• Info Terkini

    Monday, February 8, 2016

    Ulasan Puisi "Warna Warni 70 Tahun Bangsaku" Karya Dedi Gunawan Saputra (Makassar)

    Kemerdekaan belum sepenuhnya dirasakan seluruh rakyat Indonesia, setelah berpuluh tahun proklamasi kemerdekaan dibacakan Bung Karno pada 17 Agustus 1945. Apa sih yang terjadi? Bagaimana bisa begini? Salah siapa?

    Perkara kemiskinan masih belum teratasi dengan merata. Terbukanya lapangan kerja di mana-mana, masih belum bisa mengurangi jumlah pengangguran secara efektif. Dan, dalam puisi ini, tentu saja disebutkan: korupsi masih merajalela. Salah siapa ini?

    Ini Indonesia. Dan Indonesia adalah kita. Ini salah Indonesia, sehingga tubuhnya sendiri masih terluka. Satu-satunya cara agar Indonesia bangkit dan lepas dari permasalahan yang dihadapi adalah dengan memasang hati, otak, mata, telinga, kaki-tangan, dan badan. Seluruh elemen hendaknya saling bekerjasama, bersinergi satu sama lain, demi mengobati luka Ibu Pertiwi. Demikianlah, cara satu-satunya yang bisa kita lakukan, karena Indonesia belum sepenuhnya merdeka juga karena salah kita.

    Puisi ini sederhana dari cara penyampaian, nyaris tak ada keindahan diksi. Pesan dibawa secara gamblang dan jernih, tanpa basa-basi. Saran untuk penulis agar terus berlatih dan mencoba bereksperimen dengan kata-kata dan ide apa pun di sekitar Anda. Imbangi pula aktivitas menulis dengan membaca.

    Salam aktif!

    TIM FAM INDONESIA

    BERIKUT NASKAH ASLI TANPA EDITING

    Warna Warni 70 Tahun Bangsaku
    Karya: Dedi Gunawan Saputra (IDFAM4001M)

    70 tahun genderang kemerdekaan telah ditabuh
    Tapi, sebagian bangsaku masih bergelut kemiskinan
    70 tahun kita hirup hawa kemerdekaan
    Tapi, kami berseru saya masih menganggur
    70 tahun Indonesia Raya kau kumandangkan
    Tapi, kami krisis BBM
    70 tahun gilang gemilang
    Tapi, kami berteriak mati lampu
    Oh……Pahlawanku bukan kamu yang salah
    Tapi kami kurang memaknai kemerdekaan
    Oh……Pahlawanku bukan kamu yang tak jujur
    Tapi, sebagian bangsaku memanipulasi uang rakyat
    Oh…...Pahlawanku bukan kamu yang tak sosial
    Tapi, sebagian bangsaku memikirkan kepentingan dirinya sendiri
    Merdekalah bangsaku yang sebenar-benarnya merdeka
    Bebaskan bangsaku yang sebenar-benarnya bebas
    Supaya bangsaku…..
    Tak ada lagi yang miskin
    Tak ada lagi pengangguran
    Tak ada lagi korupsi

    Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi call centre 0812-5982-1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Puisi "Warna Warni 70 Tahun Bangsaku" Karya Dedi Gunawan Saputra (Makassar) Rating: 5 Reviewed By: Fam Indonesia
    Scroll to Top