• Info Terkini

    Sunday, March 15, 2015

    Ulasan Puisi "Wanita Penyejuk Jiwa" Karya Arkananta Sitara (FAMili Muara Enim)

    sumber: acehdesain.wordpress.com
    Betapa besar cinta ibu kepada kita. Dia mengandung dan menjaga kita dalam kandungannya selama sekian bulan. Dan setelah kita lahir, dia rawat dan jaga kita dengan sebaik-baik cara. Adakah ia meminta balas akan cintanya? Tidak.

    Puisi ini gambaran cinta yang pertama terjalin antara ibu dan anaknya yang baru lahir. Terkesan lugu tapi penuh arti. Terkesan polos tapi dalam.

    Saran dari Tim FAM kepada penulis, teruslah berlatih dan berlatih dalam berpuisi. Puisi tidak harus puitis namun mengena. Puisi boleh terlalu puitis namun pesan tetap tersampaikan.

    Untuk EYD tampaknya tidak ada kesalahan. Terus berkarya.

    Salam santun, salam karya!

    TIM FAM INDONESIA


    [BERIKUT NASKAH ASLI PENULIS]

    WANITA PENYEJUK JIWAArkananta Sitara (ID FAM3095U)
    Tik... tik... tik...
    Saat itu, bulir air matamu jatuh
    Pecah, bersamaan dengan jerit tangisku
    Berdua, kita saling memecah keheningan bersama di sudut pagi

    Sepasang bola matamu menatap ke arah tubuh mungilku
    Terlukis senyum bahagia menyeringai di pipimu
    Penantianmu telah berakhir, Ma...
    Keberadaanku di dunia kan segera buat harimu berwarna

    Menguntai benang kasih
    Berselimut sutra mendekapku
    Engkau hembuskan angin penyejuk kalbu
    Pengganti lara saat kesepian menggelayut

    Kini lirihku berganti mengalun syahdu
    Dendangkan lantunan doa kepada Sang Pencipta
    Tentang wanita penyejuk jiwaku
    Semoga selalu diberi-NYA bahagia

    Lihat koleksi buku-buku anggota FAM Indonesia DI SINI
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Puisi "Wanita Penyejuk Jiwa" Karya Arkananta Sitara (FAMili Muara Enim) Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top