• Info Terkini

    Selasa, 28 Juli 2015

    Ulasan Puisi "Ibu..." Karya Fitri Wahyuning (FAMili Jambi)

    Coba kita bayangkan, sejak pertamakali puisi tercipta di muka bumi, kira-kira sudah berapa banyak puisi tentang ibu dibuat? 

    Tentunya tak terhitung. 

    Itu karena saking agungnya sosok ibu. Itu karena saking besarnya peran ibu dalam sejarah seseorang. Dan, itu karena saking murninya mencintai sosok ibu.

    Tanpa ibu, sejarah satu individu tak mungkin ada. Padahal, satu individu sama dengan sebuah roda gerigi yang ikut menggerakkan bola kehidupan; adakah sesuatu pun di muka bumi ini—dalam hal ini satu anak manusia—yang tidak memberi pengaruh pada sekelilingnya, sekalipun itu kecil? Jawabnya: tidak! 

    Betapa besar peran ibu. Bayangkan, andai satu manusia tidak lahir, maka tak ada satu roda gerigi tertentu sehingga dunia pada hari itu mungkin berbeda dengan hari ini.

    Puisi sederhana ini satu dari sekian banyak puisi yang tercipta karena seorang ibu. Lepas dari besarnya makna yang coba penulis tanamkan, kesederhanaan diksinya cukup membuat kita tahu betapa penulis puisi ini sangat menyayangi ibunya. 

    Soal ketajaman "ramuan kata", itu bisa dilatih dengan terus menerus berpuisi. Ambil banyak ide dan rangkai kata sesuka hati dan tidak lelah mencoba bentuk baru yang bisa menjadi ciri khas.

    Beberapa koreksi ejaan ada pada kata-kata berikut: "ku kagumkan", "ku hayati", "ku belum", "dimana". Yang benar ditulis: "kukagumkan" (mungkin lebih tepat memakai "kukagumi"), "kuhayati", "kubelum", dan "di mana" (terpisah). 

    Demikian apresiasi FAM Indonesia. Teruslah berkarya!

    Salam santun,
    TIM FAM INDONESIA
    www.famindonesia.com

    [BERIKUT PUISI ASLI PENULIS TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

    Ibu…
    Karya Fitri Wahyuning (IDFAM3325U)

    Ketika punggungmu menghilang
    Dari pandanganku
    Dari depan mataku
    Perasaan ini hilang
    Serasa mengikuti langkahmu
    Jiwaku tak berarti
    Pikiranku mati

    Malam ini,
    Aku tak bisa berpikir
    Hatiku hilang
    Pelan
    Dan lebih pelan
    Seperti air
    Mengalir
    Mengikuti arus yang deras.

    Kau sosok yang ku kagumkan
    Ku hayati …
    Setiap hari,
    Bersamamu
    Selalu merindukanmu
    Seperti anak ayam kehilangan induknya
    Yang tak tahu arah perjalanan
    Seperti itulah diriku 
    Saat bersamamu,

    Tapi juga seperti pohon 
    Berbuah, dan di panen saat buahnya  matang
    Aku akan pergi
    Dan meninggalkanmu
    Namun, tak selamanya
    Karena aku akan tumbuh dimana pun
    Dari satu,
    Yaitu dirimu
    Ibu….

    Jangan pernah lelah
    Jangan pernah letih
    Memikirkan tentangku

    Meski ku belum bisa membalas
    Semua yang kau berikan padaku,
    Terima kasih …
    Aku akan selalu berdoa
    Untukmu 
    Yang selalu di hatiku

    Lihat koleksi buku karya anggota FAM Indonesia DI SINI
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Ulasan Puisi "Ibu..." Karya Fitri Wahyuning (FAMili Jambi) Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top