Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2016

Ulasan "Ayo, Jadi Penulis. Siapa Takut?" Karya Guy Le Fleur (FAMili Riau)

Dalam tulisan ini, kita melihat semangat menggebu sang penulis untuk menebarkan virus cinta menulis. Ini sangat positif. Nilai motivasinya ada. Namun sayang sekali, hal tersebut sekaligus menjadi “boomerang” sehingga agak melemahkan tulisan ini sendiri.

Sejak awal, penulis berupaya menanamkan mindset pada mereka yang belum tahu, bahwa menulis juga bisa menghasilkan uang (bahkan menjadi profesi). Ini memang benar dan tidak salah; sudah banyak yang membuktikan dan terbukti sukses akan jalannya. Sayangnya, penulis kurang mendalami bahasan yang ia sedang coba kupas.

Pertama, penulis sebatas menggaungkan semangat dan keyakinan bahwa setiap orang bisa "bekerja" dengan cara menulis. Tetapi penulis tidak menjabarkan  lebih lanjut tata cara agar itu terwujud. Kedua, penulis sudah memberi tips awal bagaimana bagi pemula untuk memulai menulis. Tetapi sayangnya lagi, tips-tips tersebut (menulis di medsos, bergabung ke komunitas, dsb (yang disebut dalam tulisan ini) belum cukup memadai seb…

Yuk, Ikut Penerbitan Buku Puisi Akrostik Jilid 2

Dibuka: 16 Februari 2016
Deadline: 16 Maret 2016

Hai, FAMili. Apa kabar Anda? Penerbit FAM Publishing—Divisi Penerbitan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia—kembali mengajak Anda untuk aktif dan kreatif berbagi tulisan melalui puisi-puisi inspiratif. Yaitu berupa puisi akrostik Jilid 3 (Jilid 1 & 2 sudah terbit). 

Puisi Akrostik adalah puisi yang huruf-huruf pangkalnya bila dibaca dari atas ke bawah membentuk nama orang, terutama nama penulisnya. Tapi boleh juga nama orang lain, atau nama-nama yang Anda kenal, misal nama gunung, nama kota, nama jalan, nama gedung, dan lain sebagainya. 

Khusus penerbitan buku antologi puisi akrostik ini, FAM kembali mengajak Anda menuliskan puisi yang huruf-huruf pangkalnya membentuk nama orangtua Anda (nama lengkap Ayah dan Ibu). Satu naskah puisi berupa nama ayah dan satu naskah puisi lagi berupa nama ibu. 

So, jangan ragu untuk berpartisipasi dalam event ini. Kirim naskah Anda! Mari kita berikan penghargaan kepada para ayah dan ibu melalui puisi. Pene…

Ulasan Cerpen "Wanita Kekal" Karya Hasan (FAMili Gowa, Sulsel)

Rodiyah kehilangan anaknya, Nina, dalam sebuah bencana. Ia begitu yakin anaknya tak selamat dalam peristiwa ini, apalagi setelah ditemukannya mayat yang ciri-cirinya mendekati ciri fisik Nina.

Rodiyah berusaha mengikhlaskan kematian anaknya. Setelah jasad tak dikenal itu dikubur, kenyataan berkata lain: Nina masih hidup. Demikianlah, anak beranak itu kembali hidup bersama.

Ide cerita seperti ini sudah banyak dipakai sebenarnya. Namun tak ada salahnya. Ide apa pun, sefamilier apa pun, selama kita bisa mengolahnya menjadi beda dan tak biasa, tentu akan bagus. Sayangnya, dalam hal ini, penulis perlu berlatih lebih jauh lagi untuk menjadi "beda" dan "tak biasa" meski memakai ide yang pasaran.

Kekurangan cerpen ini adalah ketika ditemukannya mayat tersebut, pembaca sudah tidak yakin bahwa itu anak Rodiyah, Nina. Pembaca sudah bisa menebak arah cerita sehingga sepanjang apa pun cerpen ini, ending yang disiapkan jadi terasa sia-sia. Namun demikian, dengan berlatih dan terus …

Piagam Kontributor Buku Antologi Dongeng "Sangkar Kertas"

Terima kasih kepada seluruh penulis antologi dongeng jilid 2 "Sangkar Kertas" yang telah berkarya bersama FAM Indonesia.

