Skip to main content

Lerak

Judul: Lerak
Penulis: Pemenang Lomba Cipta Cerpen & puisi FAM Indonesia
Kategori: Buku Fiksi
ISBN: 978-602-7956-02-5
Terbit: Maret 2013
Tebal: x + 97 halaman
Harga: Rp41.000 (Harga belum termasuk Ongkir)


CERITA PENDEK
Lerak-Soekoso DM, Pagu Sebuah Asa-Meika Husn, Selembar Daun Momiji-Ahmararria Uaida Dest, Perempuan yang menangisi Telaga-Zakiya Sabdosih, Peradilan Sakarotul Maut-Yudha Hari Wardhana, Pedasnya Facebook-Noor Salim, Foto Kopi dan Selembar Surat-Susi Susanti Idris, Cappucinoku Tak Hangat Lagi-Rahmizakia Rifka, Dari Batam-Eka Susanti, Surga Ada di Mana?-Mawar Rovita Sari

PUISI
Dari Seorang Ibu Demonstran-Refdinal Muzan, Aku dan Surga Itu-Denni Meilizon, Bila Waktu Telah Menyatukan-Akaha Taufan Aminudin, Ingatan Kepada Ibu-Kemas Ferri Rahman, Sang Kekasih-Dito Anugoro, Cerita Dari Dalam Rumah-Mohammad Iqbal Tawakal, Diisap Kesunyian-Yori Tanaka, Repih Zamrud-Meika Husna, Kau dalam Belenggu Tirani-Fhadilla Amelia, Terkaman Khilaf-Azizah

***
ENDORSMENT :
Banyak tema kearifan lokal yang dijadikan cerita pendek dan puisi di dalam buku ini. Ditulis dengan beragam gaya dengan sejumlah karakter khas para pengarangnya yang sebagian besar berusia muda. Sebagai pembaca, saya sangat menikmati jalannya cerita hingga titik paling akhir~Muhammad Subhan, Ketum FAM Indonesia

Buku ini ditulis oleh para pemenang lomba cerpen dan cipta puisi tingkat nasional 2012 yang diadakan FAM Indonesia. Cerpen dan puisi yang dimuat dalam buku ini merupakan kumpulan karya pilihan. Selayaknya buku ini menjadi rujukan bagi penulis pemula.~Aliya Nurlela, Sekjen FAM Indonesia

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…