• Info Terkini

    Selasa, 28 Juli 2015

    Ulasan Artikel "Palestina dalam Payung Islam" Karya Ariz Moza (Purbalingga)

    sumber ilustrasi: islampos.com
    Tulisan ini berisi tentang sekelumit sejarah penyebaran Islam di sebagian wilayah dunia, juga tentang perjalanan waktu yang mengantar Baitul Maqdis atau Palestina dari zaman kejayaan Islam berabad yang lalu hingga hari ini. Secara garis besar, penulis memfokuskan tulisan ke arah Palestina, di mana tempat tersebut menjadi "lahan rebutan" antara umat Islam, Kristen, dan Yahudi.

    Namun, tulisan ini agak kurang dari segi kerapian. Ada banyak sekali kesalahan ejaan, typo (salah ketik), dan ketidaktepatan tanda baca (tanda titik, koma, dsb.). Ini harus menjadi perhatian serius penulis. Ke depan, diharapkan penulis mengedit terlebih dulu tulisannya hingga rapi sebelum mengirimkannya ke media/penerbit. 

    Tim FAM Indonesia menganjurkan penulis menggunakan jenis huruf (font) yang jadi acuan standar penulisan, yaitu Times New Roman, ukuran font 12 pt, dan spasi 1,5 agar tulisan tidak terlalu rapat. Jangan lupa rapikan paragraf dengan margin rata kiri-kanan (justified). Saran ini bukan semata agar tulisan tampak enak dilihat oleh penulisnya, melainkan juga menimbulkan kesan nyaman bagi pembaca. Bayangkan, bila kita ikut lomba menulis, lalu isi tulisan sangat bagus, tetapi kerapiannya kurang, bisa jadi juri malas membacanya hanya karena kesan pertama yang timbul. Ini sering terjadi, dan sungguh sangat disayangkan.

    Teruslah berlatih dan gali tema-tema yang update dan segar lainnya. Selamat berkarya.

    Salam aktif!
    FAM INDONESIA
    www.famindonesia.com

    BERIKUT NASKAH ASLI TANPA EDITING

    Palestina dalam Payung Islam
    Oleh Ariz Moza (IDFAM3390M)

    Palestina adalah wilayah disemenanjung arab tempat kebanyakan Nabi diutus, Palestina juga menjadi tempat suci ke 3 bagi umat Islam setelah Mekah dan Madinah tepatnya di Baitul Maqdis. Sebelum kedatangan Islam Palestina dibawah kekuasaan Kerjaan  Baizantum, ketika cahaya Islam mulai menyebar luas  di bawah pimpinan Khalifah Umar bin Khatab,  14 Abad yang lalu ketika  melakukan ekspansi pembebasan wilayah,Palestina di taklukan dengan jalan damai tanpa bentrok senjata saat itulah sejarah baru dimulai Palestina bergabung dengan wilayah Islam lainnya. Islam saat itu unggul dalam militer sehingga kerajaan manapun ketika mendengar akan kedatangan pasukan muslim sudah gematar duluan itulah kehebatan pasukan muslimin dari berbagai cerita yang penulis dapatkan. Hingga kurang dari waktu 10 Tahun dimasa KeKhalifahan  Umar bin Khatab hampir sepertiga dunia dikuasai oleh Islam, tidak ada tujuan lain selain Dakwah menegakan kalimat Tauhid hunusan pedang hanyalah jalan terakhir ketika jalan diplomasi sudah tidak bisa dilakukan.

    Namun setelah 4 abad berlalu Baitul Maqdis  atau tanah Palestina kembali terjatuh dan dikuasi oleh pasukan Salib,kedatangan pasukan Slib dibawah komando Paulus atau pimpinan Gereja menjadi kabar buruk bagi kaum Muslim di wilayah arab ketika pasukan Salib singgah Pembantaian-pembantaian terjadi bukan hanya Pasukan Muslim tetapi Wanita dan anak-anak tidak luput dari kekejaman Pasukan Salib. Faktor Agama Politik dan ekonomi menjadi landasan merka ingin menguasai daerah semenanjung arab dan yang paling penting adalah koata suci Baitul Maqdis, menjadi babak baru dalam percaturan sejarah tanah palestina ribuan nyawa melayang demi ambisi ingin mengausi tanah Palaestina pasukan Salib dibawah doktirn Gereja sangat berantusias seoalah dengan membantai satu persatu umat muslim jalan surga terbuka lebar begitulah setidaknya gambaran dalam pikiran mereka para pasukan salib.

