• Info Terkini

    Kamis, 25 Februari 2016

    Ulasan "Ayo, Jadi Penulis. Siapa Takut?" Karya Guy Le Fleur (FAMili Riau)

    Dalam tulisan ini, kita melihat semangat menggebu sang penulis untuk menebarkan virus cinta menulis. Ini sangat positif. Nilai motivasinya ada. Namun sayang sekali, hal tersebut sekaligus menjadi “boomerang” sehingga agak melemahkan tulisan ini sendiri.

    Sejak awal, penulis berupaya menanamkan mindset pada mereka yang belum tahu, bahwa menulis juga bisa menghasilkan uang (bahkan menjadi profesi). Ini memang benar dan tidak salah; sudah banyak yang membuktikan dan terbukti sukses akan jalannya. Sayangnya, penulis kurang mendalami bahasan yang ia sedang coba kupas.

    Pertama, penulis sebatas menggaungkan semangat dan keyakinan bahwa setiap orang bisa "bekerja" dengan cara menulis. Tetapi penulis tidak menjabarkan  lebih lanjut tata cara agar itu terwujud. Kedua, penulis sudah memberi tips awal bagaimana bagi pemula untuk memulai menulis. Tetapi sayangnya lagi, tips-tips tersebut (menulis di medsos, bergabung ke komunitas, dsb (yang disebut dalam tulisan ini) belum cukup memadai sebagai modal seseorang untuk tahu bagaimana mencari uang dengan menulis.

    Tim FAM menilai, gagasan dan maksud penulis sudah baik. Hanya saja, ia kurang mendalami temanya dan justru tenggelam dalam keasyikkan menuangkan semangat bahwa setiap orang pasti bisa menulis. Sayang sekali, seandainya penulis bisa melengkapi kekurangan tulisan ini, yakni minimal dengan menyebut bagaimana cara/bukti nyata tentang mencari uang lewat menulis, tulisan ini setidaknya bisa mencapai tujuan. Dalam hal ini, tujuan tersebut belum bisa diraih.

    Beberapa kata di tulisan ini mengalami kesalahan ketik dan EyD. Yang paling mengganggu adalah kata "ianya". Dalam bahasa Indonesia, tidak ada kata tersebut. Harap memakai kata lain yang lebih tepat. Saran untuk penulis, agar ke depan mengoreksi kembali tulisan Anda guna meminimalkan atau meniadakan kesalahan penulisan, juga tak kalah penting: kuasai tema dan kupas secara mendalam, tanpa tanggung-tanggung. 

    Terus berkarya.

    Salam aktif,
    TIM FAM INDONESIA

    BERIKUT NASKAH ASLI TANPA EDITING

    AYO....! JADI PENULIS. SIAPA TAKUT!
    Oleh: Guy Le Fleur (IDFAM1300U)

    (“The highest eternity of  writer happiness is giving enlightenment to other people”) Kebahagiaan abadi tertinggi bagi seorang penulis adalah memberi pencerahan bagi orang lain

    Dunia tercipta sangat sempurna. Bumi adalah tempat tinggal paling indah bagi manusia. Keindahannya melebihi kekurangan yang Anda miliki. Namun demikian, Anda sebagai makhluk yang bertempat tinggal di sana, sedapat mungkin memberikan kontribusi terbaik bagi sesama. Anda tak mungkin selamanya jadi penonton.  Melengkapi kesempurnaan itu adalah bagian dari perwujudan cinta kasih. Dengan pikiran sehat tak ada yang tak mungkin. 

    Pengangguran adalah nilai terendah. Oleh itu jangan biarkan ia hidup menyelimuti keseharian Anda. Ketidakberdayaan,putus-asa dan saling menyalahkan, tanda bahwa Anda menyerah.

    Banyak yang bisa Anda lakukan untuk mengangkat diri lebih tinggi. Menekuni dunia tulis-menulis atau paling tidak keinginan untuk menjadi penulis adalah salah-satunya. Menjadi penulis tidak butuh banyak syarat. Ini lebih baik ketimbang mengharap sebuah pekerjaan datang di tangan Anda. “Bukankah tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah!

    Menjadi penulis bukan karena bakat. Ianya bisa dipelajari. Asal mau berusaha. Pekerjaan ini menuntut ketekunan dan kesabaran. Sukses jadi penulis adalah hasil dari sebuah perjuangan panjang. Bukankah hidup itu adalah bagian dari perjuangan itu sendiri!

    Penulis tak mengenal batas (borderless). Tak ada standar pasti. Sebab profesi ini menuntut nilai keseriusan dan profesionalisme. Sama halnya pekerjaan seorang dokter atau guru. Semua harus dimulai dari sebuah tekad. Keinginan kuat untuk maju. Ini semacam modal dasar untuk melangkah lebih jauh dalam dunia tulis-menulis.

