Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2015

Ayo, Miliki Jaket Keren Berlogo FAM Indonesia

Divisi FAM Preneurship membuka pemesanan untuk produk perdana yaitu jaket berlogo FAM Indonesia, seharga Rp160.000.

Buruan memesan ya! Produk perdana akan diproduksi sesuai pesanan.

Produk FAM Preneurship lainnya segera menyusul.

Harga di atas belum termasuk ongkos kirim. Bagi Anda yang berminat, silakan segera memesan melalui email: aktifmenulis@gmail.com atau call center 081 259 821 511. Tersedia berbagai macam ukuran. 

Salam aktif!
FAM INDONESIA

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.

Novel “50 Ribu Rupiah Menaklukkan Jakarta” Dibedah

Padang (FAMNews) -- Novel “50 Ribu Rupiah Menaklukkan Jakarta” karya Ghea Mirella diluncurkan dan dibedah di TB Sari Anggrek, Padang, Ahad (27/9). Tampil sebagai narasumber Muhammad Subhan (Penulis & Pegiat FAM Indonesia) dan Irzen Hawer (Novelis).

Acara diikuti aktivis literasi sejumlah komunitas penulis di Sumatera Barat, di antaranya FAM Wilayah Sumatera Barat, Rumahkayu Indonesia, FLP Sumatera Barat, Books Reader Padang, Klub Sahara, dan pegiat S3 (Silaturahim Sastrawan Sumbar).

“Hari ini lahir lagi sastrawati dari Ranah Minang. Ini adalah jenis novel memoar yang ditulis pengarang berdasarkan kisah nyata,” ujar Irzen Hawer yang juga guru bahasa dan sastra Indonesia SMA Negeri 1 Batipuh.

Sementara, Muhammad Subhan menilai novel ini unik, sebab penulis menghadirkan tokoh utama yang merantau ke Jakarta berstatus remaja perempuan. Lumrahnya, di Minangkabau, kebiasan merantau dilakukan remaja/pemuda laki-laki.

“Pengarang melawan kebiasan umum di Minangkabau bahwa merantau adalah tugas …

200 Siswa Hizbul Wathan se-Lamongan Ikuti Pelatihan Menulis Kreatif

Lamongan (FAMNews) – Hizbul Wathan Lamongan kembali menggelar Jambore Tingkat Kabupaten. Kali ini dikemas dalam “Ceria Pandu Athfal 2015” Tingkat SD/MI se-Kabupaten Lamongan. 

Sebanyak 1.500 siswa perwakilan dari 50 sekolah mengikuti acara itu di Bumi Perkemahan Lapangan Sawunggaling, Lamongan, Jawa Timur. Acara dimulai Sabtu (26/9) dan berakhir Senin (28/9).

Selain dibekali ilmu tentang kepramukaan, peserta Jambore juga diberikan materi menulis dengan mendatangkan motivator dari Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, Aliya Nurlela. Selain dikenal sebagai Sekjen FAM Indonesia, Aliya Nurlela juga seorang penulis cerpen, esai dan novel. Novel terbarunya “Senyum Gadis Bell’s Palsy” sedang dalam proses terbit. 

“Jambore ini rutin diadakan setiap tahun dan sudah berlangsung 15 tahun. Tujuannya sebagai silaturahim pelajar, menumbuhkan kreativitas, dan pembentukan karakter siswa. Di dalamnya ada lomba menulis cerpen dan puisi. Harapannya agar para siswa termotivasi berkarya,” ujar Fathurrohim Syu…

Bahagia dan Cinta dalam Serpihan Duka

Judul: Sepasang Hati di Langit Kelabu
Penulis: 50 Cerpenis
Penerbit: FAM Publishing
Jumlah halaman: x + 398 hal
Ukuran: 14 x 20 cm
Terbit: Agustus 2015
ISBN: 978-602-335-062-9
Harga: Rp55.000,-

“Sepasang Hati di Langit Kelabu” bercerita tentang seorang wanita bernama Mei yang menderita kanker hati dan divonis dokter, hidupnya tinggal 4 bulan lagi. Mei sempat terpukul dengan vonis tersebut. Kesedihannya makin menjadi ketika seluruh keluarganya jadi bersikap pendiam, ikut sedih, cemas, bahkan mencekokinya dengan berbagai macam obat. Mei merasa telah mati sebelum waktunya. 

