Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2015

Ulasan Artikel "Karena Hidup Hanya Sekali, Hiduplah yang Berarti" Karya Apriyanti (FAMili Sumenep, Madura)

Beruntunglah orang yang memahami tujuan hidupnya karena dia tahu cita-cita dalam hidupnya. Dia juga tahu bagaimana memanfaatkan kesempatan hidup ini agar hidupnya bahagia dan tidak sia-sia. Dia tahu bahwa hidup ini bukanlah sekadar permainan dan senda gurau.

Paragraf di atas adalah sepenggal bagian tulisan ini. Penulis begitu singkat merangkum maksudnya dengan hanya beberapa paragraf saja, dimulai dari hikmah yang bisa diambil dari kejadian di sekitar yang terus bergerak maju, tanpa berhenti, apalagi mundur.

Hidup memang terus berjalan. Waktu tak 'kan berhenti. Dan kelak, dunia ada akhirnya. Apa yang kita lakukan selama hidup? Karena hidup hanya sekali, ya, maka bergunalah bagi kehidupan, minimal kehidupan kita pribadi. Jikapun berguna bagi banyak orang, itu akan lebih baik.

Sayangnya penulis kurang mendalami dan fokus pada bahasannya, sehingga tulisan ini terkesan sekadar mencoret. Alangkah lebih bagus jika kutipan ayat Alquran yang berkenaan dengan tema tulisan itu dilengkapi denga…

Ulasan Puisi "Semangat Pahlawan" Karya Putri Ningsih (FAMili Pasaman)

Menulis puisi memang tak lepas dari keindahan. Dan "indah" dalam hal ini bisa dicapai keterampilan penulis dalam menyusun diksi. Puisi ini terkesan hambar dan klise, juga tidak indah. Kita kurang merasa bergairah atau bersemangat seakan para pahlawan masa lampau berkumpul di dekat kita. Tidak ada rasa itu. Bila diibaratkan menanak nasi, ada yang kurang matang pada banyak bagian. Ini bukan berarti pilihan diksi yang sederhana, tapi penataan dan paduan per kata kurang bisa meraih atau setidaknya membuat hati pembaca tersentuh. 

Diharapkan ke depan penulis bisa memperdalam rasa untuk mengolah kata per kata menjadi kuat. Misalnya dalam puisi yang memakai judul 'semangat'; penulis perlu mencari sesuatu yang bisa membuat pembaca bersemangat setelah menyelesaikan bait-baitnya. Ini tidak akan bisa sekejap. Butuh proses panjang dan latihan yang tekun. Penulis harus terus mengolah cara dan rasa, juga belajar dari puisi-puisi para penyair nasional, serta tidak lupa untuk menguji…

Ulasan Cerpen "Misteri Suara Aneh" Karya Indah Permata Sari (FAMili Padang)

Afra dan teman-temannya berangkat menyelidiki sebuah gua angker di desa mereka. Gua itu setiap malam mengeluarkan suara-suara aneh dan mengerikan. Warga kira itu hantu. Namun, setelah didatangi, Afra tahu bahwa ternyata di gua tersebut terjadi penindasan oleh seorang bos kepada para pekerja kecil untuk misi penggalian batu rubi.

Afra sendiri melihat ayahnya berada di sana, sehingga ia dan teman-temannya tak sabar untuk membebaskan para pekerja. Melalui ayah salah satu teman Afra, polisi akhirnya datang dan mengepung tempat itu. Semua kembali seperti semula dan cerita berakhir bahagia.

Sebagai pembaca, kita sudah banyak membaca kisah-kisah serupa. Kemasan yang diolah oleh penulis pun sering kita temukan: penjahat yang melakukan kejahatan besar, lalu berhenti akibat tindakan berani anak-anak muda. Sekilas, cerpen ini mengingatkan kebiasaan Scooby-Doo dan kawan-kawan, yang menangkap penjahat ulung di balik topeng hantu. Dan itu selalu nyaris hambar karena ending sudah lebih dulu ketahuan.

