Skip to main content

How to Make Success

Judul: How to Make Success
PenulisErwan Hermawan
Kategori: Buku Motivasi
ISBN: 978-602-7956-74-2
Terbit: 2014
Tebal: 100 hlm; 19 x 13cm
Harga: Rp. 33.000,-
(Harga belum termasuk Ongkir)

            Setiap orang yang terlahir di dunia ini pasti menginginkan kata “sukses.” Sukses itu dapat diraih dengan lima jembatan yang akan mengubah hidup menjadi lebih bermakna. Inginkah Anda menjadi manusia yang lebih baik dari ini, lebih sukses dari ini, dan lebih produktif dari hari ini?

            Sukses itu tidak semerta-merta datang begitu saja. Lima gebrakan ini insya Allah akan membuka pintu kesuksesan Anda lebih lebar lagi. Berbekal doa dan usaha untuk menggapai harapan, karena sure is the capacity to do work-yakin adalah kapasitas untuk melakukan usaha.

            Konsep-konsep sukses yang praktis dan membangkitkan semangat untuk meraih cita-cita. Jika Anda adalah bagian dari perubahan bangsa, maka pikirkan apa hal luar biasa yang dapat Anda lakukan untuk menjemput kesuksesan Anda.

            Jangan menjadi bagian dari orang yang merugi di dunia ini. Jadikan embusan napas terakhir Anda sebagai hal yang yang bermanfaat bagi sekitar Anda. Bukan zamannya lagi mengharapkan kebaikan dari orang lain, tapi kini saatnya Anda yang menyebarkan kebaikan-kebaikan itu.

            Tetap semangat, raih target yang telah ditetapkan, jangan pernah mengenal putus asa, karena sesungguhnya akan tumbuh buah yang manis setelah menanam benih dengan penantian yang panjang. Jadikan setiap cobaan atas landasan untuk meraih kesuksesan.

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…