Sebagai bentuk apresiasi, seluruh penulis yang tergabung dalam buku ini mendapatkan piagam penghargaan seperti contoh. Piagam dikirim ke email masing-masing penulis.
Adapun nama-nama penulis di buku ini, sbb:

1. Abdurrahman Aziezie
2. Aprillynch
3. De Eka Putrakha
4. Fitria Kamta
5. Fitria Nurjannah
6. Irawati
7. Kataka Lurize
8. Meike Sumeler
9. Nursyamsi
10. Osella
11. Rahmat Sahri Ramadani
12. Rika Ayu Wulandari
13. Wiwit Hermawati
14. Yuniwati

Salam aktif!
FAM INDONESIA

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.

Menjadi Guru Yang Dirindukan

Judul: Menjadi Guru Yang Dirindukan
Penulis: Mokhamad Solikhan
Kategori: Motivasi Pendidikan
ISBN: 978-602-335-083-4
Terbit: Januari 2016
Tebal: xvi + 82; 14 x 20 cm
Harga: Rp35.000

Banyak guru yang masih menggunakan cara-cara lama mengajar. Mereka sekedar mengajar untuk menyelesaikan tugas yang dibebankan oleh sekolahnya. Yang penting mengajar, gugur sudah kewajiban. Bagaimana dengan anak-anak? Inilah yang sering diabaikan oleh guru.

Cara-cara konvensional dalam mengajar sudah seharusnya mulai ditinggalkan dan diganti dengan cara-cara baru yang lebih efektif, menarik dan menyenangkan bagi siswa. Siswa harus mendapatkan pengalaman belajar yang maksimal, menarik dan menyenangkan.

Menjadi Guru Yang Dirindukan membahas tentang persiapan yang harus dilakukan oleh guru sebelum hingga sesudah mengajar. Guru harus bangga dengan profesinya, mempunyai tujuan, percaya diri, stamina yang prima, dan membina hubungan baik dengan siswa, sekolah, dan orangtua. Semua itu merupakan bekal awal bagi setiap guru …

Piagam Kontributor Buku Antologi Puisi "Angin yang Menari di Kepala"

Terima kasih kepada seluruh penulis antologi puisi "Angin yang Menari di Kepala" yang telah berkarya bersama FAM Indonesia. 

Sebagai bentuk apresiasi, seluruh penulis yang tergabung dalam buku ini mendapatkan piagam penghargaan seperti contoh. Piagam dikirim ke email masing-masing penulis. 

Adapun nama-nama penulis di buku ini, sbb:
1. Ade Fitriyani (Cirebon)
2. Agus Ade Putra (Padang Pariaman)
3. Alis Hartinah (Bandung)
4. Alivia Salma Lihayati (Semarang)
5. Andi Sitti Hajar (Makassar)
6. Anis Fuadah Zuhri (Jakarta)
7. Anita (Jombang)
8. Aria Winardi (Mojokerto)
9. Ariefa Efianingrum (Yogyakarta)
10. Arini Farhana Milati (Jakarta)
11. Asep Rian Maulana (Sukabumi)
12. Ayu Andira Bako (Banda Aceh)
13. Ayu Qonita (Yogyakarta)
14. Azizah Masdar (Indragiri Hulu)
15. Azza Asna Anjani (Kediri)
16. Bella Safira RJ (Tanah Datar)
17. Cahaya Buah Hati (Pekanbaru)
18. Charles HL (Magetan)
19. Defi Kinanthi Putri(Yogyakarta)
20. Desi Andriastuti (Cilacap)
21. Dian Dianasari (Kediri)
22. Dwi Krisna (Buleleng)
23…

Yuk, Ikut Penerbitan Buku Puisi Bertema “Sawah”

Penerimaan Naskah: 17 Februari 2016
Deadline: 17 Maret 2016

Hamparan pesawahan adalah keindahan yang menyejukkan sekaligus menenangkan. Saat padi menghijau, mata seolah dimanjakan. Saat padi menguning, ada kedamaian tercipta, sebentar lagi akan terlihat wajah-wajah cerah para petani yang siap panen. Sawah menjadi inspirasi yang tak pernah habis bagi para penulis dalam melahirkan karya-karyanya. 

Anda berbakat menulis puisi? Ini saatnya Anda menuangkan bakat dan kreativitas Anda menulis puisi. Meskipun Anda tidak tinggal di desa dan jauh dari pesawahan, tapi pasti Anda pernah menyaksikan hamparan pesawahan yang menarik hati. Puisi Anda akan dibukukan bersama sejumlah penyair lainnya dalam buku antologi bertema “Sawah”. 

Bagaimana cara mengirim puisi dan diterbitkan di buku ini?

Pertama, penulis umum (baik anggota FAM Indonesia maupun nonanggota), baik berdomisili di Tanah Air maupun di Mancanegara.

