• Info Terkini

    Sabtu, 23 Januari 2016

    Ulasan Puisi "Tersesat di Belantara Kata" Karya Darwan (FAMili Lombok Tengah)

    Adalah "aku", si penulis muda, yang mencoba mengejar mimpi lewat dunia sastra. Sayang sekali, ia masih kesulitan mewujudkan mimpi itu, karena belum bebas dari belantara kata. Seandainya saja, ia bebas. Seandainya saja, kata-kata itu bukan belantara, melainkan surga, sehingga betapapun bergerumbulnya aneka diksi di sana, ia tidak akan tersesat, tetapi justru menikmati berada di dalamnya, bermain-main, berlompatan, riang gembira. Demikianlah gambaran mudah dari puisi ini. Ia berarti merasa lelah, namun bukan berarti menyesah. Ia masih ingin bangkit dan bebas dari ketersesatan. 

    Puisi ini memang mudah ditebak arahnya, karena petunjuk-petunjuk sejak dari bait pertama. Dan itu semakin kentara setiba kita di bait akhir. Untuk susunan diksinya, cukup bagus. Cara menggiring pembaca ke pemahaman/pesan yang ingin disampaikan, juga cukup bagus. Namun masih banyak kekeliruan penulsan seperti pemakaian partikel "-ku" atau "ku-" yang tak bisa berdiri sendiri. Serta ada juga penulisan "di hempas" yang mestinya "dihempas" karena merupakan kata kerja pasif.

    Saran untuk penulis, pelajari kembali EyD. Ini tidak sekadar untuk kerapian tulisan, tapi juga membiasakan kita menulis dengan baik dan sesuai kaidah berbahasa Indonesia sejak awal. Bagaimana kita bisa menulis dengan baik, apabila pemahaman akan EyD dan semacamnya belum terasah secara optimal?

    Terus berkarya dan berkarya. Imbangi aktivitas menulis Anda dengan bahan bacaan bermutu.

    Salam aktif!
    TIM FAM INDONESIA

    BERIKUT NASKAH ASLI TANPA EDITING

    TERSESAT DI BELANTARA KATA
    Darwan IDFAM3960U

    Di desah dedaunan ku mencoba mencari
    Namun tiada ku temui jejak langkah yang pasti
    Di derunya air ku mencoba menelisik beningnya
    Namun tiada noktah yang bisa menggiring penaku menuju suatu karya
    Di pendar cahaya bintang ku mencoba menangkar sinarnya
    Namun tak jua sinarnya sanggup menyorot penaku
    Terombang-ombing  di hempas ombak kebingungan
    Mau ku arahkan kemana penaku....
    Kalamku seakan terkuras habis tiada yang tersisa
    Ku mencoba berselancar mencari sebuah inspirasi
    Tiada jua ku temukan ia
    Ku merasa tersesat di belantara kata
    Entah kemana ribuan kata yang terpatri di otakku
    Aku diam membisu, goresan penaku terhenti
    Di tengah ketidakberdayaan yang ku harap tuntutan, bimbingan, dan masukan
    Tolonglah aku yang lunglai tak berdaya
    Aku ini hanya pemula dan amatiran
    Aku ini hanya anak kemarin sore yang harapkan kedewasaan tutur dan kata
    Aku ini hanya anak ingusan yang harapkan manisnya coklat susastra
    Aku ini hanya anak singkong yang harapkan lezatnya piza karya
    Aku ini hanya udik yang harapkan keparipurnaan dalam cipta karya

    Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Ulasan Puisi "Tersesat di Belantara Kata" Karya Darwan (FAMili Lombok Tengah) Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top