Skip to main content

Pengumuman Lomba Cipta Puisi Tingkat Pelajar se-Kabupaten Kediri

Dibuka: 10 Agustus 2015 
Ditutup (Deadline): 10 Oktober 2015
Pengumuman Pemenang: 20 Oktober 2015

Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, wadah kepenulisan nasional yang berkantor pusat di Jalan Mayor Bismo No. 28 Pare, Kediri, menggelar Lomba Cipta Puisi Tingkat Pelajar (SLTA/sederajat) se-Kabupaten Kediri. 

Lomba ini digelar dalam rangka memotivasi para siswa untuk berkarya, melahirkan calon-calon penulis baru dan membudayakan gemar menulis di kalangan generasi muda. 

Adapun ketentuan/kriteria lomba sebagai berikut:

1. Peserta adalah Pelajar (SMA/SMK/MAN/Sederajat) yang sekolah di Kabupaten Kediri.

2. Lomba ini GRATIS alias tidak dipungut bayaran apa pun.

3. Puisi bertema bebas.

4. Naskah puisi harus asli (original) karya sendiri, bukan jiplakan atau terjemahan dan sedang tidak diikutsertakan pada lomba lain yang bersamaan.

5. Puisi mengandung unsur kebaruan dan memuat pesan-pesan moral. 

6. Naskah puisi diketik di komputer dengan ukuran A4/kuarto, maksimal 1 halaman 1 spasi), ditulis menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).

7. Peserta menuliskan Biodata (ditulis dalam bentuk narasi) dibubuhkan di lembar terakhir naskah. 

8. Puisi yang diikutsertakan maksimal 2 (dua) judul.

9. Naskah dikirim ke panitia lomba via email: lombafamindonesia@gmail.com (selambat-lambatnya 10 Oktober 2015). Subjek Email ditulis: LOMBA CIPTA PUISI FAM_NAMA PENULIS. Naskah juga dapat diantar langsung ke Kantor FAM Indonesia dalam bentuk print out. 

10. Peserta diharuskan menulis surat pengantar di badan email yang menyebutkan karya adalah asli (original) dan belum pernah dipublikasikan serta mencantumkan alamat lengkap dan nomor kontak yang dapat dihubungi. Jika naskah diantar ke Kantor FAM Indonesia (surat pengantar diserahkan dalam bentuk print out).

11. Seluruh peserta lomba akan mendapatkan Piagam Penghargaan dari FAM Indonesia, yang diberikan setelah pengumuman pemenang. 
13. Keikutsertaan lomba bisa atas nama pribadi atau dikirim pihak sekolah secara kolektif. 

DEWAN JURI:

Dewan Juri terdiri dari penulis senior di kepengurusan FAM Indonesia Pusat. Keputusan Juri tidak dapat diganggu gugat dan tidak dilakukan surat-menyurat.

HADIAH PEMENANG:

Juara 1:
Uang tunai Rp200.000,- + Trophy + Paket Buku + Piagam Penghargaan

Juara 2:
Uang tunai Rp150.000,- + Trophy + Paket Buku + Piagam Penghargaan

Juara 3:
Uang Tunai Rp100.000,- + Trophy + Paket Buku + Piagam Penghargaan

10 NOMINATOR AKAN MENDAPATKAN PAKET BUKU + PIAGAM PENGHARGAAN

Seluruh pemenang dan nominator mendapat fasilitas bimbingan menulis GRATIS 1 (satu) kali pertemuan di kantor FAM Indonesia.

PEMBERIAN HADIAH:
Seluruh nominator dan pemenang akan diberikan hadiah secara langsung di Kantor FAM Indonesia pada tanggal 21 Oktober 2015, pukul 10.00 WIB. Nominator diharapkan kehadirannya (akan lebih baik didampingi orangtua/guru). 

Demikian Pengumuman ini disampaikan, dan semoga menjadi yang terbaik.

Pare, 1 Agustus 2015

FAM INDONESIA
www.famindonesia.com

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…