• Info Terkini

    Wednesday, September 30, 2015

    Ulasan Puisi "Kemelut Peralihan" Karya Mafiana Annisya (FAMili Lampung)

    NET
    Sebagaimana yang kita tahu, setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik bagi anak-anaknya. Yang dilakukan untuk mewujudkan itu adalah dengan usaha dan doa. Kegigihan orangtua menyekolahkan anaknya setinggi mungkin adalah salah satu bagian dari usaha. Terakhir, doa agar segala jalan dimudahkan-Nya.

    Dalam puisi ini kental perasaan gundah sekaligus "tertekan" dalam diri seorang anak. Tekanan ini bukan sesuatu yang negatif, melainkan sebaliknya, sebab lahir dari usaha dan doa orangtua yang tulus. Perasaan ini mulai terasa di batin anak sejak bait pertama. Betapa tertekan hingga terharu ia—yang akhirnya membuatnya bangkit untuk sebuah pembuktian bahwa setiap yang dilakukan orangtua untuknya tidak akan sia-sia; sekolah setinggi mungkin.

    Membaca dan mencermati puisi ini, Tim FAM Indonesia menilai penulis cukup baik menggiring pengertian sebuah puisi dari tiada menuju ada. Samar-samar penulis memberi sedikit penerangan di satu-dua bagian, lalu menyusul bagian lain dan terjabarlah segala maksud di akhir bait.

    Namun, sebagaimana puisi pada umumnya, tentu saja tidak menutup kemungkinan multi-tafsir. Termasuk puisi ini. Ia bisa saja hadir bukan sekadar menggambarkan hubungan erat orangtua dan anak yang tak ingin mengecewakan dalam suatu perjalanan hidup, tetapi juga antara sepasang kekasih yang saling menyemangati demi masa depan. Tidak ada petunjuk yang jelas membuat dua kemungkinan itu lahir. Namun yang jelas, kedua arah tafsir sama-sama menggambarkan "peralihan" seperti yang tertera pada judul.

    Koreksi ada pada kata "merubah" yang harusnya ditulis "mengubah". Tidak ada kata kerja "merubah". Sisanya, tampaknya sudah tepat. Saran dari Tim FAM untuk penulis, terus perdalam kekuatan pena Anda. Diksi-diksi dalam puisi ini masih terasa sederhana, namun terkadang agak klise. Dengan terus menulis puisi, suatu saat ciri khas Anda akan ditemui sehingga walau dengan diksi-diksi sederhana, penataan yang pas menjadikan setiap baitnya lebih tajam. Itulah kuncinya.

    Salam santun, salam karya!

    TIM FAM INDONESIA

    [BERIKUT NASKAH ASLI TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

    Kemelut Peralihan
    Karya: Mafiana Annisya (ID FAM3462M)

    Lantunan itu bagai memecah asa
    Menggoreskan cipta, cita, dan canda
    Melambung dalam angan
    Menyusuri .... bahkan mempertegas sebuah makna
    Rasa apa ini!
    Beraninya kau mengusik bias tangisku
    Menghempaskan udara dalam lara
    Melukiskannya hingga lazuardi
    Kau apakan ruang dalam alur itu?
    Tak bisakah kalam itu berirama
    Bagai atom nan hendak bersuara
    atau memilih bersembunyi dalam retro memori lampaunya?
    Entahlah,
    Ketika pancacita tak lagi dalam ikrarnya
    Sekema tabiat tak kunjung berbanding dengan bukti
    Yang ada mungkin...
    Hanya sebuah goresan tanpa dapat dimengerti

    Namun, dalam goresan nan tak aku mengerti
    Engkau berikan seberkas semangat untuk merubahnya
    Kau lantunkan nada doa indah untuk melengkapinya
    Menjadikanku bak  senopati nan gagah berani melangkah 
    Memantapkan diri menuju perguruan tinggi 

    Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Puisi "Kemelut Peralihan" Karya Mafiana Annisya (FAMili Lampung) Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top