Kedua, naskah puisi ditulis di microsof word 2003 atau 2007, ukuran kertas kuarto A4, jenis hu…

Piagam Kontributor Buku Antologi Puisi "Angin yang Menari di Kepala"

Terima kasih kepada seluruh penulis antologi puisi "Angin yang Menari di Kepala" yang telah berkarya bersama FAM Indonesia. 

Sebagai bentuk apresiasi, seluruh penulis yang tergabung dalam buku ini mendapatkan piagam penghargaan seperti contoh. Piagam dikirim ke email masing-masing penulis. 

Adapun nama-nama penulis di buku ini, sbb:
1. Ade Fitriyani (Cirebon)
2. Agus Ade Putra (Padang Pariaman)
3. Alis Hartinah (Bandung)
4. Alivia Salma Lihayati (Semarang)
5. Andi Sitti Hajar (Makassar)
6. Anis Fuadah Zuhri (Jakarta)
7. Anita (Jombang)
8. Aria Winardi (Mojokerto)
9. Ariefa Efianingrum (Yogyakarta)
10. Arini Farhana Milati (Jakarta)
11. Asep Rian Maulana (Sukabumi)
12. Ayu Andira Bako (Banda Aceh)
13. Ayu Qonita (Yogyakarta)
14. Azizah Masdar (Indragiri Hulu)
15. Azza Asna Anjani (Kediri)
16. Bella Safira RJ (Tanah Datar)
17. Cahaya Buah Hati (Pekanbaru)
18. Charles HL (Magetan)
19. Defi Kinanthi Putri(Yogyakarta)
20. Desi Andriastuti (Cilacap)
21. Dian Dianasari (Kediri)
22. Dwi Krisna (Buleleng)
23…

Ulasan Puisi "Warna Warni 70 Tahun Bangsaku" Karya Dedi Gunawan Saputra (Makassar)

Kemerdekaan belum sepenuhnya dirasakan seluruh rakyat Indonesia, setelah berpuluh tahun proklamasi kemerdekaan dibacakan Bung Karno pada 17 Agustus 1945. Apa sih yang terjadi? Bagaimana bisa begini? Salah siapa?

Perkara kemiskinan masih belum teratasi dengan merata. Terbukanya lapangan kerja di mana-mana, masih belum bisa mengurangi jumlah pengangguran secara efektif. Dan, dalam puisi ini, tentu saja disebutkan: korupsi masih merajalela. Salah siapa ini?

Ini Indonesia. Dan Indonesia adalah kita. Ini salah Indonesia, sehingga tubuhnya sendiri masih terluka. Satu-satunya cara agar Indonesia bangkit dan lepas dari permasalahan yang dihadapi adalah dengan memasang hati, otak, mata, telinga, kaki-tangan, dan badan. Seluruh elemen hendaknya saling bekerjasama, bersinergi satu sama lain, demi mengobati luka Ibu Pertiwi. Demikianlah, cara satu-satunya yang bisa kita lakukan, karena Indonesia belum sepenuhnya merdeka juga karena salah kita.

Puisi ini sederhana dari cara penyampaian, nyaris tak ad…

Ulasan Cerpen "Jalan Lain Menuju Brawijaya" Karya Darwan (FAMili Lombok Tengah)

Nindy berharap suatu hari nanti ia bisa diterima kuliah di Universitas Brawijaya, Malang. Ia sudah tidak memiliki Ayah. Tentu saja, kondisi sulit harus Nindy alami. Tetapi, ia siswi yang berprestasi dalam bidang karate. Berkat prestasinya inilah, kelak cita-citanya untuk berkuliah di Malang dapat terwujud.
Ide cerpen ini sederhana. Penyajiannya juga sederhana. Bagaimanapun, setiap cerita, entah rumit atau sederhana, sepatutnya bisa dinikmati kehadirannya karena perbedaan selera setiap pembaca, apalagi yang memiliki pesan positif seperti di cerpen ini. 
Sayangnya, kesederhanaan cerpen ini yang diiringi kekuatan pesan, tidak bisa mencapai hasil maksimal untuk bisa disebut "bagus". Pasalnya penyajian dari segi EyD, tanda baca, dan pergantian paragraf masih banyak yang salah.
Yang paling menonjol adalah pergantian paragraf dalam kalimat-kalimat dialog bersahutan yang dilakukan beberapa tokoh. Seharusnya, kalimat dialog antar tokoh dibedakan dengan pergantian paragraf; dalam cerpen …