Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2015

Seratusan Guru dan Siswa Apresiasi Terbitnya Novel “Senyum Gadis Bell’s Palsy” Karya Aliya Nurlela

Nganjuk (FAMNews) – Lebih seratusan peserta dari kalangan guru dan siswa SMKN 1 Lengkong serta perwakilan dari beberapa sekolah di Nganjuk dan Kertosono mengikuti Talkshow dan Bedah Novel “Senyum Bell’s Palsy” karya Aliya Nurlela, akhir pekan kemarin.

Selain guru dan siswa SMKN 1 Lengkong, ikut hadir guru dan siswa dari SMAN 1 Patianrowo, MA Az Zain, MtsN Lengkong, SMPN 1 Lengkong, dan Mts DT. Acara ini juga dihadiri penulis buku biografi tokoh, Ahmad Yasin dari Ikatan Guru Indonesia. 

Novel “Senyum Gadis Bell’s Palsy” karya Aliya Nurlela diluncurkan dan dibedah di SMKN 1 SMKN 1 Lengkong, Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (21/11). Tampil sebagai narasumber Eko Prasetyo, mantan editor Jawa Pos  yang juga penulis 40-an buku fiksi dan nonfiksi. 

Menurut Eko Prasetyo, Aliya Nurlela kembali menunjukkan kepiawaiannya—seperti pada novel pertamanya “Lukisan Cahaya di Batas Kota Galuh”—dalam memotret kondisi sosial tertentu secara sederhana namun pesannya begitu membekas. 

“Dari judulnya, yakni Senyum Ga…

Kamus Mitos Banjar

Judul: Kamus Mitos Banjar
Penulis: Tajuddin Noor Ganie
Kategori: Kamus
Terbit: November 2015
Tebal: xxx + 157 hal; 13 x 20cm
ISBN: 978-602-335-085-8
Harga: Rp45.000,- (belum ongkir)

TAJUDDIN NOOR GANIE TNG, lahir di Banjarmasin, 1 Juli 1958. Ayahnya Igan Abdul Ganie Masrie bin Hans J. Alur bin Asau. Ibunya Hj. Salabiah binti H. Jahri bin Marhalit. Sarjana S.1 PBSID STKIP PGRI Banjarmasin (tahun 2002 diwisuda dengan predikat sebagai wisudawan terbaik, IPK 3,50). Sarjana S.2 PBSID FKIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin (lulus dengan predikat sangat memuaskan, IPK 3,38). 

Ia adalah dosen mata kuliah penulisan kreatif sastra dan pendekatan kajian sastra. Pendiri dan pemilik tunggal Pusat Pengkajian Masalah Sastra (PUSKAJIMASTRA) Kalsel, Banjarmasin.
Mulai merintis karier sebagai penulis karya sastra sejak tahun 1980-an. Publikasi karya sastranya meliputi puisi, cerpen dan esai sastra tersebar luas di berbagai koran/majalah terbitan Banjarmasin, Surabaya, Jakarta, Kuala Lumpur dan Brunei Da…

Negeri Pencitraan

Judul: Negeri Pencitraan
Penulis: Desi Fitria, Doni Alfajri, Hendri Efendi, II Gustiawan, Muhammad Harizon, Oktavia Lint, Rahma Liasa Zaini, Rahmi Intan, Rhatna Dewi, Rozi Erdus Chaniago, Yasri Khoerunnisa
Kategori: Cerpen & Puisi
Terbit: November 2015
Tebal: 113 hal; 14 x 20cm
ISBN: 978-602-335-084-1
Harga: Rp35.000,- (belum ongkir)

Tentang Air Mata di Sudut Senyuman
Tentang Keelokan Negeriku yang Hilang
Tentang Pengemis Berjubah Kebesaran
Tentang Nano-Nano Negeriku
Tentang Roda Kehidupan
Tentang Bunga yang Malang
Tentang Tiga Kata untuk Negeriku
Tentang Mendung yang Tersenyum
Tentang Bumi Pertiwi yang Hilang
Tentang Surat untuk Presiden
Tentang Boneka yang Bukan Aku
Tentang Kedalaman Hati yang Bicara
Tentang Sesuatu di Balik Bukit
Tentang Remah Pelangi
Tentang Cerita di Bawah Langit Jam Gadang
Tentang Nurani yang Telah Mati
Tentang Nama di Balik Sampah
Tentang Seorang Tuan di Sebuah Altar
Tentang Kebanggaanku Padamu
Dan, Semua Tentang Realitas Sosial di Negeriku

***

Mengkolaborasikan cerita pendek dan puis…

Senyum Gadis Bell’s Palsy

Judul: Senyum Gadis Bell’s palsy
Penulis: Aliya Nurlela
Kategori: Novel
Terbit: November 2015
Tebal: 304 hal; 14 x 20 cm
ISBN: 978-602-335-089-6
Harga: Rp50.000,- (belum ongkir)

Andai senyum itu bisa dibeli, berapa pun harganya akan kutebus. Hanya untukmu...

