• Info Terkini

    Monday, May 18, 2015

    Ulasan Puisi "My Yumemiru" Karya Fitri Wahyuning (FAMili Jambi)

    Puisi ini seperti mengungkapkan segala sesuatu pasti mungkin. Ada hal-hal yang membuat kita berhenti berpikir tentang sesuatu, lalu pasrah. Padahal jika kita coba terus berjalan, di depan sana ada banyak kemungkinan lain yang manis, yang menunggu untuk terjadi.

    Hanya saja, seperti ada perbenturan ketika "bintang" itu diharap berkelap-kelip semua untuk impiannya. Lalu, kalau memang begitu, "siapa" dan "apa" yang mestinya "terbang"/pergi sementara bintang yang diharap jatuh memang seharusnya hanya satu?

    Puisi ini agak samar. Meraba dan terus meraba, pembaca akan terjebak dalam dua benturan antara "bintang jatuh" (yang biasa dianggap sebagai pertanda baik saat kita berdoa) dengan "bintang berkelap-kelip". Yang manakah yang "diinginkan"? Yang manakah yang menjadi tujuan?

    Sebuah puisi memang semestinya menyiratkan pesan, langsung maupun tidak. Namun, keburaman yang walaupun tidak dilarang, dianjurkan dibentuk sebagai batu-batu lompatan di tempat gelap sekalipun. Agar setidaknya seseorang tidak tersesat ketika hendak mencari makna di balik permainan diksi dan rasa.

    Ada banyak kesalahan dalam penulisan. Pertama soal tanda baca. Kalau memang dalam suatu baris dikehendaki ada elipsis ( ... ), beri saja, namun jangan sampai keluar dari fungsinya. Maka, dengan kata lain, tanda baca hanya wajib dibubuhkan bila memang diperlukan. Namun di sini penulis justru memberi tanda titik-titik (yang bukan elipsis, karena hanya terdiri dari dua tanda titik berjejer). Juga penulisan tanda koma; yang benar ditulis terpisah dari kata sesudahnya. Penulisan "karna", "ku lempar", dan "diantara", yang benar adalah "karena", "kulempar", dan "di antara".

    Ke depan diharapkan pada penulis agar mengoreksi ulang tulisan Anda agar "lolos" dari kesalahan pengetikan dari mulai EYD hingga tanda baca. Bukankah bila tulisan kita rapi akan lebih nyaman dibaca? Untuk soal puisi, terus kembangkan "gaya bermain" Anda. Bebaskan jiwa memilih diksi yang sesuai dengan rasa yang ada, namun jangan lupa, keindahan itu akan lebih indah jika dapat diraba dan dirasa oleh setiap yang membaca.

    Salam santun, salam karya!

    Tim FAM Indonesia

    BERIKUT NASKAH ASLI TANPA EDITING

    My yumemiru....

    Oleh Fitri Wahyuning (IDFAM3325)

    Terbanglah, walau malam ini hujan
    Karna ada banyak bintang..
    Akan ku lempar..hingga diantara bintang-bintang
    Akan jatuh satu bintang
    Tidak.,mungkin dua,tiga bintang,
    Atau semuanya
    Hingga semua akan berkelap kelip menuju ke arah....
    Impianku..My yumemiru

    Lihat koleksi buku-buku karya anggota FAM Indonesia DI SINI
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Puisi "My Yumemiru" Karya Fitri Wahyuning (FAMili Jambi) Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top