    Pasukan Islam bukan terdiam melihat hal ini berbagai upaya penyerangan dilakuknnya namun taring Islam seakan telah rapuh karena konflik politik ditubuh umat islam sendiri tetapi seiring bergantinya waktu ketika lahir kembali para pejuang-pejuang islam  selang  1 abad kemudian Islam kembali bangkit dengan panglima perang saat itu dikomandoi oleh Shalahuddin Al-Ayyubi  berhasil menaklukan pasukan salib sehingga Baitul  Maqdis kembali ke pangkuan Islam. Banyak peristiwa mengharukan dibawah kepemimpinan Al Ayyubi. Memang seperti itulah islam sebagai rahmat semua alam, meskipun sudah di tindas, dibantai kaumnya tidak serta merta saat mengambil alih kekuasaan dari Pasukan salib ke Pasukan Islam membantai habis Kaum Keristen di wilayah yang telah mereka duduki selama 1 abad itu tetapi mereka dilindungi dan bahkan mempunyai hak yang sama dengan kaum Muslim di wilayah Palestina. Sejarah perang salib tidak berhenti sampai di abad itu kembali pasukan Salib dari daratan Eroba dikerahkan untuk menyerbu wilayah Muslim di Palestina, bangkit tenggelamnya perang Salib terus berkecamuk sampai 2 abad selanjutnya dari sekian banyak peperangan dan penguasaan wilayah kadang pasukan Salib yang menang dan juga kadang pasukan muslim yang menang meski pada akhirnya bendera Islam tetap terpancang di Tanah palestina sampai kertuntuhan Kekahlifahan Utsmani. Namun demikian kerugain yang dialamai Islam sangat besar meskipun berhasil mempertahankan wilayahnya tetapi dengan adanya peperangan yang terus menerus dan secara tidak langsung pasukan salib berhasil mentransformasi Ilmu, Politik, Budaya Islam yang telah berkembang dengan baik banyak pakar yang menagatan bibit-bibit kebangkitan Eropa dimulai dengan adanya perang salib.

    Kembali Tanah Palestina dikuasi Bangs Eropa ketika Daulah Islamiah Turky Utsmani mulai melemah dan akhrinya runtuh kekejaman pasukan Salib masih sama ketika bangsa Eropa menjajah wilayah islam pembantaian-pembantaian terus terjadi tidak hanya para pasukan islam  tetapi juga terhadap wanita dan anak-anak. Memang seperti itulah sifat bangsa eropa ketika berhasil menaklukan suatu wilayah karena mereka hanya ingin menguasai hasil bumi mengeruk habis kekayaan wilayah jajahan berbeda dengan islam ketika datang karena membawa rislah agama dengan tujuan ingin menyebarkan agam sehingga meskipun harus dengan hunusan pedang tetapi ada batasan-batasannya sesuai dengan aturan agama.

    Sampai hari ini Tanah palestina masih belum bisa terlepas dari cengkraman zionis, perang terus berkecamuk di wilayah itu tangisan para anak yatim para janda-janda seolah telah bukan lagi hal yang memperihatinkan, hampir setiap waktu mereka dihantui rasa ketakutan karena sewaktu waktu letusan senjata bisa saja mengenai mereka. Tanigasn dan teriakan histeris telah akrab bersama mereka, tidak henti-hentinya kaum muslim di seluruh penjuru dunia mendoakan kebaikan-kebaikan kepada sodara seiman di tanah palestina, bantuan meteril terus berdatangan meskipun hambatan terus saja menghadang.

    Semoga ALLAHSWT selalu memberikan kebaikan kepada sodara seiman ditanah palestina.  (*)

    Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Ulasan Artikel "Palestina dalam Payung Islam" Karya Ariz Moza (Purbalingga) Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top