• Info Terkini

    Monday, July 6, 2015

    Ulasan Puisi "Satu Sisi Bagian Hidupku" Karya Heru Yonata (FAMili Palembang)

    Puisi ini bercerita tentang pertemuan lelaki dan perempuan, yang disebut "wanita malang". Cerita bermula dari perkenalan biasa, kemudian si lelaki, yang diam-diam jatuh cinta, tahu ada kepedihan di hati si wanita. Hanya saja sang wanita tidak benar-benar terbuka soal masalah hatinya. Entah apa alasannya. Yang pasti mereka bersatu dalam sebuah mahligai. Ini tampak pada baris-baris menjelang ending. 

    Hanya saja, sebaris kalimat membuat segalanya agak kontradiktif: "Aku telah ungkapkan mimpi itu, tapi..." Perhatikan lagi keberadaan kata 'tapi'; pembaca akan mengira ada persoalan lain yang hadir, sebab bukankah semua sudah jelas dan sesuai dengan tujuan: berada dalam satu naungan cinta? 

    Kenyataan ini ditunjukkan oleh baris-baris kalimat: "Dengan lembut kau ucapkan, kata cinta untukku" dan "Di ruang malam kita dan sesungguhnya". Artinya, cinta tidak bertepuk sebelah tangan, bukan? Maka sungguh terasa ganjil kehadiran "tapi" di atas, kecuali mungkin ada persoalan baru yang tidak terungkap dalam "kisah" di puisi ini, atau respon itu sekadar mimpi di siang bolong?

    Catatan untuk EYD, beberapa yang kurang tepat adalah: "cemaspun", dan "menyejukan" yang mestinya ditulis: "cemas pun" dan "menyejukkan". 

    Pesan untuk penulis, terus asah kemampuan berpuisi Anda. Berlatih dan berlatih. Dalami kepekaan lewat diksi-diksi baru yang tidak klise. Puisi memang tidak harus selalu kaya diksi, namun perpaduan yang "beda" dapat menjadi ciri khas jika suatu saat puisi-puisi itu telah matang.

    Terus berkarya.

    Salam santun, salam karya!
    TIM FAM INDONESIA
    www.famindonesia.com

    [BERIKUT NASKAH ASLI PENULIS TANPA EDITING]

    SATU SISI BAGIAN HIDUPKU
    Oleh Heru Yonata (IDFAM3365U)

    Dalam waktu yang lama
    Kita saling mengenal, wahai Sayangku,
    “Tidakkah Kau mengingatnya ?”.

    Di satu sisi bagian hidupku
    Setiap hari kita bertemu pandang, tak terpikirkan olehku
    Hanya saja aku tahu, Aku mencari tahu
    Dalam diam selalu kutanya dirimu,
    “Wahai Wanita malang siapakah dirimu ?”
    Derai air matamu, keletihanmu
    Telah menyeretku ke dalam bingkai hidupmu,
    Kau tetap selalu tersenyum, tersenyum manis
    Tak tampak keresahan, cemaspun sirna

    Kau mawar indah di tanah tandus
    Tak pernah layu, menyejukan jiwaku, bagiku
    “Bolehkah aku meminangmu ?”

    Tak ada yang terlewatkan 
    Segalanya indah bagiku dalam lama kebersamaan kita,
    Di dalam riang
    Aku melihat senyuman indah
    Di wajah teduhmu itu
    Dengan lembut kau ucapkan, kata cinta untukku
    Di ruang malam kita dan sesungguhnya,
    Aku telah ungkapkan mimpi itu tapi, 
    Sudah-sudahlah ! cukuplah sudah.

    Lihat koleksi buku-buku karya anggota FAM Indonesia DI SINI
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Puisi "Satu Sisi Bagian Hidupku" Karya Heru Yonata (FAMili Palembang) Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top