• Info Terkini

    Friday, July 3, 2015

    Ulasan Puisi "Biasa, Luar Biasa" Karya Heru Yonata (FAMili Palembang)

    Guru memang sosok yang luar biasa. Di balik "bungkus"-nya yang sering kali sederhana, bahkan apa adanya, guru jadi cahaya di tengah kegelapan. Tanpa guru, bisa dibayangkan betapa butanya masa depan sebuah bangsa. Tanpa guru, alangkah miskinnya para manusia, bahkan meski berlimpah harta karun sekalipun, di suatu negeri yang mereka huni.

    Penulis mencatat kekagumannya dalam nasihat berbentuk puisi. "Kau" adalah kita, sedang "mereka" pahlawan tanpa tanda jasa. Adakah teladan yang lebih baik selain guru dan orangtua di muka bumi? Bahkan mereka yang tidak menganggap diri sebagai guru pun, yang memberi ilmu secara langsung ataupun tidak, tetap saja kita sebut "guru", bukan?

    Puisi ini sederhana dan mudah dipahami. Dari segi kerapian, ada beberapa kata yang mestinya ditulis dengan huruf kecil, atau sebaliknya, seperti misalnya: "anak muda" yang menjurus pada "kau", sehingga lebih tepat ditulis "Anak Muda". Dua kata yang salah eja, "patwah" dan "mulya", yang benar: "fatwa" dan "mulia".

    Dari segi isi, karena puisi bentuk karya fiksi yang "bebas", Tim FAM tidak menyarankan banyak kecuali agar penulis terus berlatih dan berlatih; menggali tema-tema lebih variatif, mencoba pilihan diksi yang menantang, membuat "percobaan" untuk mendalami ciri khas penulis sendiri, dan segala yang bisa dilakukan seorang penyair agar puisi-puisi yang dihasilkan lebih indah dan komunikatif tapi natural (tanpa menggurui).

    Terus berkarya.

    Salam santun, salam karya!

    TIM FAM INDONESIA
    www.famindonesia.com

    [BERIKUT NASKAH ASLI TANPA EDITING]

    BIASA, LUAR BIASA
    Karya: Heru Yonata (IDFAM3365U)

    Biasa, membuatnya luar biasa
    Biasanya, menjadikannya berusaha lebih sempurna
    Terharu jika saja Kau tahu,
    Berseru jika saja Kau mampu mengukur rasa
    Betapa tulusnya jiwa 
    Separuh masa depan negeri ini, di pundaknya
    Di depan jadi tutukan, 
    Membina, menuntun menatap Langit
    Kau tak mungkin menangis jika hanya menatap jauh
    Jiwamu melayang, akal sehatmu hilang
    “Apa yang sedang Kau pikirkan anak muda ?”
    Jika Kau anggap tak bersahaja
    Mereka senang memberi patwah, setulus hati
    “Kenapa selalu Kau abaikan ?”.
    Jika, Kau anggap mereka tak mampu berlaku bijak,
    Mereka inginkan yang terbaik
    Mereka seringkali tersakiti dengan
    Apa yang Kau anggap pantas-pantas saja
    Miliaran kata cinta di dunia ini, manis
    Kata-kata cinta memanglah manis
    Buah manis tak berpenghuni
    Baginya tak sepenuhnya 
    Masa depan bangsa adalah gambaran 
    Di relung hatinya yang paling dalam
    Cerdasmu, cerdasku, cerdas kita semangat bagi keindahan 
    Jiwa mulyanya
    Guruku, guru luar biasa!
    Tiada kata “Enggan”, tiada kata “menyerah”

    Lihat koleksi buku karya anggota FAM Indonesia DI SINI
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Puisi "Biasa, Luar Biasa" Karya Heru Yonata (FAMili Palembang) Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top