• Info Terkini

    Thursday, October 15, 2015

    Ulasan Esai "Pacaran Kok Repot" Karya Karya Khoirurrozikin (FAMili Kediri)

    NET
    Penulis menjabarkan beberapa pengertian umum tentang berpacaran di paragraf awal. Pada paragraf berikutnya, penulis membahas beberapa jenis pacaran menurut tingkat "keuntungan" dan "kerugian" para pelakunya. Pada bagian ini kita membaca keuntungan yang mungkin didapat dari berpacaran, menurut penulis, adalah salah satunya bisa meninggalkan kebiasaan buruk karena berpacaran dengan orang yang lebih baik. Penulis juga menyebut kerugian yang lebih banyak terjadi dalam berpacaran, misal kehamilan di luar nikah.

    Ada kontradiksi di tulisan ini. Di satu sisi penulis menyatakan menolak pacaran, kecuali pacaran yang Islami. Padahal di dalam Islam, tidak ada istilah pacaran. Yang ada adalah ta'aruf (itu pun sangat beda maksud dan tujuannya). Dan bilapun memang itu patut disebut Islami, penulis pun memberikan tips yang cukup menggelitik, yang kira-kira berbunyi: agar hemat uang, makanlah sepiring berdua. Padahal sebelumnya penulis sempat menjelaskan alangkah baiknya berpacaran sekali temu, lantas seminggu kemudian menikah.

    Ada ketimpangan di beberapa paragraf. Di satu sisi seakan-akan penulis mendukung penuh budaya pacaran, namun di sisi lain seakan menolak dengan tegas. Mungkin tujuannya murni menolak, namun dengan cara yang lebih santai, hanya saja gagal. Saran dari Tim FAM, dalam menulis esai, fokuskan arah kita pada satu persoalan, lantas bahas hal tersebut sampai tuntas tanpa melupakan misi. Dari misi itu tentu ada pesan moral yang diselipkan di akhir tulisan, yang diharap bermanfaat dan berguna bagi pembaca. Dalam hal ini, belum ditemukan kefokusan dan kemantapan itu.

    Sementara untuk EYD ada beberapa kesalahan, seperti "dari pada", "sholat", "dimana", "merubah", yang mestinya diketik: "daripada", "salat", "di mana", dan "mengubah". Ada pula beberapa kata salah ketik (typo) seperti "lebig", "tpis", dan "tang", yang mestinya diketik: "lebih", "tips", dan "yang". Di banyak bagian terdapat banyak kesalahan tanda baca, terutama koma. Diharapkan ke depan agar penulis memperbaiki ini.

    Pesan untuk penulis, teruslah berlatih dan berlatih. Pahami tema dan mantapkan gagasan yang ingin disampaikan agar tulisan esai tidak mengarah ke sana kemari, alias jelas maksudnya. Dengan terus berlatih, semoga ke depan tulisan-tulisan yang dihasilkan akan lebih baik lagi.

    Salam santun, salam karya!

    TIM FAM INDONESIA

    [BERIKUT NASKAH ASLI TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

    Pacaran kok repot
    Karya: Khoirurrozikin (IDFAM3750M)

    Bicara tentang pacaran. Tidak bisa dilepaskan dari kehidupan anak laki-laki dan perempuan yang sedang memadu kasih dan mabuk asmara. Memang tuhan telah menciptakan semua yang ada di bumi ini berpasang-pasangan. Tapi untuk masalah pacaran ini agak berbeda, karena pacaran masih diperdebatkan oleh sebagian orang yang pro dan kontra. Masih dirundingkan oleh orang yang setuju dan tidak setuju. Belum tentu pengeluaran uang orang yang pacaran lebih tinggi dari pada orang yang tidak pacaran. Bisa jadi orang yang tidak pacaran itu kebutuhan hidupnya lebig besar dari pada orang yang pacaran. Tetapi tidak sedikit pula. orang yang pacaran juga semakin boros pengeluaran uangnya. Tidak menjadi halangan, karena demi si kekasih pujaan hati. Apapun dikorbankan dan diberikan. Mulai dari uang, waktu dan harta. Sehingga ada kata-kata “cinta butuh pengorbanan”. Orang yang sedang jatuh cinta pasti merasakan kebahagiaan yang tiada tara. Maupun jauh jarak memisahkan keduanya. Dengan handphone bisa terasa dekat. Siang malam bayangan si kekasih pujaan hati selalu hadir tanpa diundang.

