• Info Terkini

    Senin, 10 Agustus 2015

    Jurus Merampungkan Tulisan.... Ciaaaaaaaattt!

    NET
    Jurus Merampungkan Tulisan.... Ciaaaaaaaattt!

    Kamu sekarang sudah rajin menulis, tetapi kamu mengeluh tulisanmu nggak kelar-kelar. Sebagian besar, hanya berupa tulisan setengah jadi (tidak selesai). Alasannya macam-macam; tergoda tema baru, bosan, ide buntu, sulit merangkai kata, kosakata garing, de el el. Seabreg alasan. 

    Kalau kondisi ini dibiarkan, alamat tulisanmu hanya “setengah-setengah,” serba nanggung. Ibarat cinta digantung; diterima tidak, ditolak pun tidak. Sakiiit.... banget, jleb!

    Oke, kita coba urai masalahmu dan gunakan jurus-jurus sederhana ini ya, siapa tahu ada yang cocok. 

    Pertama, jurus asal nulis. Kamu nulis saja tanpa dikit-dikit melihat teori. Atau anggap deh kamu lupa pelajaran Bahasa Indonesia; soal EYD, tatabahasa, diksi, dan lainnya. Kamu fokus saja menuangkan gagasanmu ke dalam tulisan. Ide di kepalamu sudah penuh, tinggal mengungkapkan saja. Ungkapkanlah, seperti halnya kamu berbicara. “Nyerocos” saja terus, seolah-olah kamu sedang bercerita kepada seseorang. Tuangkan uneg-uneg sesukamu. Biarkan semua tumpah ruah dalam tulisan, sampai titik terakhir. 

    Seamburadul apa pun tulisanmu, yang penting gagasanmu tertuang dulu seluruhnya. Kamu lancar menuangkan tanpa hambatan. Kamu pun lega, sebab beban di kepalamu sudah ter-copy ke dalam tulisan. Setelah itu, endapkan dulu tulisanmu barang 1-2 hari. Biarkan tulisanmu istirahat dulu dan kamu bisa istirahat juga dengan kegiatan lainnya, seperti membaca, jalan-jalan, diskusi dengan teman, atau nulis lagi tema baru. 

    Langkah selanjutnya,  merapikan tulisanmu (mengedit). Lakukan editing sendiri dan kembalikan ingatanmu tentang pelajaran Bahasa Indonesia itu. Buka kamus dan baca teori. Betulkan salah tulis, salah ejaan, ganti kata-kata yang janggal, termasuk permanis rangkaian kalimatnya dan lengkapi kosakata baru. Intinya, kamu perbaiki lebih memikat, tidak lagi seamburadul di awal. Ibarat bayi setelah dimandikan; berikan bedak, lotion baby, minyak kayu putih dan pasangkan popok, gurita, baju, sarung tangan, sarung kaki, hingga topi penghangat. Bayi itu akan kelihatan manis dan semua orang gemas untuk mencubit. 

    Nah, itu juga berlaku untuk tulisanmu. Setelah diedit, tulisanmu terlihat rapi, nyaman dibaca, mudah dimengerti dan teman-temanmu (bisa jadi) tertarik untuk membacanya. Keren, bukan? Bayi pertamamu sudah lahir!

    Membuat kue sambil membersihkan dapur? Oh, no! Selesaikan dulu membuat kuenya, biarkan bahan-bahannya berantakan, tanganmu belepotan, yang penting kamu olah terus hingga kuenya matang. Setelah kue matang, barulah kamu bersihkan dapurnya. Lap ceceran minyak dan tepung, cuci peralatannya dan taruh kembali pada tempatnya. Dapur bersih, kue pun matang. Jreng!

    Mengemudi mobil sambil mengelap kacanya? Oh, no! Kalau kamu mengemudi sambil sibuk mengelap kaca, kecelakaan lalu lintas tak bisa terelakkan. Kamu sudah membahayakan dirimu, penumpang, termasuk pengemudi lain. So, fokuslah mengemudi. Biarkan debu, cipratan lumpur, cipratan air atau kotoran burung menghiasi badan mobilmu. Jangan dikit-dikit berhenti dan mengelapnya. Kamu tidak akan sampai-sampai ke tujuan. Bisa-bisa kamu lupa tujuanmu ke kota mana. Mengenaskan, bukan?

    Begitu pun menulis. Mengarang dan mengedit adalah dua pekerjaan berbeda. Jangan dikerjakan bersamaan. Selesaikan dulu pekerjaan mengarangnya, setelah itu barulah pekerjaan mengedit. 

    Kedua, jurus dikit-dikit jadi bukit. Kamu praktikkan saja nulis setiap hari. Terserah berapa halaman setiap harinya, yang penting kamu rutin nulis sesuai dengan kekuatan dan waktumu. Misal kamu ingin menulis novel setebal 200 halaman dalam waktu satu bulan. Nah, kamu buat jadwal menulisnya. Setidaknya, dua halaman setiap harinya. Anggap kamu sedang menabung dan tabungan itu akan kamu ambil 30 hari kemudian.