N…

Penerbitan Buku Puisi Bertema “Ayah, di Bahumu Aku Bersandar”

Dibuka: 20 Oktober 2015
Deadline: 20 November 2015

Sahabat dan FAMili di mana pun berada, Penerbit FAM Publishing—Divisi Penerbitan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia—kembali mengajak Anda untuk aktif dan kreatif berbagi tulisan melalui puisi-puisi inspiratif. Kali ini bertema “Ayah, di Bahumu Aku Bersandar,” sebagai kado untuk ayah tercinta. 

Hakikatnya, penghargaan terhadap seorang ayah tidak dapat diukur dengan hitungan satu atau dua hari. Kasih sayang seorang ayah tidak terbatas dan anak tidak akan mampu membalas limpahan kasih sayang itu. Ayah selalu ikhlas memberikan cinta kasihnya—seperti halnya ibu. Ayah selalu memberikan contoh keteladanan dan ketegaran. Belaian kasih ayah selalu menenangkan. 

So, jangan ragu untuk berpartisipasi dalam event ini. Kirim naskah Anda! Mari kita berikan penghargaan kepada para ayah melalui puisi. Penerbit FAM Publishing akan membukukan karya terbaik Anda menjadi buku yang menarik dan menginspirasi banyak orang. Buku itu akan menjadi kado terindah un…

Pengumuman Pemenang Lomba Cipta Puisi Tingkat SLTA se-Kabupaten Kediri

Selasa, 20 Oktober 2015

Setelah melakukan serangkaian tahapan seleksi yang ketat dari 75 naskah puisi perwakilan tiap sekolah yang diterima FAM Indonesia, lalu diikuti dengan terpilihnya 10 nominator, maka tibalah saat yang dinanti-nantikan, yaitu Pengumuman Pemenang Lomba Cipta Puisi Tingkat SLTA se-Kabupaten Kediri. 

Keputusan Tim FAM Indonesia—setelah membaca, menilai, mendiskusikan, lalu memutuskan—inilah nama-nama dan judul puisi karya pemenang:

JUARA 1
Judul Puisi : Sajak Sehelai Daun
Karya: Tri Okta Argarini
Asal sekolah: SMAN 2 Pare

JUARA 2
Judul Puisi: Tanah Rezeki
Karya: Agus Ihza
Asal sekolah: MA Sejahtera

JUARA 3
Judul Puisi: Indonesia di Padang Liar
Karya: Zakaria
Asal sekolah: MA Maarif Kepung

TUJUH PUISI TERBAIK:

1. Ananta Iqbal Pramudya, SMAN 2 Kediri (Cinta Biner)
2. Aulia Rahma Retnaningtyas, MAN Krecek (Atas Perusak Bawah)
3. Makhyatul Fikriya, SMAN 2 Kediri (Hati-hati Penjajahan Masa Kini)
4. Mochammad Agung Suluq Muafa, MAN 2 Kediri (Minuman Pemabuk Asmara)
5. Muhammad Basit Aridho, …

Penerbitan Buku Kisah Inspiratif, “Di Negara itu Impianku Akan Berlabuh” Jilid 2

Dibuka: 18 Oktober 2015
Deadline: 18 November 2015

Impian adalah tonggak awal langkah kaki seseorang menuju kemajuan, kesuksesan dan meraih sesuatu yang dianggap mustahil. Berkat impian orang memiliki kekuatan untuk bertahan dan berjuang dengan segala risikonya. Impian perlu diperjuangkan jika seseorang ingin berhasil meraihnya.

Impian setiap orang pasti berbeda-beda. Setiap orang memiliki catatan harapan tersendiri dengan cara peraihan yang berbeda pula. Proses memperjuangkan impian ini, tentu sangat indah sekali untuk dituliskan. Mungkin Anda pernah dianggap muluk-muluk dengan impian yang sedang dibangun. Atau bahkan dicemooh, dianggap aneh-aneh, semangat Anda dijatuhkan dan berbagai sikap negatif lainnya. Tapi Anda tetap percaya dengan impian itu, terus berjuang dan yakin suatu saat akan berhasil menggapainya. 