Gadis yang dulu periang dan memiliki senyum memesona itu, selalu murung, sejak senyumnya terenggut dan wajahnya tidak simetris lagi. Dia sempat kaget, sedih, kecewa, cemas, bahkan terpuruk dan kehilangan rasa percaya diri. Tak terkecuali, mengurung diri untuk beberapa waktu, menjauhi cermin, kamera foto dan tidak mau bertemu orang-orang. 

Berbagai pengobatan ia jalani, termasuk coba-coba pengobatan ter-ekstrem yang bertentangan dengan prinsip dan keyakinan yang dianutnya. Serentetan tekanan dan torehan luka, datang silih berganti. Pada titik lelah, ia merasa sendiri. Berbagai pengobatan tak menarik lagi baginya, ia hanya perlu siraman semangat dan motivasi dari orang yang berempati. 

Dulu aku mengira ‘Pangeran dari Negeri Dongeng’ itu hanya…

Pengumuman Pemenang Lomba Kata Mutiara Inspiratif FAM Indonesia

Salam literasi!

Selamat malam, FAMili. Semoga Anda malam ini tetap dalam keadaan sehat, semangat, dan terus aktif berkarya.

Setelah sore tadi FAM Indonesia mengumumkan 26 Kata Mutiara Inspiratif Terbaik (dari hampir 500-an kata mutiara yang masuk ke email FAM), maka inilah saat yang ditunggu-tunggu; Pengumuman Pemenang Lomba Kata Mutiara Inspiratif bertema “Menulis Itu Asyik”.

Setelah membaca, menimbang, menilai kata-kata mutiara terbaik, Tim FAM Indonesia memutuskan nama-nama pemenang sebagai berikut:

JUARA 1
Dyah Purbo Arum Larasati (Pekanbaru, Riau)
Kata Mutiara: “Menulis adalah obat alternatif penyembuh sesak dan luka. Meski sakitnya tetap ada, tapi minimal sudah terobati.”

JUARA 2
Netri Ardila (Padang Pariaman, Sumatera Barat)
Kata Mutiara: “Jika kau terlalu pengecut untuk mengatakan cinta, tulislah cintamu itu, agar  Tuhan membaca ketulusanmu.” 

JUARA 3
Hamda Zulfah (Sampang, Madura)
Kata Mutiara: “Jika kau tidak bisa berbicara dengan baik maka menulislah dengan baik."

SELAMAT KEPADA PA…

Piagam Kontributor Buku Antologi Cerpen "Anak Mimpi"

Terima kasih kepada seluruh penulis antologi cerpen "Anak Mimpi" yang telah berkarya bersama FAM Indonesia. 

Sebagai bentuk apresiasi, seluruh penulis yang tergabung dalam buku ini mendapatkan piagam penghargaan seperti contoh. Piagam dikirim ke email masing-masing penulis. 

Adapun nama-nama penulis di buku ini, sbb:

1. Ardhya Endrowati (Bekasi)
2. Arika wahyuningsih (Surabaya)
3. Atep Taupik (Bandung)
4. Charles HL (K. Himawan) (Magetan)
5. Destriyadi (Kepulauan Riau)
6. Edi Purwanto (Lampung)
7. Hidayatul Khomaria (Malang)
8. Indah Permata Sari (Sumatera Barat)
9. Irayana (Kalimantan Utara)
10. Kalila Sabirah (Makassar)
11. Meike Sumeler (Jakarta Barat)
12. Nur Aisyah Rahmadani (Makassar)
13. Retno Wulandari (Wonosobo)
14. Riaerha (Madura)
15. Rony Ucok Cahyadi (Bekasi)
16. Selviana Putri M (Makassar)
17. Sherly L (Tangerang)
18. Syelli Cen (Sumatera Barat)
19. Tiwi Aisy (Aisyah Al Humairoh) (Probolinggo)
20. Trisha Buana (Demak)
21. Yuniar Irawanto (Sukabumi)
22. Zuniaty Zahara (Sumatera Utara)

S…

Piagam Kontributor Buku Antologi Puisi Akrostik "Pesona Alam Negeriku"

Terima kasih kepada seluruh penulis antologi puisi akrostik "pesona alam negeriku" yang telah berkarya bersama FAM Indonesia. 