Kesedihan Mei berubah keceriaan ketika lelaki seusianya yang bernama Ray menjadi pasien yang sama di rumah sakit itu. Ray memiliki penyakit yang sama, kanker hati serta mendapat vonis yang sama. Usianya diprediksi tinggal 4 bulan lagi (120 hari). 

Berangkat dari kesamaan nasib, Mei dan Ray menjadi akrab, bahkan saling menaruh hati. Keduanya saling menyemangati dan berbagi cerita tentang sakit yang diderita. Hingga keduanya memu…

Memotret Wajah Indonesia

Judul: Senyum Nolina
Penulis: Dedi Saeful Anwar
Kategori: Kumpulan Cerpen
Penerbit: FAM Publishing
Halaman: 131 hlm; 13x20 cm
ISBN: 978-602-7956-48-3

Sebelum berangkat ke sekolah sudah menjadi rutinitasnya menitipkan bala-bala, gehu, cireng, dan comro di warung-warung di sekitar kampungnya. Sekadar untuk menyambung hidup (Piagam untuk Emak, hlm. 15-16).

Menulis dan mengisahkan sebuah cerita ternyata bukan sekadar perihal menyajikan suatu kejadian, suatu cuplikan, yang semuanya bermula dari ide dan diksi yang dikemas sedemikian elok dan indah. Menulis cerita ternyata memberi ruang kepada diri untuk mengamati semesta, tingkah laku perangai manusia, mengamati esensi hidup, misteri mati, dan banyak hal-hal besar lainnya, atau mengamati diri, hingga jauh ke dalam jiwa, dan hal-hal kecil lainnya. Menulis memberi ruang untuk merenung, berpikir, dan meramu pengamatan-pengamatan menjadi sedemikian bermakna dan memberi makna–walau tidak dengan bahasa yang langsung.

Begitulah yang dilakukan oleh Dedi Sa…

Ulasan Cerpen "Alam Takambang Jadi Guru" Karya Indah Permata Sari (FAMili Padang)

Cerpen ini menyoroti gagasan yang sudah lama ada namun seolah terabaikan. Perantau dari tahun ke tahun seakan tak jenuh mendatangi ibu kota. Pikiran bahwa kota besar menjamin kesuksesan, membuat orang desa nekat pindah ke kota, bahkan meski tanpa bekal skill maupun ilmu. Hasilnya? Pengangguran di mana-mana, kemiskinan merajalela, pemukiman-pemukiman kumuh makin padat, dan angka kriminalitas melonjak naik.

Dalam cerpen ini kita belajar bahwa sejatinya kehidupan sukses bisa diraih di mana saja. Tidak harus selalu di kota besar, dalam hal ini kota Jakarta. Seakan-akan jatah sukses hanya Tuhan taburkan di satu tempat saja. Padahal, rezeki ada di mana-mana. Asal manusianya berusaha, pastilah dapat.

Beberapa koreksi mengenai EYD ada pada kata-kata berikut: "mempesona", "di aspal", "di hadang", "di sebabkan", "di dapatkan", "di jamin", "disana", "karna", "nasehat", dan "ku ambil", yang mestinya …

Ulasan Puisi "Adakah Wajah Indonesia?" Karya Mawardah (FAMili Deli Serdang)

Agaknya penulis puisi ini mulai "geram" dengan hilangnya wajah Indonesia yang dulu, yang begitu mencintai negerinya, yang begitu menghargai tanah airnya. Korupsi yang merajalela, kekejaman, ketimpangan, keapatisan, dan segala hal buruk yang dewasa ini semakin menjadi-jadi, seolah mengusik wajah Indonesia asli hingga tercoreng, bahkan hingga menjadi budaya yang melenakan.