Nah, tuliskan impianmu!
Negara mana yang membuatmu kagum, terobsesi mengunjungi dan menjadi target impianmu saat ini?

Penerbit FAM Publishing, Divisi Penerbitan Forum Aktif Menuli…

Karya Sastra Bisa Jadi Media Promosi Sebuah Kota

Pariaman (FAMNews) – Walikota Pariaman diwakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariaman, Drs. Efendi Jamal, M.M., secara resmi meluncurkan Klub Sanggar Bahasa dan Sastra (SAHARA), Ahad (18/10), di aula Balaikota Pariaman.

Klub SAHARA didirikan sekelompok mahasiswa dan pelajar di Kota Tabuik itu, dan diharapkan akan melahirkan penulis-penulis handal di kemudian hari.

“Si anak hilang telah kembali pulang. Membangkit batang terendam,” ujar Efendi Jamal yang menyambut positif dan memberikan apresiasi atas berdirinya Klub SAHARA.

Dia menyebut, di era tahun 1980-an, di Pariaman berdiri sebuah Sanggar bernama “Paris”. Di tahun-tahun itu, banyak penulis-penulis dari Pariaman muncul di pentas nasional dan mengharumkan nama Kota Pariaman.

“Sekarang alumni Sanggar Paris banyak yang menjadi sastrawan, penulis dan jurnalis. Semoga, Klub SAHARA mengikuti jejak sukses Sanggar Paris di era itu,” katanya.

Perintis Klub SAHARA, Mardhiyan Novita MZ, S.S., mengatakan, banyak pelajar dan mahasiswa…

Lomba Karya Tulis Islam SKI SMAN 2 Surabaya dan Kopdar ke-27 FAM Surabaya

Surabaya (FAMNews) – Dua hari kemarin menjadi hari yang sibuk bagi FAM Surabaya. Dimulai dari Sabtu 17 Oktober 2015 pukul 08.30-13.30, FAM Surabaya diminta kerjasamanya oleh Sie Kerohanian Islam SMAN 2 Surabaya untuk mengisi dua kursi sebagai juri lomba karya tulis Islam babak presentasi. 

Eko Prasetyo, anggota FAM Surabaya yang juga penulis super produktif bersama Yudha Prima selaku Koordinator FAM Surabaya,  tampil sebagai anggota dewan juri yang mempunyai kewenangan mutlak untuk menentukan siapa peraih juara 1, 2, dan 3 dari 12 peserta terpilih dalam lomba tersebut. 

Berdasarkan catatan, tahun ini menjadi tahun ketiga FAM Surabaya mendapat kepercayaan dari SKI SMAN 2 Surabaya, salah satu sekolah ternama di kota yang mencanangkan diri sebagai kota literasi itu. Terlepas dari siapa pun nantinya yang akan tampil sebagai pemenang, FAM Surabaya sangat mengapresiasi adanya iven semacam ini karena dari sinilah akan lahir generasi baru yang akan siap mewarnai peradaban dunia melalui tulisan-…

Pengumuman Nominator Lomba Cipta Puisi Tingkat Pelajar SLTA se-Kabupaten Kediri

Tim Juri FAM Indonesia malam ini mengumumkan 10 Nominator dari 75 naskah puisi peserta lomba, yang merupakan perwakilan dari beberapa SLTA di Kabupaten Kediri dalam Lomba Cipta Puisi Tingkat SLTA se-Kabupaten Kediri. 

