Skip to main content

Darah di Bumi Syuhada

Judul: Darah di Bumi Syuhada
Penulis: Buku Puisi
Kategori: Buku Puisi
ISBN: 978-602-7956-35-3
Terbit: Oktober 2013
Tebal: 249hal; 13x19 cm
Harga: Rp43.000,-  [Harga belum ongkir]
 
Sika Indriyanti, Nanda A. Rahmah, Muhammad Hendrawan, Denni Mailizon, Khalili, Ady Azzumar, Ahmad Syauqi Sumbawi, Dadang Suprayogi, Amal Lia Solihah Musfiroh, Niken Bayu Argaheni, Aidil Zulkhan, Anis laelatul Ngarofah,  Adinta Khairan, Ahmad Ginanjar, Abdul Manaf,  Abu Bakar, Ahmad Raud Fuadi Alkhudri, Achmad Miladi, Baiq Nila Sari Ningsih, Bayu Ambuari, Dedi Saeful Anwar, Eka Nadya Rahmania, Fahrurruzal Fadhil, Farihatun Nafiah, Fia Fauziah Rahman, Fauzul Izmi, Fathin Faridah, Gendhotwukir, Hujjatul Islam AlWafi, Hary Setiawan, Halimatusakdiah, Hendry Roris Sianturi, Iik Zakiah Darajat, Intan Puspita Dewi, Idrus Mustofa, Ida Ayu Putu Novianasari, Inten Mustika Kusumaningtias, Jansori Andesta, Khairun Nisa, Ken Hanggara, Muhammad Naufal Hafizh, Mutiara Ayu Miftahul Hayati, M. Zaini, Melati Pertiwi Putri, Muhammad Zaki Al-Aziz, Muhammad Lefand, Millah Atqia A, Nilla Angria Fitri, Nella Dwigusni Yayu, Oddie Frente, Pindah Susanti, Rezqie Muhammad Alfajar, Retno Nurul Aisyah, Sudianto, Sigit Jaya Herlambang, Sinta Novia Siswanti, Rino Winura, Rohyuli, Ruri Triana, Soekoso DM, Swa Abdas Ria Rahayu, Steve Agusta, Salma Fauziah Afifah Syahidah, Sariah Hamid, Sri Mursalim, Sarah Qodriyani, Susi Widiawati, Syafrudin, Tri Windari Hesti, Urbanus G T Parhusip, Viki Wulandari, Virly Virnia Aprilia, Wawan Kurn, Willy Ramadhan, Winda Harir, Yudi Rahmat, Yusrina Sri Oktaviani, Yunisma Sulala, Yusni Fatimah Lubis, Zuraini.

***
Inilah buku kumpulan puisi karya pemenang dan nominator. Puisi-puisi di dalamnya menyerukan perdamaian dunia, khususnya di Mesir, Palestina dan Rohingya.

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Hubungi Cal Centre: 0812 5982 1511 atau email: aktifmenulis@gmail.com.

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…