• Info Terkini

    Sunday, January 3, 2016

    Jadi Penulis Keren, Euy!

    NET
    Kalau bicara cita-cita sewaktu kecil, rasanya jarang ya ada yang ingin jadi penulis? Coba deh kamu buka lagi memorimu, apa cita-citamu dan teman-temanmu ketika sekolah dasar? Adakah yang menunjuk tangan dan mengatakan cita-citanya ingin jadi penulis? Pasti, cita-cita paling banyak disebut ingin menjadi dokter, polisi, presiden atau guru. 

    Nah, apakah penulis bisa dijadikan profesi? Jawabnya, sangat bisa! So, kamu yang merasa yakin memilih profesi ini tak ada salahnya. Berawal dari hobi, lalu berlanjut ke profesi, itu bagus. Kamu akan lebih enjoy menekuninya, sebab bukan lagi sekadar hobi tapi sudah menghasilkan materi (uang), bahkan tak menutup kemungkinan kamu justru bisa membuka lapangan pekerjaan bagi teman-temanmu di bidang ini. Tapi ingat, bukan berarti kamu yang suka nulis tidak boleh berprofesi di luar bidang kepenulisan. Boleh dan sah-sah saja. Itu pilihan. 

    Lalu, apa sih kelebihan penulis sebagai profesi? Banyak sekali kelebihannya. Ini beberapa di antaranya ya:

    Pertama, jadi penulis tidak ada batasan usia. Berapa usiamu sekarang? 10 tahun, 25 tahun, 60 tahun atau 70 tahun? Berapapun usiamu saat ini, kamu bisa jadi penulis. Profesi ini benar-benar tidak membatasi usia dan benar-benar kabar gembira buat kamu yang ingin jadi penulis. 

    Coba deh kamu melamar di sebuah perusahaan, misal bagian administrasi. Apakah ada batasan usia? Pasti ada. Coba kamu melamar jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), apakah ada batasan usia? Tentu ada. Atau coba bawa lamaran ke supermarket jadi calon pramuniaga, apakah ada batasan usia? Jelas ada. Hampir sebagian besar pekerjaan, memiliki batasan usia. Sementara profesi penulis? Tak ada batasan usia! Tahu tidak, kalau penulis Mary Ogilvie menerbitkan buku pertamanya “A Scottish Chilhood and What happened After” ketika ia telah menginjak usia 93 tahun! Wow, banget!

    Kedua, jadi penulis tidak perlu latar belakang (jejak karier). Siapa pun kamu bisa jadi penulis. Profesi sebagai penulis tidak dikhususkan untuk yang lulusan jurusan tertentu saja (jurusan sastra, misalnya). Kamu yang tidak pernah mengenyam bangku sekolah pun bisa jadi penulis. Sebuah profesi hebat yang tidak mengharuskan embel-embel gelar apa pun, lho?! Maka, tidak perlu minder untuk jadi penulis hanya gara-gara tidak punya gelar apa pun di belakang namamu.

    Ketiga, jadi penulis terbuka untuk semua ras dan agama. Tidak ada diskriminasi. Kamu yang berkulit hitam, putih, sawo matang, bisa jadi penulis. Kamu yang berdarah biru atau berdarah merah, bisa jadi penulis. Keren, bukan?

    Keempat, jadi penulis terbuka bagi orang yang bertubuh normal maupun yang mengalami keterbatasan. Tidak ada larangan untuk jadi penulis bagi orang yang mengalami kekurangan fisik. Profesi ini terbuka bagi siapa saja. Jika di luar sana, banyak pekerjaan yang mengharuskan tubuh normal sebagai syaratnya, justru profesi penulis tidak membutuhkan itu. 

    Kamu tahu Hellen Adams Keller? Ia sudah menulis banyak buku dan diterjemahkan ke berbagai bahasa. Namun ternyata, Hellen Adam Keller adalah seorang buta, tuli dan bisu. Luar biasa bukan? Nah, kamu yang tidak kurang sesuatu apa pun tidak menulis, malu dong pada Hellen Keller?

    Kelima, jadi penulis tidak perlu modal. Banyak pekerjaan yang mengharuskan modal sebagai syarat utama, tapi profesi penulis terbuka untuk kamu yang bermodal maupun tidak. Berapa pun uang yang tersimpan di kantongmu, tak ada halangan untuk jadi penulis. Walau kamu belum punya rekening bank, tidak punya tabungan, tidak punya aset berharga, kamu tetap bisa jadi penulis. 