    Pacaran diibaratkan seperti simbioses. Pacaran bisa menjadi simbioses mutualisme (saling menguntungkan) atau simbioses komensalisme (pihak satu diuntungkan dan pihak yang lain tidak merasa dirugikan atau diuntungkan) bisa juga simbioses parasitisme (kedua belah pihak sama-sama dirugikan). Pacaran yang mutualisme adalah tingkatan pacaran yang paling tinggi derajatnya. Karena kedua belah pihak, baik pihak laki-laki maupun perempuan merasa saling diuntungkan. Pacaran mutualisme bisa juga membuat kedua belah pihak saling belajar dan berubah kebiasaan buruknya. Misalnya. Pihak laki-laki yang dulunya tidak pernah sholat, puasa dan setiap hari mabuk. Sejak berpacaran dengan si perempuan. Terutama si perempuan adalah putri kyai. Kehidupan si laki-laki tersebut bisa dipastikan berangsur-angsur berubah, si laki-laki sudah mau sholat, puasa dan sudah meninggalkan kehidupan yang buruk. Begitu pula sebaliknya. Sebelum berpacaran dengan si laki-laki. Kehidupan si perempuan sangat meresahkan masyarakat. Setelah berpacaran dengan si laki-laki. Kehidupan si perempuan berubah drastis. Pacaran mutualisme sangat sulit dijumpai di kalangan masyarakat zaman sekarang. Pacaran yang tipe komensalisme. Ini adalah tipe pacaran yang mayoritas dialami di kalangan masyarakat Indonesia. Pacaran komensalisme adalah salah satu pihak merasa diuntungkan. Dan pihak yang lain tidak merasa diuntungkan maupun dirugikan. Misalnya. Si cewek ini sifatnya manja dan setiap keinginannya harus dituruti oleh si cowok. Kalau si cowok orangnya kaya raya. Si cowok dengan ikhlas dan tidak merasa dirugikan oleh si cewek. Si cowok akan selalu memberikan apa saja yang diminta si cewek. Berarti pihak cewek selalu diuntungkan dan si pihak cowok tidak merasa dirugikan maupun diuntungkan. Dan tipe pacaran yang terakhir. Semoga kita semua dihindarkan dari pacaran parasitisme. Pacaran parasitisme adalah pacaran yang dimana kedua belah pihak. Baik yang pihak cowok maupun cewek sama-sama dirugikan. Misalnya. Ketika sedang asyik pacaran dan bermesraan di tempat yang gelap. Kedua insan ini melakukan perzinaan. Baik yang pihak laki-laki maupun perempuan harus menanggung malu di masyarakat. Kedua belah pihak dirugikan, baik secara moralitas maupun psikologi. Pihak cewek harus mengandung anak yang dihasilkan dari hubungan gelap nan ilegal. Si pihak cowok harus bertanggungjawab untuk menikahi si cewek. Sehingga banyak sekali kasus orang yang menggugurkan kandungan. Itulah sekilas penjelasan dari penulis tentang tiga tipe pacaran yang perlu diketahui oleh khalayak ramai.  

    Sesungguhnya penulis agak kurang setuju dengan pacaran, karena pacaran yang kebablasan dan tiada aturan bisa mengakibatkan sesuatu yang tidak diingingkan. Tetapi penulis setuju dengan pacaran yang islami dan masih dalam koridor agama. Bukan dimaksud pacaran yang islami itu pacaran yang dilakukan di masjid atau mushola. Pacaran yang islami adalah pacaran yang membuat kedua belah pihak saling bertambah pengetahuan dan bisa merubah kehidupan keduanya lebih baik lagi dari pada sebelumnya. Pacaran zaman sekarang hampir berorientasi pada nafsu hewani semata. Sehingga mayoritas pacaran zaman sekarang hampir tidak didasari dengan akal sehat dan kualitas. Pacaran harus mengerti kehidupan kedua belah pihak. Pacaran yang hemat dan tidak boros. Yaitu pacaran yang hanya satu kali ketemuan langsung menikah seminggu kemudian. Pacaran yang tidak menghambur-hamburkan uang dengan belanja barang yang tidak ada manfaatnya. Apakah ada pacaran yang murah dan hemat?. menurut penulis. ada, tapi hanya sedikit orang yang melakukan. Ini tips hemat dari penulis untuk orang yang sedang pacaran. Pertama. Tidak ada perempuan yang menolak suasana romantis. Anda cukup memesan satu porsi makan dan minum untuk berdua. Anda bersama pacar anda harus sering-sering makan sepiring nasi dan satu gelas minuman untuk berdua. Hal ini akan menghemat hingga 50% biaya makan dan minum untuk dua orang. Tpis kedua. Ubah perspektif anda tentang “menonton di bioskop” menjadi “menonton bioskop”. Anda dapat melihat gedung bioskop dari dekat maupun jauh. Anda bisa berpindah-pindah tempat tanpa ada yang memarahi. Anda bisa menghemat 100% biaya anda ketika kencan dengan pacar anda. Itulah dua tips hemat dari penulis untuk anda tang sedang dalam masa pacaran. 

    Dan semangat terus bagi jomblo-jomblo yang belum menemukan cinta sejati. Jangan berputus asa dari kekuasaan tuhan. Tuhan pasti memiliki rencana jangka panjang yang terbaik bagi hamba-hambanya yang masih jomblo. Tetap semangat dalam mencari cinta sejati. Walaupun harus bersaing dengan teman sendiri. Karena hari kemenangan akan segera tiba. Semoga esai yang singkat ini bisa berguna dan bermanfaat khususnya bagi saya penulis pribadi dan umumnya bagi teman-teman literasi sekalian. Salam literasi. (*)

    Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Esai "Pacaran Kok Repot" Karya Karya Khoirurrozikin (FAMili Kediri) Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top