Perubahan, itulah misi puisi ini. Alangkah indah jika kita kembali kepada wajah Indonesia yang dulu; mencintai dan menghormati Ibu Pertiwi. Membangun negeri ini bersama dengan saling bergandengan tangan, membuang egoisme dan kerakusan, menghapus perbedaan "kasta", serta masih banyak lagi pekerjaan rumah yang jika dikerjakan, Indonesia akan menjadi jauh lebih baik.

Koreksi EYD ada pada kata "kemana" yang harusnya ditulis "ke mana". Saran untuk penulis agar terus pertajam pena Anda. Dari segi pengolahan diksi sudah baik. Tinggal merutinkan berpuisi setiap hari, maka akan jadi jauh l…

Profil Penulis ”Hati Tukang Sapu dalam Jurang” dan "Kebenaran dalam Sastra"

Raflis Chaniago lahir tahun 1963 di Desa Talaok Bayang, Pessel, Sumatera Barat. Tamat SDN 1 Lubuk Begalung Bayang 1977, SMPN Kt. Berapak Bayang (sekarang SMPN 1 Bayang) 1981, SMAN Painan (sekarang SMAN 1 Painan) 1984, D-3 Bahasa Indonesia IKIP Padang 1987, S-1 Bahasa Indonesia UNP 1999.

Pada tahun 1989 ditugaskan mengajar di SMPN Lakitan (sekarang SMPN 3 Lengayang), Pesisir Selatan. Tahun 1993 pindah ke SMPN Salido (sekarang SMPN 2 Painan). Pada tahun 2000 sampai sekarang mengajar di SMAN 1 Painan, Sumatera Barat. 

Menulis esai, cerpen, dan puisi di Haluan, Singgalang, dan Mingguan Canang terbitan Padang sejak tahun 1984. Juara II lomba menulis cerpen FPBS IKIP Padang 1986. Salah seorang dari 20 pemenang Lomba Menulis Cerpen (LMCP) Program Reguler Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah pada tahun 2008. Juara 2 Lomba Cerpen Bertema Kearifan Lokal di FAM Indonesia, 2014.

Buku kumpulan cerpen “Hati Tukang Sapu dalam Jurang” dan buku kump…

FAM Wilayah Karesidenan Kediri Temu Darat

Forum Aktif Menulis (FAM) Wilayah Karesidenan Kediri mengadakan Kopi Darat (Kopdar) ke-6 di Taman Kilisuci, Pare, Selasa (22/9), sore.

Pada kesempatan itu, Sekjen FAM Indonesia Aliya Nurlela dan Arifa (Guru Jurnalis SMAN 4 Kediri) tampil sebagai narasumber. Tema yang dibahas "Mengasah Ketajaman Pena Melalui Komunitas Kepenulisan."

Makhyatul Fikriya (juara cipta dan baca puisi tingkat SLTA se-Kabupaten Kediri) dan Naela Nuril Alfin (juara cipta dan baca puisi tingkat SLTP se-Kabupaten Kediri) membaca puisi sehingga menambah semarak pertemuan itu.

FAM Indonesia juga memberikan penghargaan dan apresiasi kepada anggota FAM Kediri, Arifin Hidayat yang baru-baru ini terpilih sebagai Aktor Teater Terbaik Tingkat SLTA se-Kabupaten Kediri.

“Alhamdulillah, semakin banyak FAMili yang menorehkan prestasi sesuai potensinya masing-masing. Semoga akan lahir penulis-penulis hebat yang bertalenta,” ujar Aliya Nurlela. (*)

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi call centre 0812-5982-151…

Ulasan Cerpen "Alam Takambang Jadi Guru" Karya Indah Permata Sari (FAMili Padang)

Cerpen ini menyoroti gagasan yang sudah lama ada namun seolah terabaikan. Perantau dari tahun ke tahun seakan tak jenuh mendatangi ibu kota. Pikiran bahwa kota besar menjamin kesuksesan, membuat orang desa nekat pindah ke kota, bahkan meski tanpa bekal skill maupun ilmu. Hasilnya? Pengangguran di mana-mana, kemiskinan merajalela, pemukiman-pemukiman kumuh makin padat, dan angka kriminalitas melonjak naik.