Adapun nama-nama 10 nominator tersebut (diurutkan berdasarkan abjad) sbb:

1.Agus Ihza, MA Sejahtera Pare (Tanah Rejeki)
2.Ananta Iqbal Pramudya, SMAN 2 Kediri (Cinta Biner)
3.Aulia Rahma Retnaningtyas, MAN Krecek (Atas Perusak Bawah)
4.Makhyatul Fikriya, SMAN 2 Kediri (Hati-hati Penjajahan Masa Kini)
5.Mochammad Agung Suluq Muafa, MAN 2 Kediri (Minuman Pemabuk Asmara)
6.Muhammad Basit Aridho, MAN Krecek (Harapan Itu Sirna)
7.Putri Kartika Sari, MA Sejahtera Pare (Lelaki Sepertiga Malam)
8.Septika Windasari, SMAN 1 Kandangan (Tikus Berdasi)
9.Tri Okta Argarini, SMAN 2 Pare (Sajak Sehelai Daun)
10.Zakaria, MA Ma’arif NU Kepung (Indonesia di Padang Liar)

Selamat kepada para peserta yang masuk di tahapan ini. Dari 10 naskah Nominator, akan disaring kembali untuk penentuan 3 pemenang yan…

Bergaullah, dan Pelajari Karakter Setiap Orang

Hidup ini indah jika memiliki banyak kawan. Satu musuh rasanya terlalu ramai. Maka, jauhi permusuhan dan perluaslah pergaulan. 

Sebagai calon penulis hebat, kamu jangan ‘kuper’ (kurang pergaulan). Pergilah ke luar rumah. Jangan suka mengurung diri. Cari kawan; di mana saja. Di dunia maya, kawan sangat mudah kamu dapatkan. Kenali mereka, seakrab mungkin.

Semakin banyak kawan yang kamu miliki, semakin banyak kesempatan bagimu untuk mempelajari karakter manusia. Sebab, sifat orang itu bermacam-macam, baik perilaku dan motif pergaulannya. Ada yang baik, ada pula yang buruk. Dalam perjalanan pergaulanmu itu, lambat laun kamu semakin memahami karakter orang-orang yang hadir dalam kehidupanmu.

Mempelajari karakter manusia, tentu sangat berguna bagi profesimu sebagai seorang penulis. Ketika kamu menulis cerpen atau novel, misalnya, kamu dapat dengan mudah membayangkan karakter tokoh-tokoh cerita yang kamu ciptakan. Sebab kamu menulisnya berangkat dari karakter manusia sebenarnya. Tokoh ceritamu …

Ulasan Esai "Pacaran Kok Repot" Karya Karya Khoirurrozikin (FAMili Kediri)

Penulis menjabarkan beberapa pengertian umum tentang berpacaran di paragraf awal. Pada paragraf berikutnya, penulis membahas beberapa jenis pacaran menurut tingkat "keuntungan" dan "kerugian" para pelakunya. Pada bagian ini kita membaca keuntungan yang mungkin didapat dari berpacaran, menurut penulis, adalah salah satunya bisa meninggalkan kebiasaan buruk karena berpacaran dengan orang yang lebih baik. Penulis juga menyebut kerugian yang lebih banyak terjadi dalam berpacaran, misal kehamilan di luar nikah.

Ada kontradiksi di tulisan ini. Di satu sisi penulis menyatakan menolak pacaran, kecuali pacaran yang Islami. Padahal di dalam Islam, tidak ada istilah pacaran. Yang ada adalah ta'aruf (itu pun sangat beda maksud dan tujuannya). Dan bilapun memang itu patut disebut Islami, penulis pun memberikan tips yang cukup menggelitik, yang kira-kira berbunyi: agar hemat uang, makanlah sepiring berdua. Padahal sebelumnya penulis sempat menjelaskan alangkah baiknya berpaca…

Meike Sumeler (Jakarta): “Suka Nulis Sejak Kecil, Tapi Baru Sekarang Aktif Mempublikasikannya”

Penulis dilahirkan di sebuah kota kecil di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, 27 Mei 1964, merupakan anak ke-6 dari 7 bersaudara.  Ia tercatat sebagai anggota Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia dengan nomor: IDFAM377OU pada tanggal 12 Oktober 2015.

