Skip to main content

Bandung I'm in Love

Judul: Bandung I’m In Love
Penulis: Ocha Thalib, dkk
Kategori: Buku Fiksi
ISBN: 978-602-7956-29-2
Terbit: Agustus 2013
Tebal: 144 hlm;  13 x 19 cm
Harga: Rp38.000 (Harga belum termasuk Ongkir)

            Ade Herti, Ade Ubaidil, Amika An (RahmI Syalfiri Riska), Befaldo Angga, Dedi Saeful Anwar, Dewi Ari-Ari, Didi Syarifudin, Guy Le Fleur, M. Hasir, Najla Al-Faiq, Nazri Z. Syah Nazar, Nina Kirana, Ocha Thalib (Rosanthy Sari), Oktavia Lint, Santi Sumiati (De Minnie), Vivid Habib.
***
Sebagai salah satu genre sastra, cerpen berfungsi sebagai media yang ampuh untuk menyampaikan pesan kepada pembaca. Pesan yang dikemas dengan cerita yang indah dan tema yang menggugah, hasilnya akan membuahkan kesan mendalam di hati pembaca. Kesan itu telah diukir penulis-penulis cerpen di dalam buku kumcer ini.
~Muhammad Subhan, Pegiat FAM Indonesia, Jurnalis & Penulis

Bandung adalah inspirasi. Buktinya buku ini lahir dari tangan penulis-penulis yang mengagumi kota itu, baik yang penah datang, pernah tinggal, ataupun yang tidak pernah mengunjungi Bandung. Dan, inspirasi bias datang dari mana saja. Sebuah buku cerpen dengan kisah-kisah yang sangat menghibur.
~Aliya Nurlela, Pegiat FAM Indonesia dan Penulis Kumcer “Flamboyan Senja”

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…