• Info Terkini

    Thursday, June 4, 2015

    Ulasan Puisi "Terdiam" Fitri Wahyuning (FAMili Jambi)

    ilustrasi
    Puisi ini adalah pungguk merindukan bulan. Mimpi yang tidak pernah bisa tercapai walau berusaha sekuat tenaga. Mimpi yang sekadar mimpi. Jika seseorang bangun, maka ia sadar ia tidak bisa mencapai apa yang dia impikan. Rasa-rasanya dunia seakan berkhianat dan semua orang tertawa melihat diri menderita.

    Pilihan diksi yang lugas begitu mudah dicerna, hingga kurang ditemukan kejutan atau sentakan yang menggoda sebagaimana seharusnya pembaca bisa menikmati sebuah puisi. Namun tentunya, puisi selalu bebas dibentuk seperti apa oleh pembuatnya; tidak ada aturan sebuah puisi harus begini atau begitu, sebab itu hanya akan mengekang daya cipta seorang penulis puisi. Selama puisi mampu menuangkan rasa, seitdaknya begitu, ia sudah bisa disebut "puisi".

    Ada beberapa koreksi penulisan, di antaranya: "ku harapkan", "bsa", dan "inggin" yang mestinya ditulis "kuharapkan", "bisa", dan "ingin". Pesan untuk penulis adalah latih kepekaan Anda pada suasana sekitar. Gunakan daya khayal sekaligus rasa yang tinggi, sehingga menulis puisi tidak sekadar membuat gambaran dalam kepala, tetapi juga mengundang debaran tak tentu di hati, bila memang puisi itu berisi tentang derita, misalnya.

    Baca juga karya-karya penyair lain. Semakin Anda banyak membaca dan berlatih, maka suatu saat puisi yang tercipta akan lebih memiliki rasa dan daya kejut. Jangan berhenti menulis.

    Salam santun, salam karya!

    TIM FAM INDONESIA
    www.famindonesia.com

    [BERIKUT NASKAH ASLI TANPA EDITING]

    Terdiam

    Oleh Fitri Wahyuning
    (IDFAM3325U)

    Aku bermimpi
    Menggapai apa yang kuharapkan
    Menari nari
    Dalam impian itu
    Namun,aku akhinya terjatuh
    Dari apa yang bukan ku harapkan

    Tak seorang pun menolongku
    Yang ada hanya melihatku
    Dari kejauhan..
    Dan semakin jauh
    Seperti tertinggal bus kota yang Semakin melaju

    Aku terdiam namun pikiranku tak bsa diam
    Aku inggin bergerak namun aku tak bisa bergerak

    Seseorang tolong
    Aku....

    Lihat koleksi buku-buku karya anggota FAM Indonesia DI SINI
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Puisi "Terdiam" Fitri Wahyuning (FAMili Jambi) Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top