Meike tumbuh di keluarga yang sangat sederhana dengan disiplin moral yang tinggi dari seorang Ayah yang penuh dengan wejangan dan kasih sayang yang adil, ia ingin semua anak-anaknya hidup dalam jalan yang lurus, rajin dan menjunjung tinggi kejujuran dan takut akan Allah. Dan dari seorang Ibu yang begitu lembut dan penuh kasih sayang, ia sejak kecil diajar untuk suka membaca karena Ibunya berkata, “Anak pintar adalah anak yang suka membaca.”

Jadi sejak mulai bisa membaca di kelas 2 SD maka ‘makanan sehari-hari’ setelah pulang sekolah adalah membaca, dari buku dongeng anak-anak, komik anak-anak, buku silat sampai buku sejarah.

Hobby membaca membuat Meike suka menulis.  Ketika duduk di kelas VI SD ia menulis cerita pendeknya yang pertama dan di…

Putri Ningsih, Suka Menulis Puisi

Putri Ningsih, itulah nama lengkapnya, perempuan yang lahir di Desa Durian Tibarau, 4 September 1994. Ia anak pertama dari empat bersaudara. Salsabila adalah nama penanya yang ia dapatkan saat duduk di bangku SMA. Ia sangat senang jika namanya dipanggil dengan nama penanya tersebut. 

Sejak SD sampai SMA ia sangat menyukai pelajaran Bahasa Indonesia, apalagi jika pelajaran tersebut membahas tentang sastra. Sejak SD ia memiliki hobi membaca puisi. Karena keasyikan membaca puisi timbul lah di pikirannya bahwa ia pun juga harus pandai dalam menulis. Katanya tidak mungkin puisi karya orang lain saja yang terus kita baca kan?

Baginya menulis puisi adalah hal yang disenanginya saat ini. Ketika menuliskan kata demi kata, ada kepuasan tersendiri yang didapatkan serta fikirannya pun menjadi tenang. Suatu hari nanti ia sangat berharap bisa menjadi seorang penulis/penyair.

Putri, perempuan yang berasal dari desa Durian Tibarau, Jorong Anam Koto Utara, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Provi…

Update Final Peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Pelajar se-Kabupaten Kediri

Pengurus Pusat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, Senin, 12 Oktober 2015, mengumumkan nama-nama peserta Lomba Cipta Puisi Tingkat Pelajar se-Kabupaten Kediri sebagai berikut (nama diurutkan sesuai abjad):
1. Aditiya Dwi Yulianto, ? (Dari Hati untuk Ibu) 2. Ahmad Adi Setiawan, MA Al Fatah Badas (Kebakaran) 3. Ahmad Nur Shodiq, MA Ma’arif NU Kepung (Untuk Generasi Muda) 4. Agus Ihza, MA Sejahtera Pare (Nyanyian Suluk Petapa) 5. Agus Ihza, MA Sejahtera Pare (Tanah Rejeki) 6. Albila Nurfadilah, ? (Bumi Indonesia) 7. Albila Nurfadilah, ? (Jubah Malam) 8. Aling Wahyuni Pebriani, MA Ma’arif NU Kepung (Pahlawan tanpa Tanda Jasa) 9. Aling Wahyuni Pebriani, MA Ma’arif NU Kepung (Terima Kasih Ku) 10. Amirul Mei Wulandari, SMAN 1 Pare (Indonesiaku) 11. Ananta Iqbal Pramudya, SMAN 2 Kediri (Cinta Biner) 12. Arifin Hidayat, SMAN 1 Pare (Merdeka Tapi Terjajah) 13. Arifin Hidayat, SMAN 1 Pare (Pahlawan Darah) 14. Aulia Rahma Retnaningtyas, MAN Krecek (Atas Perusak Bawah) 15. Aulia Rahma Retnaningtyas, MAN Krecek …