Skip to main content

Yuk Ikut, Penerbitan Buku Puisi Bertema “Aku dan Sahabatku”

Dibuka: 10 Agustus 2015
Deadline: 10 September 2015

Setiap orang pasti memiliki sahabat. Dalam persahabatan itu, ada suka maupun duka. Sahabat adalah tempat berbagi, sekaligus sumber inspirasi. 

Untuk mengenang persahabatanmu, FAM Publishing mengajak Anda menuliskan syair-syair indah berbentuk puisi sebagai kado untuk sahabat terbaikmu.

So, jangan ragu untuk berpartisipasi dalam event ini. Kirim naskah Anda! Penerbit FAM Publishing akan membukukan karya Anda menjadi buku yang menarik dan menginspirasi banyak orang. 

Adapun ketentuan mengikuti penerbitan buku antologi puisi ini adalah sbb:

1. Peserta terbuka untuk umum (baik anggota FAM Indonesia maupun nonanggota).

2. Naskah ditulis di microsof word 2003 atau 2007, ukuran kertas kuarto A4, jenis huruf Time New Roman, ukuran huruf 12.

3. Panjang naskah maksimal 1 (satu) halaman 1 (satu) spasi (dua naskah puisi; maksimal 2 halaman).

4. Jumlah puisi yang dikirim  2 (dua) judul.

5. Di bawah naskah mencantumkan profil penulis dalam bentuk narasi (maksimal 10 baris) serta foto diri, dan mencantumkan alamat domisili, email dan nomor telepon yang dapat dihubungi. 

6. Naskah dikirim ke email: fampublishing@gmail.com. Naskah yang masuk akan mendapat balasan dari admin FAM Indonesia.

7. Naskah yang dinyatakan lolos seleksi akan diberikan ucapan selamat melalui email. Nama-nama penulis yang naskahnya lolos akan diumumkan di grup “Forum Aishiteru Menulis” dan fanspage “Penerbit FAM Publishing.”

Jika Anda sudah mantap, jangan menunggu deadline, segera kirimkan naskah Anda! 

Salam santun, salam karya.

FAM PUBLISHING
Divisi Penerbitan FAM Indonesia

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…