• Info Terkini

    Tuesday, September 1, 2015

    Vitamin Menulis adalah Banyak Baca Buku

    NET
    Kamu sering dengar kan, kalau menulis harus sepaket dengan membaca? Orang yang suka nulis, otomatis harus suka baca. Dari mana dia dapat vitamin untuk menulis, kalau malas membaca? Jelas-jelas menulis dan membaca itu satu paket, tidak bisa dipisah-pisahkan.

    Namun, masalahnya, kamu sering mengeluh; betapa sulitnya membiasakan baca buku. Bawaannya malas dan ngantuk. Nah, keluhan ini perlu kamu atasi segera, sebelum menjadi penyakit akut yang membuatmu benar-benar kehilangan selera membaca. Caranya? Banyak cara deh yang bisa kamu lakukan.

    Coba deh pakai tips-tips membaca berikut ini, agar kamu tidak bosan dan malas lagi.

    Pertama, mulailah dari bacaan yang kamu sukai. So, ini tidak bisa ditawar. Meskipun ada puluhan ribu judul buku di perpustakaan terdekatmu, bukan berarti kamu harus suka semua buku itu. Memang, dianjurkan kamu baca semua—tanpa pilih-pilih—tapi... dalam rangka membiasakan membaca, akan sulit kamu lakukan. Ujung-ujungnya gairah membacamu tidak tumbuh, makin malas dan hilang selera. Nah, jadi tidak perlu kamu lahap semua, cukup pilih dulu buku-buku yang kamu sukai. Misal, novel. Coba deh, mulai dari baca novel dulu.

    Sebuah perpustakaan, sudah pasti memiliki banyak koleksi novel. Itu kesempatanmu untuk membacanya satu persatu. Selesai membaca satu novel, lanjutkan membaca novel berikutnya. Terus begitu, dari novel satu ke novel lainnya.

    Kamu akan mendapat wawasan, ide, motivasi dan pencerahan. Kamu juga akan terkagum-kagum dengan tulisan para novelis yang kaya wawasan. Hingga timbul pertanyaan dalam benakmu, “dari mana para novelis ini tahu soal ini dan itu?” Nah, di situlah kamu akan sadar bahwa membaca itu penting. Ternyata, para novelis saja rajin membaca, hingga buku-bukunya berbobot dan kaya wawasan.

    Kedua, sering-seringlah bertemu dengan teman yang suka membaca. Bukan sekadar bertemu, lho! Tapi kamu ajak dia mengunjungi perpustakaan, membaca bersama, diskusi isi buku yang pernah dibaca, saling bertukar pikiran, termasuk saling bertukar buku. Siapa tahu koleksi buku temanmu lebih beragam. Selain hemat, kamu juga bisa membaca buku sepuasnya. Asal tahu aja, kalau pinjam buku teman, harus hati-hati. Jangan sampai bukunya keriting, menggulung, robek, kena tumpahan kopi, atau dicoret-coret. Bisa-bisa temanmu ogah meminjamkan buku lagi. So, jagalah sebaik mungkin, seperti menjaga bukumu sendiri. Pandanglah buku tersebut sebagai kekayaan berharga yang tidak boleh rusak, sebab akan jadi warisan untuk generasi selanjutnya.

    Nah, kalau tips kedua ini kamu lakukan secara rutin dan tidak terpaku pada satu teman, secara perlahan semangat baca bukumu akan tumbuh. Ingat, semangat itu mudah nular lho!

    Ketiga, cari tempat yang asyik untuk membaca. Kamu merasa bosan dan malas baca buku, bisa jadi gara-gara cara berpikirmu yang monoton. Kamu terlalu kaku; punya anggapan kalau baca buku itu harus duduk manis di rumah dalam ruangan tertutup. Padahal, baca buku tidak harus selalu begitu lho. Baca buku di dalam rumah, itu sudah biasa. Kalau kamu orang yang gampang bosan, harusnya ubah cara berpikirmu dan beranilah membaca di mana saja. Asal di tempat yang aman ya. Jangan mentang-mentang cari suasana baru, terus kamu baca buku di tengah rel kereta api. Tidak se-ekstrem itu, Guys!

    Kamu bisa duduk-duduk santai di teras rumah. Tidak perlu kaku dengan duduk di kursi. Duduk saja di lantai, sambil selonjor kaki. Sesekali sambil berbaring, atau menggelapar di lantai he...he. Tidak masalah, toh itu rumahmu kan?

    Kamu juga bisa baca buku di bawah pohon yang rindang, sambil bersandar ke batangnya. Merasakan angin sepoi, mendengar kicau burung dan gemerisik dedaunan yang saling bergesekan, duh... sangat nyaman untuk membaca. Tapi ingat, jangan terlena dengan sejuknya suasana hingga kamu tertidur dan gagal baca buku.

    Masih ada sawah di sekitar rumahmu yang tak kalah menarik dijadikan tempat membaca. So, duduk-duduk saja di pinggir sawah. Kamu akan merasakan sensasi luar biasa, apalagi kalau padi sedang menghijau dan langit cerah. Wow, lukisan alam yang elok itu sangat mendukung aktivitas membacamu.

    Tak masalah juga, kamu mencoba baca buku di atas batu sungai. Itu mengasyikan lho! Sungai dengan segala daya tariknya, akan memberikan sensasi lain dan semangat baru. Kamu bisa membaca buku sekaligus membaca alam, ada dua keuntungan. Siapa tahu, berkat jalan-jalan ke sungai, ide menulismu bertambah. Keren, bukan? Tapi ingat, jangan di sungai yang rawan banjir atau di musim penghujan. Bukan hanya bukumu yang berpotensi hanyut, tapi kamu juga.

    Kalau di dekat tempat tinggalmu tidak ada sawah, kebun, hutan atau sungai, bukankah masih ada warung, kafe, atau kedai-kedai lesehan? Kamu bisa manfaatkan itu. Baca saja di sana, duduk di tempat paling pojok sambil ‘ngopi’ dan makan camilan. Tak kalah asyik deh.

    Intinya, membangkitkan gairah membaca harus lahir dari dirimu sendiri. Kamulah yang harus kreatif dan pandai-pandai buat perubahan. Seiring rutin dan rajinnya, kamu akan tertata menjadi orang yang suka baca, bahkan kecanduan alias ketagihan. Tanpa perlu disuruh, di mana pun, kamu rela tenggelam membaca buku. So, percayalah! (Aliya Nurlela, Pegiat FAM Indonesia)


    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Vitamin Menulis adalah Banyak Baca Buku Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top