    Orang yang sudah bertekad menabung, tentu harus disiplin. Begitu pun kamu. Nulislah dengan disiplin setiap hari dan masukkan dalam tabungan naskahmu. Besok kamu nulis lagi dan masukkan lagi dalam tabungan naskahmu. Begitu seterusnya, hingga tabunganmu penuh sesuai yang kamu targetkan. Pasti deh, kamu akan menemukan banyak keuntungan. Kamu jadi lebih disiplin (rajin menabung), lebih cakap menyusun kata, lebih piawai mengolah tema dan tentu saja tulisanmu cepat rampung. So, luar biasa,  bukan? Novelmu yang setebal 200 halaman itu, bisa rampung dalam waktu sebulan! 

    “Wah, indahnya mencapai bukit”. 

    Ketiga, jurus idola. Kamu pasti punya sesuatu (seseorang) yang diidolakan. Atau bisa disebut, sesuatu (seseorang) yang menginspirasimu. Entah tokoh terkenal, penulis ternama, film kartun, drama Korea, film Bollywood dan lainnya. Kekaguman itu pasti ada dan semangatmu lebih membara ketika membayangkan sesuatu yang dikagumi. Nah, alihkanlah semangat positif ini ke dalam tulisan. Misal, kamu mengidolakan artis Bollywood bernama Sharukh Khan. Pakai saja nama tersebut sebagai tokoh utama lelaki dalam novelmu. Tidak salah juga melukiskan sosok dan karakter tokohmu seperti artis idolamu itu, asal sesuai dengan cerita yang sedang kamu bangun. Hidupkan Sharukh Khan dalam novelmu!

    “Khan, sejak kita bertemu di Garut, sakitku seolah sirna. Aku punya semangat hidup lagi dan lebih optimis dari sebelumnya. Pegunungan yang dulu gersang, sekarang terlihat hijau dan memukau. Terima kasih, Khan.” Begitu kira-kira contoh potongan dialog novelmu. Tak apa lebay sedikit, kan kamu baru belajar (he-he).

    Sharukh Khan bertemu di Garut? Tidak mungkin! Eit, ini bukan Sharukh Khan yang artis India itu. Ingat, ini hanya tokoh idolamu yang kamu pakai namanya sementara untuk menghidupkan novelmu, sekaligus penyemangat nulis novelmu agar cepat rampung. Nanti dalam proses editing, kamu harus membuang nama Sharukh Khan, alias jangan kamu pakai! Ganti dengan nama lain yang sesuai lokasi cerita. Kalau tokoh di novelmu orang Sunda, kamu bisa menggantinya dengan nama; Karta Sukarta, Wawan Darmawan, Pendi Supendi, dan nama lainnya yang menurutmu cocok. Ray, Boy, Reynaldi, de el el mana saja yang menurutmu cocok. Yang penting novelmu sudah kelar!

    Keempat, jurus pengingat. Kamu buat kover sementara yang sederhana untuk calon bukumu. Atau sebentuk tulisan cantik yang menjadi judul sementara tulisanmu. Nah, lalu kamu print-out dan pasang di tempat-tempat yang sering kamu datangi. Misal, di pintu kamar, pintu kulkas, meja belajar, lemari pakaian, dinding kamar mandi, rak TV, termasuk di barang-barang kecil milikmu. Seperti, tempat pensil, dompet HP, kotak kosmetik, badan flashdisk dan lainnya. Tak salah juga dijadikan wallpaper di layar HP atau laptopmu. Jadi, begitu kamu menghidupkan laptopmu, yang menyapamu adalah kover/judul tulisanmu. 

    Kreatif sajalah. Dengan begitu, kamu akan sering-sering melihat judul/kover tulisanmu di mana saja. Otomatis kamu ingat, bahwa ada tulisan yang belum kelar. Ada tabungan naskah yang belum diisi. Ada “yang merasa digantung” dan minta kepastian. So, kalau kamu emang cinta, terus-teranglah dan lanjutkan bahagia bersamanya. Sebaliknya, kalau kamu tidak cinta, jangan pura-pura, berilah keputusan yang tegas. Itu yang diinginkan naskahmu. Dia menunggu pernyataan cintamu, konsistenmu, komitmenmu dan perhatianmu setulus hati. Hingga kamu selalu mengingat, mendatangi dan memposisikannya di tempat yang tepat. So, cintailah naskahmu dan hidupkan cinta itu!

    Nah, keempat jurus ini bisa kamu praktikkan. Dengan jurus-jurus di atas, kamu sudah bisa “ber-ciat-ciat” di arena tanding. Lawan tandingmu, ya kamu sendiri. Kamu akan lebih tangguh melawan rasa malas, bosan, buntu ide dan lainnya. Sekarang kamu sudah jadi seorang “pendekar” dengan empat jurus menghidupkan (bukan mematikan). Oke, action! Ciaaaaaat...! (Aliya Nurlela, pegiat FAM Indonesia)

    Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    1 comments:

    1. ini menjadi inspirasi buatku untuk merampungkan banyak tulisan, yang tak pernah kutemukan endingnya.

      BalasHapus

    Item Reviewed: Jurus Merampungkan Tulisan.... Ciaaaaaaaattt! Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top