Sebagai bentuk apresiasi, seluruh penulis yang tergabung dalam buku ini mendapatkan piagam penghargaan seperti contoh. Piagam dikirim ke email masing-masing penulis. 

Adapun nama-nama penulis di buku ini, sbb:

1. Ahmad Sholahuddin (Bojonegoro)
2. Ainun Rofiah (Madiun)
3. Alfi Nur Insiyah (Kediri)
4. Alifia Setya Ariani (Gresik)
5. Andi Jamaluddin, AR. AK (Kalimantan Selatan)
6. Aning Purnami (Tri Wulaning Purnami) (Sidoarjo)
7. (Anita)Rara Anita (Jombang)
8. Ardianto (Jakarta Pusat)
9. Arga Wibawa(K. Himawan) (Magetan)
10. Aurista Dwi Andriana (Tangerang)
11. Aya Zahra Phaluphie (Palembang)
12. Basri (BandarLampung)
13. Destriyadi (Riau)
14. Diva Avissa Irawan (Yogyakarta)
15. Eka Ratna Sari (Bengkulu)
16. Gretty Silvia Manurung (Sumatera Utara)
17. Herdian Armandhani (Bali)
18. Heru Yonata (Sumatera Selatan)
19. Irawati (Aceh)
20. Lafilatul Anisa (Sidoarjo)
21. Meike Sume…

Sebelas Sekolah di Nganjuk Ramaikan Bedah Novel “Senyum Gadis Bell’s Palsy”

Pare – Sebanyak sebelas sekolah di Nganjuk, Jawa Timur akan meramaikan launching dan bedah novel “Senyum Gadis Bell’s Palsy” karya Aliya Nurlela, Sabtu (21/11), di SMKN 1 Lengkong.

Novel itu akan dibedah Eko Prasetyo (mantan edior Jawa Pos dan penulis sejumlah buku). SMKN 1 Lengkong memberikan apresiasi kepada penulis novel “Senyum Gadis Bell’s Palsy” yang juga Sekjen FAM Indonesia. 

Di SMKN 1 Lengkong, acara akan dipandu Arifa, Guru SMA Negeri 4 Kediri yang juga pembina jurnalis siswa di sekolah itu.

Selain dihadiri oleh guru dan siswa, acara di SMK Negeri 1 Lengkong juga dihadiri perwakilan dari pembina jurnalis di masing-masing sekolah yang diundang.

Sementara di tempat terpisah, Minggu (6/11), novel “Senyum Gadis Bell’s Palsy” akan dibedah di Garden Hall BEC Kampung Inggris Pare. Pendiri Kampung Inggris M. Kallend Osen akan tampil membedah novel itu bersama Ajie Bahlawie (penulis dan motivator).

Bagi FAMili yang berdomisili di seputaran Nganjuk dan Kampung Inggris silakan ikut meramaik…

Lomba Menulis Puisi Haiku Berhadiah Setumpuk Buku

Dibuka: 16 November 2015
Deadline: 10 Desember 2015
Pengumuman Pemenang: 20 Desember 2015

Salam literasi!

FAMili, apa kabar kamu hari ini? Semoga sehat dan terus aktif berkarya. Terima kasih atas partisipasimu mengikuti Lomba Kata Mutiara “Menulis Itu Asyik” yang saat ini sedang tahap penjurian. Ratusan naskah Kata Mutiara masuk ke meja kerja FAM Indonesia. Luar biasa. Semoga namamu muncul sebagai salah seorang pemenang.

Menunggu pengumuman pemenang, berikut lomba di Grup FAM Indonesia yang juga bisa kamu ikuti kembali, yaitu “Lomba Menulis Puisi Haiku!”

Apa itu Haiku?

Haiku adalah puisi tradisional Jepang. Di negara matahari itu Haiku sudah berusia 5 abad lho. Bentuk puisinya kecil mungil, terdiri dari tiga baris, masing-masing baris terdiri dari 5, 7, dan 5 suku kata. Haiku lebih ringkas dan padat dibanding pantun.

