• Info Terkini

    Kamis, 03 Desember 2015

    Ulasan Puisi "Jejak Kecil" Karya Liza Hilda Noor Azizah (FAMili Kuningan)

    Disebut "kecil" karena tidak ada balas. Cinta bertepuk sebelah tangan sedang ditelusuri penulis dengan cara unik. Lihat bait pertama, dua baris pertamanya berbunyi "bahkan dalam hening, gemericik hujan kemarin masih terdengar". Sesuatu yang kecil bisa tidak terabai, itulah maksud bait pertama. Menuju bagian berikutnya, pembaca dibelokkan pada keadaan "aku", sosok yang terabai, yang jauh lebih malang dari gemericik hujan kemarin atau embun di pagi petang.

    Tim FAM menilai penulis punya modal untuk menjadi penyair yang baik kelak. Diksi sederhana terasa ampuh, bukan sekadar tempelan. Hanya tinggal berlatih dan berlatih saja, agar puisi-puisi terbaru ke depan lebih baik. Di puisi ini ada kesalahan EYD, yakni pada "dipagi" yang harusnya "di pagi". Selebihnya, tampaknya sudah tepat.

    Salam aktif,

    TIM FAM INDONESIA

    [BERIKUT NASKAH ASLI TANPA EDITING]

    Jejak Kecil
    Oleh: Liza Hilda Noor Azizah IDFAM3801M

    Bahkan dalam hening
    Gemericik hujan kemarin masih terdengar
    Bahkan dalam petang
    Embun dipagi hari masih terpandang
    Bahkan dalam sunyi
    Kau datang dalam keterjagaan malam

    Bahkan dalam rapuh
    Aku masih tersenyum untuk pilu
    Melihat jejak kecil yang membekas dalam keluh
    Menyaksikan tawa dalam rekam langkah kita
    Berbagi cerita untuk kisah yang tak ingin kau kenang
    Menebar cinta untuk masa yang kau anggap hampa

    Liza Hilda Noor Azizah
    IDFAM3801M
    Kuningan JABAR

    Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Ulasan Puisi "Jejak Kecil" Karya Liza Hilda Noor Azizah (FAMili Kuningan) Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top