• Info Terkini

    Rabu, 30 September 2015

    Ulasan Puisi "Kebencian Seorang Santri" Karya Fachrul Rozie Yudha Gunawan (FAMili Bekasi)

    NET
    Puisi ini merupakan cerminan kejujuran seorang manusia. Segudang aktivitas dan rutinitas kadang kala membuat kita benci dan ingin pergi saja sejauh mungkin ke tempat yang kita sukai. Dalam hal ini, kebencian ini dirasakan oleh seorang santri. Betapa ia benci mengerjakan semua "tugas" sebagai orang pondokan. Betapa ia bosan. Betapa ia ingin pulang saja ke rumah dan melakukan semua kesenangan tanpa atura setiap hari.

    Namun menariknya, kebencian itu justru lama-lama tersingkir oleh karena sesuatu yang disebut cinta. Barangkali benar kata orang Jawa, "cinta bisa lahir karena terbiasa", maka begitulah yang terjadi pada santri kita yang satu ini. Bukankah aktivitas dan rutinitas pondokan yang selama ini ia benci tetapi tetap dijalani itu untuk kebaikannya sendiri? Juga untuk kebaikan orang-orang di sekitarnya kelak? Maka hadirlah cahaya yang membuatnya akhirnya jatuh cinta pada rutinitas berbuah kebaikan itu, sehingga kelak ia lama-lama akan benci meninggalkan pondok pesantren, entah secara lahir maupun batin.

    Beberapa koreksi ada pada kata-kata berikut: "antri", "dihukumpun", dan "kemanapun", yang mestinya ditulis: "antre", "dihukum pun", dan "ke mana pun". Ada satu kesalahan ketik pada kata "benci" sehingga menjadi "bencim". Saran untuk penulis adalah agar terus berlatih. Pilihan dan tatanan diksi yang terlalu sederhana akan bisa jadi lebih tajam jika dikelola dengan terus melatih rasa. Tidak ada salahnya memang sebuah puisi ditulis dengan metode apa pun, selama itu membawa pesan baik. Namun, rasa sebuah puisi tetap penting, karena sebagaimana karya sastra lainnya, puisi juga butuh keindahan.

    Terus berkarya.

    Salam santun, salam karya!
    TIM FAM INDONESIA

    [BERIKUT NASKAH ASLI TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

    Kebencian Seorang Santri
    Oleh Fachrul Rozie Yudha Gunawan (IDFAM3381M)

    sungguh aku benci!!!
    benci... ketika aku harus terkurung, terpisah jauh dengan keluargaku, dengan teman-teman sepermainanku
    sungguh aku benci!!!
    benci... ketika aku harus bangun lebih pagi dari biasanya
    sungguh aku benci!!!
    benci... ketika aku tidak dapat mendengar lagu kesukaanku, tidak dapat menyaksikan acara ataupun film favoritku
    sungguh aku benci!!!
    benci... ketika aku harus memiliki lebih banyak jadwal pelajaran yang harus diikuti
    sungguh aku benci!!!
    benci... ketika aku makan harus mementingkan logika ketimbang rasa
    sungguh aku benci!!!
    benci... ketika aku harus antri untuk makan, antri untuk mandi, antri untuk setoran hafalan, antri untuk wudhu, bahkan dihukumpun harus antri
    sungguh aku benci!!!
    benci... ketika aku harus minta izin untuk pulang ke rumah
    sungguh aku benci!!!
    benci...ketika aku harus selalu dipaksa mengikuti kegiatan meskipun aku lelah
    sungguh aku benci!!!
    bencim... ketika aku tidak bisa kemanapun yang aku mau
    sungguh aku benci!!!
    benci.....benar-benar benci....
    ketika aku  harus meninggalkan pondokku...

    Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Ulasan Puisi "Kebencian Seorang Santri" Karya Fachrul Rozie Yudha Gunawan (FAMili Bekasi) Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top