• Info Terkini

    Selasa, 01 Desember 2015

    Kenapa Redaktur Menolak Tulisanmu?

    sumber: kevinanggara.com
    Hari paling buruk bagi seorang penulis adalah ketika tulisannya ditolak redaktur. 

    Lebih sedih, sudahlah ditolak, tak ada kabar pula. Kepada siapa hendak mengadu dan menumpahkan keluh kesah itu? Dunia terasa sempit. Apalagi jika tak punya uang di saku. Bete!

    Penulis-penulis pemula yang tidak siap menerima penolakan, banyak yang memutuskan tidak lagi menulis. Alasannya tidak berbakat. Buktinya, ditolak!

    Penulis seperti ini, mentalnya tidak siap tempur. Mudah menyerah. Cengeng. Padahal, banyak alasan bagi redaktur menolak tulisan mereka. 

    Bisa saja, tulisannya bagus, tetapi terlalu panjang (over) halamannya sehingga melebihi ruang yang dimiliki media dimaksud. Atau terlalu pendek, juga tidak dapat diterbitkan. Walau redaktur punya kuasa memotong naskah, tetapi ia tidak dibenarkan menambah isi naskah apalagi mengubah naskah. Bisa-bisa salah maksud. Jadi, panjang-pendek naskah harus menjadi perhatian penulis, bukan asal kirim. 

    Agar tulisanmu terbit di media massa, sebelum mengirim, pelajari dulu syarat dan ketentuan pemuatan tulisan. Ikuti aturan yang ditetapkan media. Jangan dilanggar. Biasanya, di box redaksi, media mencantumkan syarat panjang naskah, termasuk jenis font, spasi dan lainnya. Taati aturan itu. Berusahalah untuk patuh.

    Media sosial dewasa ini juga cukup membantu. Beberapa akun media massa di media sosial, semisal twitter atau facebook, memberikan informasi pemuatan naskah dan setiap pekannya mengabarkan karya siapa saja yang dimuat di media mereka. Bertemanlah dengan akun-akun itu, ikuti postingan-postingannya, pelajari karya apa saja yang diterima di media tersebut. Intinya, seorang penulis harus terus belajar sepanjang waktu.

    Tentu, selain panjang naskah, hal lain yang perlu menjadi perhatian penulis pemula adalah momen pemuatan karya. Maksudnya, jika bulan depan tahun baru, jangan mengirim naskah bertema Hari Raya Idul Fitri, misalnya. Sebab, Idul Fitri masih jauh. Tulislah tulisan tentang penyambutan tahun baru, atau manfaat-mudharat perayaan malam tahun baru. Kamu bisa menulis fiksi maupun nonfiksi, sesuai penguasaanmu terkait materi yang kamu tulis.

    Selain itu, pelajari visi dan misi media yang kamu tuju. Jika visi dan misi media tersebut dominan tentang keislaman, jangan mengirim tulisan tentang resep makanan, misalnya. Sebab, resep makanan cocoknya ke media wanita atau keluarga. 

    Kesimpulannya, bila sekali ditolak, besok kirim tulisan lainnya. Terus menerus. Hingga suatu hari nanti, tulisanmu akan terbit di media. Dan, itu tidak mustahil, jika kamu tak mengenal kata menyerah. (Muhammad Subhan, Pegiat FAM Indonesia)

    Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    2 comments:

    1. Kalau menerbitkan sendiri apakah harus pakai aturan seperti itu juga sperti penerbit indie

      BalasHapus
    2. jadi, jangan menyerah. Don't give up...!!!

      BalasHapus

    Item Reviewed: Kenapa Redaktur Menolak Tulisanmu? Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top