Contoh Haiku:

LAUT*)

(5) Lautmu biru
(7) Aku sangat cemburu
(5) Gimana itu?

Perhatikan angka 5, 7, dan 5 pada Haiku pendek di atas. Itu adalah suku kata di masing-masing baris. Tentu,…

Kopdar ke-13 FAM Cabang Bukittinggi Bahas Sastra Koran

Sabtu, 10 Oktober 2015, pukul 15.00 WIB, FAM Cabang Bukittinggi mengadakan Kopi Darat ke-13 kalinya. Pada kesempatan tersebut FAM Bukittinggi membahas ruang sastra koran-koran terbitan Sumatera Barat.

Adapun hasil kopdar yang dapat kami laporkan dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut.

1. Perbaikan dan evaluasi pelaksanaan kopdar FAM Bukittinggi ke depan.

2. Setiap Kopdar akan diusahakan dibarengi dengan praktek langsung (dari hasil diskusi). 

3. Mengusakan menulis langsung menggunakan tangan dan tidak menggunakan alat apa pun kecuali pena (salah satu metode latihan menulis).

4. Memberikan tantangan dalam pelaksanaan kopdar tersebut (seperti: membuat puisi). 

5. Mempersiapkan Kopdar ke-14 dengan memberikan tugas kepada masing-masing anggota sesuai dengan penguasaan ilmunya, di antaranya adalah: 

- Kiat-kiat menulis puisi yang akan disampaikan oleh  Rozi.
- Pembahasan tentang artikel yang akan dibahas oleh Maryam. 
- Kata baku dan tidak baku akan dibahas oleh Gintne (Iie).
- Ejaan Yang Disempu…

Penerbitan Buku “Profil Perempuan Inspiratif” Jilid 1

Penerimaan Naskah: 5 November 2015
Deadline: 15 Desember 2015 

Salam aktif, Perempuan Indonesia!

Ada peluang keren nih untuk kamu yang sudah bergabung menjadi anggota Divisi Perempuan FAM Indonesia. Semua profil anggota divisi ini akan dibukukan secara GRATIS, lho! Alias tidak dipungut biaya sepeser pun, serta akan diterbitkan berjilid. 

Pembukuan “Profil Perempuan Inspiratif” Jilid 1 ini sekaligus sebagai tanda diluncurkannya Divisi Perempuan yang merupakan salah satu bagian divisi wadah kepenulisan nasional FAM Indonesia. Keren, bukan? Buku ini akan menjadi “saksi sejarah” yang mencatat perjalanan aktivitas kamu yang menginspirasi bersama perempuan-perempuan Indonesia lainnya. Selain itu, buku ini juga bisa menjadi “paket hadiah” istimewa untuk orang-orang yang kamu cintai atau (mungkin saja) menjadi referensi banyak orang yang ingin mengenal sosok dan kiprahmu. Hmmm... makin keren, Sist!

Segera daftarkan profil kamu dengan mengikuti ketentuan sbb:

1. Mendaftar terlebih dulu menjadi anggo…

Antara Cinta, Dakwah, dan Pesan Literasi

Judul: Senyum Gadis Bell’s Palsy
Penulis: Aliya Nurlela
Penerbit: FAM Publishing
Cetakan: I, November 2015 
Tebal: 313 halaman 
Peresensi: Eko Prasetyo

Sastrawan Wilson Nadeak pernah mengutip ucapan Dr. Sudjono, seorang dosen ITB, yakni ”Sebenarnya sastra itu ilmu sehingga tak ada alasan bagi kita mempertentangkan sastra dan ilmu. Kedua istilah itu ibarat uang logam dengan dua muka.Sama saja.Yang penting adalah karya, bukan kebanggaan karena istilah” (1984: 62).

Kalimat tersebut dipicu oleh masih adanya dikotomi antara karya sastrawan ternama dan sastrawan yang belum banyak dikenal masyarakat umum. Sebagian orang masih memandang bahwa nama besar itu menjadi jaminan mutu. Tentu saja pandangan tersebut tidak bisa dianggap keliru.Persoalannya, ketika pegiat sastra yang belum begitu dikenal dan berasal dari daerah, muncul pertentangan di ranah mutu tadi.Masih ada –untuk tidak menyebut tak sedikit orang– yang memperdebatkan mutu karya sastrawan ternama dan sastrawan yang namanya belum banyak terp…