Dalam cerpen ini kita belajar bahwa sejatinya kehidupan sukses bisa diraih di mana saja. Tidak harus selalu di kota besar, dalam hal ini Kota Jakarta. Seakan-akan jatah sukses hanya Tuhan taburkan di satu tempat saja. Padahal, rezeki ada di mana-mana. Asal manusianya berusaha, pastilah dapat.

Beberapa koreksi mengenai EYD ada pada kata-kata berikut: "mempesona", "di aspal", "di hadang", "di sebabkan", "di dapatkan", "di jamin", "disana", "karna", "nasehat", dan "ku ambil", yang mestinya …

Undangan Penerbitan Buku “Ensiklopedi Penulis Indonesia” Jilid 6

Penerimaan Naskah: 20 September 2015
Deadline: 20 Oktober 2015 

Salam aktif, Penulis Indonesia!

Pertanyaan yang sering menjadi momok banyak penulis adalah, “sebenarnya untuk apa saya menulis?” Jawabannya tentu bermacam-macam. Ada yang bersungguh-sungguh, ada yang sekadar bermain, ada pula yang ikut-ikutan sehingga semangatnya naik-turun. Tetapi itu lumrah, dialami banyak orang, dan yang benar-benar mewujudkan dirinya sebagai penulis sungguhan adalah yang istiqamah di dunia kepenulisan. Dan, itu jumlahnya sangat sedikit.

Nah, di posisi manakah Anda berada? 

Kami berharap, Anda adalah penulis yang “sungguhan”, atau setidaknya selalu berusaha keras mewujudkan impian Anda sebagai seorang penulis andalan Indonesia, bukan sekadar punya nama, tetapi juga menyebarkan manfaat lewat karya-karya yang Anda tulis.

Sebuah program unggulan diluncurkan FAM Indonesia sejak tahun 2013, yaitu penerbitan buku ENSIKLOPEDI PENULIS MUDA INDONESIA yang berisi tentang RIWAYAT HIDUP, PROSES KREATIF DAN PERJALANAN KE…

Bukukan Cerita Dongeng Karyamu!

Penerimaan Naskah: 20 September 2015
Deadline: 20 Oktober 2015

Dongeng merupakan bentuk sastra lama yang bercerita tentang suatu kejadian luar biasa, penuh khayalan (fiksi), dan dianggap oleh masyarakat suatu hal yang tidak benar-benar terjadi. Dongeng juga merupakan bentuk cerita tradisional atau cerita yang disampaikan secara turun-temurun dari nenek moyang. Dongeng berfungsi untuk menyampaikan ajaran moral (mendidik), dan juga menghibur (Wikipedia.org). 

Setiap orang pasti pernah menyukai dongeng di masa kecil, menjadi bacaan mengasyikkan, hiburan menyegarkan dan menjadi teman pengantar tidur, sebab dongeng selalu akrab dalam kehidupan anak-anak. Namun sayang sekali, minat besar anak-anak pada dongeng tidak diimbangi dengan terbitnya buku-buku baru yang berisi kumpulan dogeng yang menyegarkan, baik dari segi ide dan jalan cerita. Buku-buku dongeng yang banyak beredar sekarang, dominan cetakan ulang dari karya-karya lama.

