Skip to main content

Hitam Putih

Judul: Hitam Putih
Penulis: Hertika Hermansyah & Syahrul Fattah Sidik
Kategori: Kumpulan Puisi
Terbit: Agustus 2015
Tebal: 155 hal; 14 x 20cm
ISBN: 978-602-335-066-7
Harga: Rp35.000,- (di luar ongkos kirim)

***

Benarkah berwarna?
Atau hanya fatamorgana
Saat yang terhampar hanya HITAM PUTIH
Berada pada sisi yang tak terpisah
(Hitam Putih; Hertika Hermansyah)

Berayun melodi cinta bersama tetes air mata
Terangkum samar ritmik irama mengalun rindu
Ditemani rinai hujan yang menarikan nestapa
Menelusuri bait-bait indah sajak lembaran bisu
(Lantunan Ayat Cinta; Hertika Hermansyah)

Aku ingin bicara
Bukan menghujat pada penguasa
Bukan merayu bak pujangga
(Aku Bisa Bicara; Syahrul Fattah Sidik)

Takut? Apa itu?
Ini hanya satu malam
Bukan apa-apa
Aku sembilan tahun
Aku tidak sendiri
Ada babi hutan berkeliaran
Music suara jangkring atau ular berderik
Dan lagu merdu burung hantu
(Aku Sembilan Tahun; Syahrul Fattah Sidik)

***

“Antologi puisi HITAM PUTIH berisi 100 puisi tentang beragam hal yang bersinggungan dengan aspek-aspek kehidupan. Bercerita tentang ketuhanan, kemanusiaan, dan alam semesta. Suara jiwa murni tentang romantika –sedih dan bahagia. Tentang cinta dan kebencian, kehadiran dan kehilangan serta harapan dan kepasrahan. Tentang makhluk dan Tuhan atau rakyat dan penguasa. 
Suara hati dari dua jiwa;
Hitam dan Putih.”

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…