Skip to main content

Bedah Novel Karya Anggota FAM Indonesia di Aula FIK UNP

Anggota FAM Indonesia, Nova Eka Putri, kembali merilis novel terbarunya berjudul "Perasaanku Tak Sebercanda Itu". Novel perdana "Kamu Itu Subhanallah" terbit tahun lalu. Di novel kedua ini, Nova masih konsisten dengan kontens penulisan bernuansa religius, menjadikan karya-karyanya sebagai jalan untuk berdakwah. 

"Novel ini tentang memahami dalamnya sebuah persahabatan. Ini tentang cinta kepada-Nya, memuliakan orangtua, mematahkan harapan dengan tangan sendiri demi adik-adik tercinta. Ini tentang rindu, memeluk rindu hingga rindu itu sudah lelah menemuinya. Ini tentang perasaan dan doa yang mengikatkan hati dan jiwa. Ini tentang benci dan dendam, tentang masa lalu, tentangmu," sebut Nova merangkum sebagian isi novel.

Novel tersebut dibedah di Aula FIK UNP, Sabtu 30 April 2016. Tampil sebagai pembedah Muhammad Subhan (Penulis & Pegiat Forum Aktif Menulis Indonesia) dan Rofiq L Hayat (Penulis Novel "Di Bawah Langit Dua Benua"). Bertindak sebagai moderator M Habibi Adi Cipto dari Universitas Andalas Padang.

Menyemarakkan acara, hadir empat model sampul novel "Perasaanku Tak Sebercanda Itu" yakni Harry Prasetyo, Hierro Juandhamik Bijaksi, Rani Permata Adi dan Deka Andriani RJ. [FAM]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…