    Banyak orang berkata, menulis itu sulit! Perlu waktu dan konsentrasi penuh. Butuh sesuatu yang membuat semuanya berjalan lancar dan sebagainya. Alibi ini tidaklah salah. Namun, Anda tak bisa bertahan dengan segala ungkapan tersebut. Hanya niat yang mampu membutakan semua alasan itu. Selebihnya tinggal upaya peningkatan pemberdayaan diri secara kontinu.

    Sudah banyak perangkat atau piranti yang mengiring Anda untuk menjadi seorang penulis profesional. Media sosial seperti facebook sangat membantu Anda mencapai tujuan itu. Komunitas menulis yang ada membuat impian Anda menjadi penulis menjadi lebih terang. Anda bisa belajar dan mengali ilmu menulis di sana. Yang penting, jangan menunda waktu kalau ingin benar-benar menekuni bidang ini. Saat ini referensi sudah di depan mata Anda.  Bertindaklah! Jangan tunggu lama-lama..!

    Menekuni dunia tulis-menulis bukan  bicara soal teori semata.   Ianya butuh aplikasi. Butuh praktek. Seberapa sesering melakukan praktek menulis, secepat itu cita-cita  anda untuk jadi penulis akan mudah tercapai. Dan tentu saja kebahagian akan merapat menuju kehidupan Anda!

    Jangan punya alasan tidak punya ide untuk menunda pekerjaan menulis. Ide atau ilham bisa saja datang kapan dan di mana saja. Tergantung bagaimana Anda menangkap peristiwa sesaat secara kritis. Sejarah telah mencatat bagaimana sebuah penemuan tercipta berkat pemikiran kritis tersebut. 

    Jadi penulis jangan sekali-kali mengharap agar nama Anda bisa sebanding dengan penulis beken-yang sudah malang-melintang  di dunia tulis-menulis.  Ini bagian yang sama salahnya dengan upaya mencari kekayaan dengan jalan pintas. Itikad ini harus dibuang jauh-jauh. Tak ada jaminan Anda akan berhasil jikalau keinginan ini dipertaruhkan. Malah, ia bisa bikin bumerang bagi  Anda. Ini umpama menunggu sebuah pintu istana kehancuran yang Anda ciptakan sendiri.

    Banyak genre yang bisa pilih untuk mulai menghasilkan sebuah tulisan bagi penulis pemula. Ianya tergantung “passion” yang Anda punya. Anda bisa saja jadi penulis fiksi atau non fiksi. Bisa juga sebagai penulis  motivasi. Semua sudah ada ditangan Anda. Pilihannya jelas. Tinggal,  kapan dan bagaimana Anda memulai keahlian ini!

    Ingat! Keberhasilan seorang penulis bergantung pada seberapa banyak perubahan yang ia buat dengan tulisan yang ia lahirkan bagi para pembaca. Jadi, sesungguhnya pekerjaan ini sangat mulia. Pencerahan yang penulis berikan kepada para pembaca di luar sana adalah bagian dari sebuah pekerjaan ibadah. Seperti seorang imam terhadap makmum. Dan ini bermakna Anda sudah melengkapi kesempurnaan hidup berbanding lurus dengan kesempurnaan dunia yang Anda huni ini.

    Jangan tanya  Asma  Nadia,Taufik Ismail,Musa Ismail,Andre Hirata,Tere Liye,J.K Rowling,Iwan Simatupang,Pramoedya Ananta Toer,Chairul Anwar,Frank  Kafka,Anton  Chekov,Guy  De  Maupassang,  atau pemenang nobel sastra tahun ini, Svetlana Alexandrovna Alexievich asal Belarus (sebagian besar nama sastrawan yang disebutkan di atas sudah meninggal, hanya enam baris  pertama dan di tambah satu nama terakhir yang masih hidup) kalau Anda ingin jadi penulis. Mereka tak kenal Anda. Andalah yang akan menemui mereka kalau Anda benar ingin jadi penulis beneran.

    Ayo...! tunggu apalagi. Jadilah penulis dari pada Anda menghayal yang bukan-bukan. Lebih baik hayalan yang tinggi melangit itu Anda tuangkan atas kertas. Untung-untung  tulisan Anda bermanfaat bagi orang banyak. Sekali lagi, jangan berharap menunggu pekerjaan datang pada Anda! Anda akan jadi seperti pungguk rindukan bulan. Kasihan...kan!  Tak punya pekerjaan itu menyedihkan. Jadi penulis lebih baik. Ianya membantu  mengangkat nama Anda agar bernilai.

    Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.
                                                                        
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Ulasan "Ayo, Jadi Penulis. Siapa Takut?" Karya Guy Le Fleur (FAMili Riau) Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top