• Info Terkini

    Thursday, October 29, 2015

    Ulasan Artikel "Karena Hidup Hanya Sekali, Hiduplah yang Berarti" Karya Apriyanti (FAMili Sumenep, Madura)

    Beruntunglah orang yang memahami tujuan hidupnya karena dia tahu cita-cita dalam hidupnya. Dia juga tahu bagaimana memanfaatkan kesempatan hidup ini agar hidupnya bahagia dan tidak sia-sia. Dia tahu bahwa hidup ini bukanlah sekadar permainan dan senda gurau.

    Paragraf di atas adalah sepenggal bagian tulisan ini. Penulis begitu singkat merangkum maksudnya dengan hanya beberapa paragraf saja, dimulai dari hikmah yang bisa diambil dari kejadian di sekitar yang terus bergerak maju, tanpa berhenti, apalagi mundur.

    Hidup memang terus berjalan. Waktu tak 'kan berhenti. Dan kelak, dunia ada akhirnya. Apa yang kita lakukan selama hidup? Karena hidup hanya sekali, ya, maka bergunalah bagi kehidupan, minimal kehidupan kita pribadi. Jikapun berguna bagi banyak orang, itu akan lebih baik.

    Sayangnya penulis kurang mendalami dan fokus pada bahasannya, sehingga tulisan ini terkesan sekadar mencoret. Alangkah lebih bagus jika kutipan ayat Alquran yang berkenaan dengan tema tulisan itu dilengkapi dengan contoh kejadian di kehidupan nyata. Pembahasan bisa juga diperlebar, tanpa mengurangi fokus, pada hal-hal yang berkait kelalaian kita selama ini sebagai manusia dalam menjalani "bisnis" dunia, sehingga lupa bahwa dunia akan stop pada waktunya. Sementara, kematian sendiri pun tidak terduga.

    Koreksi EyD ada pada kata-kata berikut: "kepadaKu", "kepadaNya", "diatas", "aktifitas", "rizki", "sekedar", dan "denan", yang mestinya ditulis: "kepada-Ku", "kepada-Nya", "di atas", "aktivitas", "rezeki", "sekadar", dan "dengan". Kepada penulis, Tim FAM berpesan agar ke depan tulisan-tulisan yang disajikan lebih berisi, mendalam, fokus, dan berbobot. Jangan ragu mengembangkan tulisan Anda, karena dikhawatirkan terkesan tanggung dalam menyampaikan pesan positif. Terakhir, perhatikan pula kerapian paragraf dan ejaan.

    Salam aktif!

    TIM FAM INDONESIA

    [BERIKUT NASKAH ASLI TANPA EDITING]

    KARENA HIDUP HANYA SEKALI HIDUPLAH YANG BERARTI
    Karya: Apriyanti (IDFAM3760U)

    Aku berdiri di depan rumah sambil memandangi burung yang sedang terbang. Burung begitu gigih mencari makan. Lalu kupalingkan pandanganku pada jam dinding. Ah... ,tak terasa telah lama aku berdiri. Ku perhatikan jarum detik yang selalu bergerak tak pernah berhenti. Dia selalu bergerak teratur ke atas lalu ke bawah kemudian ke atas lagi. Begitu seterusnya.

    Ya Allah.... , kupahami bahwa kehidupan ini bermula tanpa dipinta dan berakhir tanpa diduga. Keidupan ini sepeti sebuah perjalanan yang akan berakhir dengan kematian. Sebelum kematian itu datang maka perlu memperbanyak bekal untuk menyambutnya. Bekal itu bernama amal dan taqwa.

    Allah Swt telah menjelaskan maksudNya menciptakan jin dan manusia dalam Qs AdzDzariyat ayat 56,”Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu.” Allah menciptakan jin dan manusia agar hanya beribadah kepadaNya. Ibadah ini bukan hanya ibadah diatas sajadah semata tetapi seluruh aktifitas hidup kita bisa dijadikan amal ibadah bila kita ikhlas melakukannya dan  sesuaituntunan Allah dan Rasul.

    Kita melakukan aktifitas makan agar kita punya tenaga untuk beraktifitas lainnya maka hal itu bisa menjadi amal ibadah.

    Kita bekerja mencari rizki untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga juga bisa menjadi amal ibadah asalkan semua itu dilakukan denan ikhlas dan sesuai dengan tuntunan.

    Beruntunglah orang yang memahami tujuan hidupnya karena dia tahu cita-cita dalam hidupnya. Dia juga tahu bagaimana memanfaatkan kesempatan hidup ini agar hidupnya bahagia dan tidak sia-sia. Dia tahu bahwa hidup ini bukanlah sekedar permainandan senda gurau, bukan sekedar kekosongan arah tanpa sebuah makna. Dia tahu bagaimana memanfaatkan hidupnya dengan baik agar tidak ada penderitaan dan penyesalan baik di dunia dan di akhirat sehingga dia benar-benar mempersiapkan diri agar dia mati dalam keadaan tidak sia-sia namun menyambut kematian itu dengan amal-amal yang baik agar akhir hidupnya husnul khatimah. (*)

    Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Artikel "Karena Hidup Hanya Sekali, Hiduplah yang Berarti" Karya Apriyanti (FAMili Sumenep, Madura) Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top