Skip to main content

Aku dan Buku

Judul: Aku dan Buku
Penulis: 23 Penulis Inspiratif
Kategori: Antologi Kisah Inspiratif
ISBN: 978-602-335-011-7
Terbit: 1 Maret 2015
Tebal: 177 hal; 14 x 20 cm
Harga: Rp45.000,-
(Harga belum termasuk Ongkir)



Aku Ingin Menjadi Buku Hidup (Ade Tedja Mukti Berliyan), “Hope”, Penguat Langkah Meniti Impian (Ana Wulung Ayu), Buku, Guru Tiada Batas (Anna Ilham), Buku adalah Jendela Dunia (Arikmah Kamal), Buku, Mutiara yang Berkilau (Atikah Rahmah), Lovely Dream Book (Ayu Kusuma Dewi), Refreshing dengan Buku: Dari Toleransi, Juara, Hingga Taubat (Brillian Eka Wahyudi), Buku Panduan Hadiah Ibu (Carisca Pembayun), Sebendel Kertas Ajaib (Chania Maulidina Widyasari), Bersahabat dengan Buku (Dra. Lifya), Sepenggal Kisah antara Aku dan Dia (Eka Rahayu), Menggenggam Hidayah-Nya: Saleha is Me (Elza Oktaviani Silaen), Bangkit karena Motivasi dan Tindakan (Intan Wahyuni), Buku dan Memori Tentangmu (Lenni Ika Wahyudiasti), Surat ke-56 (Nurma Yunita), Jalan Para Pengabdi (Osella/Nurbing), Motivasi”Sang Pemimpi” (Rhona Febriany Sary), Secarik Kertas, Halaman 27 (Ulfah Maisyarah), Sepotong Episode tentang Novel Biru (Ummi Lathifah), Buku Napasku (Yuhalini), Jilbab ini Meneduhkanku (Yulia Andriana)

***

‘Aku dan buku’seperti dua sisi mata uang tak dapat dipisahnya pada diri seorang penulis. Aku ada, buku ada. Sebaliknya juga begitu. Kedekatan antara ‘aku dan buku’ menginspirasi sejumlah penulis dibuku ini menggoreskan catatan inspiratif mereka. Bacalah. Anda akan tergoda mencintai buku~Muhammad Subhan, penulis & pegiat FAM Indonesia


Inspiratif. Apa yang mereka kisahkan di buku ini membuka mata kita bahwa membaca buku dan menulis itu pekerjaan penting! ~Aliya Nurlela, pegiat FAM Indonesia dan penulis buku cerpen “Sepucuk Surat Beku di Jendela”

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…