Melihat fenomena ini, Penerbit FAM Publishing, Divisi Penerbitan …

Piagam Kontributor “Separuh Hati yang Sunyi”

Kontributor yang tergabung dalam antologi cerpen “Separuh Hati yang Sunyi” (Nulis Cerpen Bareng Sekjen FAM Indonesia Jilid 2) mendapatkan piagam ini. Adapun nama-nama penulis di buku ini sbb:

Aliya Nurlela
A. Warits Rovi
Ahsani Taqwyma
Arga Wibawa atau K. Himawan
Dari Iqlimanis
Dede idar
Desy Marwa
Dewi Yulianti 
Elliza Anggian Nursepty 
Erina Budi Purwantiningsih 
Ghoffar Albab Maarif
Hanifatul Mufidah
Hendri Efendi
Ikhsan Hasbi
Ima Rita Umbara 
Laksana Fajar
Lathifah An Nahl
Muhammad Manarul Hidayat
Nurilla
Pingki Vista Bella 
Prayinda Elsa N 
Rafif Wintama  
Rahma Boniez
Rahmi Intan
Rika Sri Majreha 
Ristika Yolanda 
Rizka Ananda Putri
Rizqa Inayati Royadi
Royadi 
Sahida Woro Palupi 
Sapta Nugraha 
Shinta Ayu Nuryani 
Sima (Siti Mafuddah) 
Sri Indrayani 
Sri Kurnia Yuliarnis 
Summa Hamfidz
Suprapno
Supriyanti
Tri Wandi Januar
Ujang Wardani
Ulil Amri
Umi Hasanah
Wahyu Gandi G
Winta Hari Arsitowati
Wiwit Cahyani
Yuan Lawu Wijayanto
Yusuf Asmurfi
Yusuf Pasha Irwansyah
Zikriani Putri
Zuniaty Zahara

Terima kasih atas partisipasinya. Sal…

Profil Penulis Buku “Memotret Data Kuantitatif dan Kualitatif”

Buku “Memotret Data Kualitatif dan Kuantitatif” diterbitkan FAM Publishing, Divisi Penerbitan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Berikut profil penulis buku ini.

Dr. H. Munawar Noor, MS, adalah alumni S1, FISIP Untag Semarang, S2 FISIPOL UGM, S3 FISIP UNDIP dalam disiplin Ilmu Administrasi Publik. Sejak tahun 1984 sampai sekarang Dosen Tetap di FISIP Untag Semarang. Telah menulis beberapa buku teks maupun buku ajar untuk kepentingan mahasiswa dan umum dan Jurnal Internasional dalam disiplin ilmunya. 

Pengalaman Kerja :
Dekan FISIP UNTAG (1997-2002)
Pembantu Rektor (2002-2006)
Kepala Badan Penjaminan Mutu (2006-sekarang)

Buku-buku yang sudah terbit, di antaranya Buku Ajar: Pengembangan/Pelembagaan Organisasi (2005), Kepemimpinan (2008), Perencanaan/Pengendalian (2010), Pendidikan Nasionalisme (2009), Evaluasi Kebijakan Publik (2013), Teori Implementasi Kebijakan Publik (2013), Pelayanan Publik (2010), Teori Organisasi (2012), Perilaku Organisasi (2014), Statistik Inferensial (2013). 

Buku R…

‘Senjata’ Ampuh Versi Bahasa Surat

Bagi kamu generasi tahun 2000-an, bahasa surat mungkin sedikit terkesan asing. Maklum, kamu lahir di zaman teknologi yang sudah berkembang pesat dan surat-menyurat sudah mulai ditinggalkan. Orang sudah beralih ke media lain, seperti; email dan facebook. Tapi, bukan berarti surat-menyurat menjadi punah dari muka bumi alias tidak dipakai lagi. Surat-menyurat masih tetap dipakai lho!
Dulu, generasi sebelum kamu yang pernah merasakan masa bersurat-suratan sangat paham betul, seperti apa berkesannya bahasa surat. Sangat berbeda dengan bahasa komunikasi yang menggunakan media digital—yang lebih cenderung to the point. Misal saja, bahasa komunikasi di facebook atau lewat sms. Kamu pasti tahu, betapa mudahnya seseorang menghubungi kamu, berkenalan, berkirim pesan—baik pesan serius atau tidak—dengan tidak memerhatikan detail setiap kata yang ditulisnya. Banyak kata yang ditulis tidak utuh (alias disingkat) atau tanda baca yang ganda, serta EYD yang berantakan. Yup, pasti kamu tahu itu deh! Past…