    Nah, kamu hanya butuh peralatan untuk menulis, semisal; laptop, komputer, printer, termasuk jaringan internet untuk kepentingan mengirim naskah. Namun semua peralatan itu tidak wajib, artinya dalam kondisi tidak memiliki uang sama sekali untuk membelinya, kamu bisa gunakan alat yang paling sederhana dulu. Yaitu buku tulis dan pena. Mudah, bukan? Tapi ingat, ke depan kamu harus berusaha memiliki peralatan yang mendukung, selain sebagai bentuk keseriusanmu menekuni profesi ini, di samping itu akan memudahkanmu. 

    Keenam, jadi penulis bisa dikerjakan di mana saja. Wih, keren bukan? Di mana pun kamu berada, kamu bisa menjalankan profesi ini. Di kampus, sekolah, pabrik, sawah, sungai, halte dan lainnya kamu bisa menulis. Termasuk yang paling ektrem, di penjara! Ih, yang ini jangan disengaja ingin dipenjara ya, he-he. Tapi asal kamu tahu, banyak penulis atau tokoh terkenal yang melahirkan karya-karya besar mereka justru saat di penjara. Itu artinya, profesi penulis tidak terbatas oleh ruang. Benar-benar profesi yang sangat menjanjikan. 

    Misal, kamu lagi nunggu bus di halte. Daripada bengong berjam-jam dan bolak-balik lihat jam tangan dengan penuh gelisah, mending buka laptop atau buku tulismu dan menulislah. Siapa tahu satu tulisan selesai dibuat dan pada saat itu juga kamu bisa langsung mengirimnya ke media. Nah, waktu tunggumu tidak sia-sia, bukan?

    Ketujuh, jadi penulis tidak perlu waktu dan tenaga ekstra. So, kamu atur saja waktumu sebaik mungkin. Tidak harus seharian penuh dihabiskan untuk menulis. Suka-suka kamu saja, asal konsisten. Bisa pagi, siang, sore, malam, sepertiga malam atau menjelang subuh. Bisa satu jam, dua jam, tiga jam atau berapa jam saja yang kamu mau. Kamu yang menentukan jadwalnya, lho! Itu artinya, kamu sebagai karyawan sekaligus direktur di “perusahaan”mu. Tapi ingat, kamu harus punya disiplin waktu dan konsisten menjalaninya, tidak boleh malas-malasan dan berleha-leha. Selain kamu sebagai karyawan dan direktur, kamu juga harus bisa menjadi mandor untuk dirimu sendiri. 

    Kedelapan, jadi penulis tidak ada batasan tema tulisan. Nah, ini lahan empuk bagimu. Kamu tidak dituntut menulis tema-tema tertentu saja. Peluang menulis ada di semua tema atau genre. Kamu bisa menulis tema apa saja yang kamu bisa, tidak perlu memaksakan diri untuk tema-tema yang menurutmu masih sangat sulit dan rumit. Enjoy sajalah! Awali dari tema yang kamu suka, lalu belajarlah untuk bermain di banyak tema. 

    Kamu bisa menulis tema sederhana, ilmiah, populer, umum, khusus atau lainnya. Termasuk bisa juga menuangkan pengalaman pribadi, pengalaman teman, ide hasil membaca dan lainnya. Kamu bisa bermain-main dengan beragam tokoh; dewasa, remaja, anak-anak, benda mati de el el. Tak terkecuali bisa mempermainkan emosi pembaca lewat tulisan yang mengaduk-aduk perasaan, mengharu biru, dan menyentuh. Benar-benar seru!

    Kesembilan, jadi penulis bisa mengirim karya ke mana saja. Wah, menarik sekali nih! Tidak ada batasan buat kamu untuk mengirim karyamu ke satu media/penerbit saja. Kamu bebas sebebas-bebasnya. Naskah bukumu bisa dikirim ke penerbit mayor maupun indie. Kamu tinggal pilih saja, penerbit mayor yang mana dan penerbit indie yang mana yang kamu sukai. Ada banyak pilihan penerbit yang bisa kamu pelajari rekam jejaknya sebelum mengirimkan naskah. 

    Kamu juga bebas mengirimkan karyamu ke media mana saja. Di zaman yang serba canggih ini, jumlah media makin menjamur—baik cetak maupun online. Itu adalah lahan subur bagi penulis. Kamu tidak akan kekurangan media untuk mengirimkan karyamu. Semua siap menampung, asal tulisanmu sudah ada dan sesuai kriteria media tersebut. Luar biasa, bukan?

    Nah, jangan ragu untuk memutuskan jadi penulis. Masa depan dan peluang profesi ini sangat cerah. Kamu tinggal memantapkan niat, konsisten, fokus dan serius. Kamu juga bisa merangkap pekerjaan ini dengan profesi lainnya. Ya, hitung-hitung sambil menyelam minum kopi.  (Aliya Nurlela, Novelis dan Pegiat FAM Indonesia)

    Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com. 

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Jadi Penulis Keren, Euy! Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top