawan, di antaranya: SKM Gelora, Gelar Reformasi, Media Watch (2000-2003), Harian Mimbar Minang (2003-2004), Harian Haluan (2004-2010), Editor Harian Online Kabar Indonesia yang berpusat di Belanda (2007-2010), Majalah Islam SABILI (2008-2012), Redaktur Budaya Harian Rakyat Sumbar (2012-sekarang), dan menulis lepas di beberapa media di Sumatera Barat maupun Jakarta. Pendidikan formalnya ia selesaikan di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Imam Bonjol Padangpanjang, Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI). SMA, SMP, dan SD ia tamatkan di Lhokseumawe, Aceh Utara. Selebih itu ia belajar otodidak dan aktif di berbagai kegiatan kepenulisan. Ia pernah bekerja dan “studi sastra” di Rumah Puisi Taufiq Ismail Sumatera Barat sekaligus menjadi Instruktur Sanggar Sastra Siswa Rumah Puisi (2009-2012).

    Novelnya berjudul “Rinai Kabut Singgalang” (2011). Karyanya yang lain terkumpul dalam antologi bersama, di antaranya; Merengkuh Asa (2014), Fesbuk (2012), Bukittinggi, Ambo di Siko (2012), Menyirat Cinta Hakiki (2012), Kado untuk Jepang (2011), Lautan Sajadah (2009), Ponari for President (2009), Musibah Gempa Padang (2009), G30S: Gempa Padang (2009), Hujan Batu Buruh Kita (2009), Melawan Kemiskinan dari Nagari (2009), dll. Selain itu, cerpen, puisi, esai, artikelnya diterbitkan di sejumlah media di antaranya: Serambi Indonesia (Aceh), Waspada (Medan), Haluan, Singgalang, Padang Ekspres, Koran Padang, Metro Andalas (Padang), Rakyat Sumbar (Bukittinggi), Horison, Sabili (Jakarta), Kaltim Post (Banjarmasin), dll.

    Sekarang ia memimpin Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, sebuah Komunitas Kepenulisan Nasional yang berpusat di Pare, Kediri, Jawa Timur.

    [Info pemesanan buku ini hubungi Call Centre 0812 5982 1511, atau via email forumaktifmenulis@yahoo.com]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Sajak-Sajak Dibuang Sayang Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top